• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Klinik Rumah Swadaya Solusi Tepat Untuk Bangun Rumah Layak Huni

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 11 Juli 2024 - 22:02
in Nasional
puprco

Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam proses pembangunan rumah melalui Program Klinik Rumah Swadaya (KRS). Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Ristyan Mega Putra SSos MSi

INDOPOSCO.ID – Membangun rumah untuk kali pertama bagi kebanyakan membuat masyarakat bingung harus memulai dari mana. Bahkan terkadang mereka merasa khawatir dan ketakutan saat ingin membangun rumah mengingat harga bahan material bangunan yang terus mengalami kenaikan harga di pasaran.

BacaJuga:

India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Asal Indonesia, Potensi Ekspor Meningkat

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Hal itu membuat mereka harus memutar otak agar rumah yang diimpikan dapat terbangun dengan baik. Bahkan ada juga yang harus merelakan keinginannya untuk membangun rumah dan membangun rumah seadanya tanpa perencanaan yang matang sehingga menimbulkan rumah yang tidak layak huni.

Rumah pada dasarnya merupakan “istana kecil” yang ingin dibangun oleh setiap orang. Mereka ingin membangun dengan menggunakan bahan material yang terbaik serta desain bangunan yang diinginkan.

Untuk masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik tentu hal itu tidak menjadi masalah yang berarti. Mereka bisa membeli bahan bangunan terbaik dan mendesain rumah sesuai dengan keinginannya.

Tapi bagaimana dengan masyarakat yang kemampuan ekonominya pas-pasan atau bahkan kekurangan. Ya, mereka yang termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu inilah yang menjadi salah satu target pemerintah di sektor penyediaan perumahan.

Meskipun mereka berpenghasilan rendah, tapi kadang mereka sudah memiliki modal dasar berupa tanah peninggalan orang tua maupun sudah membeli sebidang tanah dari hasil tabungannya. Namun demikian, keterbatasan anggaran yang ada membuat mereka harus menunda untuk membangun rumah.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki terobosan guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam proses pembangunan rumah.

Salah satunya melalui Program Klinik Rumah Swadaya (KRS) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa dipungut biaya sepeser pun atau gratis.

Lalu apa yang dimaksud dengan Klinik Rumah Swadaya ini? Klinik Rumah Swadaya (KRS) pada dasarnya merupakan salah satu layanan informasi dan bantuan teknis kepada masyarakat secara individu atau kelompok untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pemenuhan rumah layak huni.

Dalam hal ini pemerintah siap memberikan konsultasi gratis kepada masyarakat yang ingin membangun rumah mulai dari perencanaan desain dan pengawasan pembangunan rumah masyarakat.
Untuk mengakses layanan KRS ini masyarakat dapat mendaftar sebagai pengguna layanan melalui laman website www.krs.perumahan.pu.go.id.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengunjungi layanan publik Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yang ada di setiap Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (Balai P2P) yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia. Informasi lokasi pelayanan KRS di Balai P2P bisa dicari di laman www.perumahan.pu.go.id atau dapat menghubungi nomor kontak Whatsapp (WA) Center Direktorat Jenderal Perumahan di nomor 085975062727.

Tujuan utama yang ingin dicapai pemerintah melalui Klinik Rumah Swadaya (KRS) ini adalah untuk memberikan bantuan teknis kepada masyarakat serta layanan informasi rumah layak huni sekaligus mendorong keswadayaan masyarakat dalam pemenuhan rumah layak huni.

Sedangkan yang dapat dilayani dalam Klinik Rumah Swadaya (KRS) ini antara lain masyarakat yang ingin membangun atau memperbaiki rumah sederhana, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun masyarakatyang ingin membangun memperbaiki bangunan sederhana.

Ada sejumlah ruang lingkup layanan Klinik Rumah Swadaya (KRS) ini antara lain pertama, perencanaan rumah terkait desain, penyusunan rencana anggaran biaya pembangunan, proses perizinan bangunan gedung (PBG) atau perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/ atau merawat bangunan yang ada.

Kedua adalah perenvanaan pembangunan rumah misalnya pelaksanaan kontruksi bangunan, pemilihan material dan penentuan tukang. Ketiga adalah pemanfaatan rumah terkait dengan pemeliharaan, perawatan pengembangan dan renovasi rumah.

Apabila menggunakan jasa konsultan untuk membangun rumah tentunya biaya yang dibutuhkan cukup besar. Jadi Klinik Rumah Swadaya (KRS) ini bisa menjadi pilihan tepat bagi keluarga baru di Indonesia maupun masyarakat yang ingin memiliki rumah layak huni. Semoga kita semua bisa membangun rumah impian sesuai dengan anggaran yang ada. (srv)

Pranata Humas Ahli Muda
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR

Tags: PUPRrumah

Berita Terkait.

India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Asal Indonesia, Potensi Ekspor Meningkat
Nasional

India Hentikan Penyelidikan Antisubsidi Kaca Asal Indonesia, Potensi Ekspor Meningkat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:03
BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya
Nasional

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00
BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Nasional

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    1066 shares
    Share 426 Tweet 267
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.