• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

APPI Sampaikan Sejumlah Masalah Perkembangan Koperasi di Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 12 Juli 2024 - 09:09
in Ekonomi
korpri

Logo Koperasi Indonesia. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menyambut peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-77, Perkumpulan Asosiasi Profesi Perkoperasian Indonesia (APPI) menegaskan koperasi masih relevan keberadaannya sampai saat ini dalam menghadapi situasi bangsa. Koperasi mendidik masyarakat dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

“Koperasi mendidik semangat pada kekuatan sendiri yang dibutuhkan untuk memberantas penyakit “inferiority complex” warisan kolonialisme,” ujar Ketua Umum APPI Muhammad Taufik, dalam keterangannya, Jumat (12/7/2024).

BacaJuga:

bankjakarta.co.id Jadi Wajah Baru Bank Jakarta, Bidik Pengalaman Nasabah Lebih Modern

Menko PM: Akses Pembiayaan Tingkatkan Produktivitas dan Ekonomi Masyarakat

Bank Jakarta dan Persija Naik Kelas, “United for Jakarta” Jadi Kemitraan Strategis

Taufik menegaskan koperasi berperan menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi bisa merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi.

“Bung Hatta juga berpesan bahwa koperasi merupakan senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya,” lanjutnya.

Akan tetapi, meski gerakan koperasi Indonesia telah berumur 129 tahun, APPI menemukan fakta belum menyaksikan kehidupan perkoperasian yang memuaskan dan membanggakan.

“Kami juga melihat koperasi bergeser orientasinya ke sektor jasa keuangan yakni usaha simpan pinjam. Akibatnya konsentrasi perkembangan koperasi dengan pencurahan sumberdaya anggota dan modal pada sektor keuangan,” ungkap Taufik.

Hal ini menyebabkan kemajuan koperasi tidak lagi seimbang dan penuh dengan risiko, sehingga banyak kasus koperasi yang bermasalah. Di lain pihak, koperasi sektor riel kurang berkembang, bahkan banyak yang mengalami kemunduran. ‘Liberalisasi yang makin liar’, telah merusak sendi-sendi koperasi disektor riel dan menggerus kepercayaan masyarak kepada koperasi.

APPI menyampaikan sejumlah permasalahan utama yang menghambat perkembangan koperasi Indonesia, antara lain lemahnya ketaatan pada implentasi jatidiri koperasi. Banyak koperasi yang tidak menjunjung nilai etika berkoperasi, yaitu kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada pihak lain.

Selain itu, pendidikan sebagai salah satu prinsip dalam berkoperasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Akibatnya anggota koperasi banyak yang tidak mengerti hak dan kewajibannya sebagai pemilik maupun pengguna jasa koperasi.

Demikian juga, banyak pengurus dan pengelola yang tidak memahami dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya serta masih minimnya kerjasama antar koperasi yang juga merupakan bagian dari prinsip koperasi.

Taufik menegaskan pembenahan kehidupan koperasi Indonesia kedepan perlu terus diperjuangkan dan dilakukan secara saksama, melalui beberapa aspek prioritas yaitu; a) secara konsekuen menerapkan jatidi koperasi sebagai sumber keunggulan koperasi dalam menghadapi entitas bisnis lainnya, b) membangun kembali secara sistematis dan berdaya saing koperasi di sektor rill, c) pembenahan dan perkuatan organisasi gerakan koperasi, d) membangun kembali lembaga-lembaga pendidikan perkoperasian yang dikelola secara profesional, d) negara hadir dalam porsi yang tepat untuk memberdayakan koperasi.

“APPI sebagai organisasi profesi merasa terpanggil merasa terpanggil untuk turut secara aktif mendukung dan memfasilitasi pengembangan koperasi Indonesia ke depan,” tuturnya. (nas)

Tags: APPIAsosiasi Profesi Perkoperasian IndonesiaHari KoperasiKoperasi

Berita Terkait.

Digital
Ekonomi

bankjakarta.co.id Jadi Wajah Baru Bank Jakarta, Bidik Pengalaman Nasabah Lebih Modern

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08
Muhaimin
Ekonomi

Menko PM: Akses Pembiayaan Tingkatkan Produktivitas dan Ekonomi Masyarakat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:08
Pramono-Anung
Ekonomi

Bank Jakarta dan Persija Naik Kelas, “United for Jakarta” Jadi Kemitraan Strategis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17
Maman
Ekonomi

Menteri UMKM Gandeng APPI Perkuat Industri dan Pasar Produk Lokal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:03
Mitsubishi Fuso Canter Teruji 40 Ribu Km, Siap Hadapi Era Biodiesel B50
Ekonomi

Mitsubishi Fuso Canter Teruji 40 Ribu Km, Siap Hadapi Era Biodiesel B50

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:30
Menjaga Perjalanan Tetap Nyaman, Daihatsu Perkuat Layanan Purnajual
Ekonomi

Menjaga Perjalanan Tetap Nyaman, Daihatsu Perkuat Layanan Purnajual

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:00

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2195 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.