• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

APPI Sampaikan Sejumlah Masalah Perkembangan Koperasi di Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 12 Juli 2024 - 09:09
in Ekonomi
korpri

Logo Koperasi Indonesia. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menyambut peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-77, Perkumpulan Asosiasi Profesi Perkoperasian Indonesia (APPI) menegaskan koperasi masih relevan keberadaannya sampai saat ini dalam menghadapi situasi bangsa. Koperasi mendidik masyarakat dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

“Koperasi mendidik semangat pada kekuatan sendiri yang dibutuhkan untuk memberantas penyakit “inferiority complex” warisan kolonialisme,” ujar Ketua Umum APPI Muhammad Taufik, dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).

BacaJuga:

Langkah Strategis PHI, Amankan Aset Migas dan Jaga Ketahanan Energi Nasional

Tak Sekedar Ritual, Kurban Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ramah Lingkungan

Notifikasi Keamanan Pangan Meningkat, Bapanas-Kemendag Perketat Pengawasan

Taufik menegaskan koperasi berperan menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi bisa merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi.

“Bung Hatta juga berpesan bahwa koperasi merupakan senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya,” lanjutnya.

Akan tetapi, meski gerakan koperasi Indonesia telah berumur 129 tahun, APPI menemukan fakta belum menyaksikan kehidupan perkoperasian yang memuaskan dan membanggakan.

“Kami juga melihat koperasi bergeser orientasinya ke sektor jasa keuangan yakni usaha simpan pinjam. Akibatnya konsentrasi perkembangan koperasi dengan pencurahan sumberdaya anggota dan modal pada sektor keuangan,” ungkap Taufik.

Hal ini menyebabkan kemajuan koperasi tidak lagi seimbang dan penuh dengan risiko, sehingga banyak kasus koperasi yang bermasalah. Di lain pihak, koperasi sektor riel kurang berkembang, bahkan banyak yang mengalami kemunduran. ‘Liberalisasi yang makin liar’, telah merusak sendi-sendi koperasi disektor riel dan menggerus kepercayaan masyarak kepada koperasi.

APPI menyampaikan sejumlah permasalahan utama yang menghambat perkembangan koperasi Indonesia, antara lain lemahnya ketaatan pada implentasi jatidiri koperasi. Banyak koperasi yang tidak menjunjung nilai etika berkoperasi, yaitu kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada pihak lain.

Selain itu, pendidikan sebagai salah satu prinsip dalam berkoperasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Akibatnya anggota koperasi banyak yang tidak mengerti hak dan kewajibannya sebagai pemilik maupun pengguna jasa koperasi.

Demikian juga, banyak pengurus dan pengelola yang tidak memahami dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya serta masih minimnya kerjasama antar koperasi yang juga merupakan bagian dari prinsip koperasi.

Taufik menegaskan pembenahan kehidupan koperasi Indonesia kedepan perlu terus diperjuangkan dan dilakukan secara saksama, melalui beberapa aspek prioritas yaitu; a) secara konsekuen menerapkan jatidi koperasi sebagai sumber keunggulan koperasi dalam menghadapi entitas bisnis lainnya, b) membangun kembali secara sistematis dan berdaya saing koperasi di sektor rill, c) pembenahan dan perkuatan organisasi gerakan koperasi, d) membangun kembali lembaga-lembaga pendidikan perkoperasian yang dikelola secara profesional, d) negara hadir dalam porsi yang tepat untuk memberdayakan koperasi.

“APPI sebagai organisasi profesi merasa terpanggil merasa terpanggil untuk turut secara aktif mendukung dan memfasilitasi pengembangan koperasi Indonesia ke depan,” tuturnya. (nas)

Tags: APPIAsosiasi Profesi Perkoperasian IndonesiaHari KoperasiKoperasi

Berita Terkait.

phi
Ekonomi

Langkah Strategis PHI, Amankan Aset Migas dan Jaga Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:33
kurban
Ekonomi

Tak Sekedar Ritual, Kurban Jadi Penggerak Ekonomi Lokal dan Ramah Lingkungan

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:11
bapanas
Ekonomi

Notifikasi Keamanan Pangan Meningkat, Bapanas-Kemendag Perketat Pengawasan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:43
api
Ekonomi

Tata Kelola Ekspor Batu Bara Diperkuat, API-IMA Soroti Pentingnya Transisi Mulus

Senin, 8 Juni 2026 - 23:33
pekerja
Ekonomi

Gejolak Energi Hantam Manufaktur, Pemerintah Diminta Siapkan Jurus Penahan Dampak

Senin, 8 Juni 2026 - 23:13
Hokkop-Situngkir
Ekonomi

Limbah Sawit Naik Kelas, PLN EPI Dorong Bio-CNG sebagai Energi Bersih Masa Depan

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2226 shares
    Share 890 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1174 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1334 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.