• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kasus Meninggalnya Afif Maulana, Begini Komentar Pakar Hukum

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 2 Juli 2024 - 10:30
in Nasional
police line

Ilustrasi garis polisi. Foto: Dok Tribratanews

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus meninggalnya Afif Maulana (13), yang ditemukan di sungai Kuranji, Padang, Sumatera Barat masih hangat menjadi perbincangan.

Ada perdebatan keterangan penyebab hilangnya nyawa seorang remaja itu. Apalagi kasusnya berdekatan dengan HUT ke-78 Bhayangkara yang jatuh pada, Senin (1/7/2024).

BacaJuga:

Masuk Ancaman Nonmiliter, Konten LGBT di Ruang Publik Bakal Dibatasi

Persaingan Merek FMCG Makin Ketat, Produk Apa Saja Jadi Pilihan Utama Konsumen

Atasi Keterbatasan APBD, Wamendagri Ribka Haluk Kawal Usulan Pembangungan KPP Empat DOB Papua Masuk PSN

Polda Sumatera Barat membantah, anggapan publik yang menyebut Afif meninggal karena dianiaya aparat. Korban disebut jatuh ke sungai Kuranji. Namun, aparat mengakui melanggar prosedur ketika menangani kasus yang bermula dari tawuran.

Sementara investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menyebutkan, Afif diduga meninggal setelah tertangkap sejumlah anggota polisi hendak mencegah tawuran. Afif Maulana meninggal pada Sabtu (8/6/2024) malam.

Pengamat Hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengkritik, tindakan polisi yang berlebihan ketika mengamankan sejumlah remaja yang ingin melakukan aksi tawuran. Padahal seorang yang ditetapkan tersangka berhak mendapat perlindungan.

“Saya kira sudah banyak bukti bermunculan bahwa aanggota polisi itu sudah keterlakuan, padahal anak-anak itu bukan penjahat, perlakuannya keterlaluan, penjahat saja tidak bokeh dianiaya. Ini sudah diperlakukan yang melebihi batas dan melanggar HAM,” kata Abdul Fickar melalui gawai, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Tentu polisi harus bertindak mengusut kasus kematian Afif. Itu sesuai dengan tugas Polri mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Kesalahan prosedur saat menangani tawuran bisa saja karena kesalahan seleksi penerimaan anggota Polri.

“Jadi bagaimanapun ceritanya polisi-polisi itu harus bertanggung jawab atas kematian remaja itu. Bukannya melayani dan mebgayomi masyarakat, justru malah menganiaya masyarkaat, jangan-jangan ada yang keliru dalam pola perekrutannya,” kritik Fickar.

Ia menginginkan, ada perbaikan metode pendidikan dalam penerimaan Polri. Sebab kekerasan yang dilakukan anggota Korps Bhayangkara telah terjadi berulang kali.

“Demikian juga kurikulum kepolisian diperbaiki agar lebih melayani masyarakat, ketimbang menjadi keras dan kejam terhadap masyarakat,” ucap Fickar.

Sekaligus menjadi hadiah untuk melakukan koreksi dalam momentum HUT ke-78 Bhayangkara. Sebab, tugas dan fungsi aparat kepolisian belum optimal dijalankan.

“Ya, kado untuk lebih bebenah diri, ternyata fungsi yang diamanatkan oleh Undang-Undang kepolisian belum maksimal, terutama dalam fungsi sebagai penegak hukum,” kritik Fickar.

Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Suharyono mengklaim, penyiksaan oleh anggotanya tidak bertalian dengan kasus kematian Afif Maulana. Pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh anggotanya terjadi di Polsek setempat.

“Tindakan di luar prosedur ini TKP-nya di Polsek Kuranji, kasus AM, TKP-nya beda lagi,” jelas Suharyono terpisah saat jumpa pers di Padang, kemarin lusa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli yaitu dokter forensik, dinyatakan penyebab kematian almarhum Afif Maulana karena patah tulang iga yang merobek paru-paru.

“Jadi, korban Afif ini tidak ada mendapatkan penganiayaan atau penyiksaan dari anggota yang melakukan pengamanan atau pen­­cegahan aksi tawuran pada malam itu,” ucap Suharyono. (dan)

Tags: BhayangkaraHUT BhayangkaraHUT ke-78 BhayangkarakekerasanOknum Polisi

Berita Terkait.

lgbt
Nasional

Masuk Ancaman Nonmiliter, Konten LGBT di Ruang Publik Bakal Dibatasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:11
Venu-Madhav
Nasional

Persaingan Merek FMCG Makin Ketat, Produk Apa Saja Jadi Pilihan Utama Konsumen

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:12
ribka
Nasional

Atasi Keterbatasan APBD, Wamendagri Ribka Haluk Kawal Usulan Pembangungan KPP Empat DOB Papua Masuk PSN

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:02
sumut
Nasional

Sumut Tancap Gas Manfaatkan Tambahan TKD untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:23
wiyagus
Nasional

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pemda Jadi Simpul Kolaborasi Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:13
papua
Nasional

Tinjau Infrastruktur Strategis di Papua, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Program Prioritas Berjalan Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    11690 shares
    Share 4676 Tweet 2923
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2633 shares
    Share 1053 Tweet 658
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1253 shares
    Share 501 Tweet 313
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1179 shares
    Share 472 Tweet 295
Mbapee
Olahraga

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Editor Dilianto
Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe menyesali kegagalan strategi dan lemahnya eksekusi di lapangan yang membuat Les Bleus gagal...

SelengkapnyaDetails
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:40
Timnas-Prancis

Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Takkan Biarkan Spanyol Dominasi Bola

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:13
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.