• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Maju Bersama Bela dan Beli Produk UMKM

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 27 Juni 2024 - 19:00
in Nasional
Kepala BKKBN, Dokter Hasto membuka Pameran dan Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan UMKM di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2024). Foto: Dok. BKKBN

Kepala BKKBN, Dokter Hasto membuka Pameran dan Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan UMKM di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2024). Foto: Dok. BKKBN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dokter Hasto membuka Pameran dan Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan dan UMKM, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2024). Kegiatan ini menjadi rangkain pelaksanaan hari keluarga berencana nasional yang puncak peringatan akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, 29 Juni mendatang.

Dalam pembukaan pameran, dokter Hasto menekankan masyarakat Indonesia harus saling mendukung dalam pertumbuhan ekonomi. Saling bertukar hasil karya, karena semua wilayah di Indonesia memiliki potensi dan keunikan masing-masing, dan alamnya memiliki produk dan keunggulan yang saling membutuhkan.

BacaJuga:

Mendikdasmen: SEB Pelaksanaan Upacara Bendera Bagian Pendidikan Karakter Siswa

Polemik Data Desil Disorot DPR, Jadi Evaluasi Penting dalam RUU Satu Data Indonesia

RUU Pelindungan Saksi dan Korban Mulai Dibahas, DPR Siapkan Paradigma Baru yang Lebih Proaktif

“Untuk kita maju bersama itu kuncinya kita saling membela dan saling membeli produk ke lokalan. Saya agak prihatin, untuk hal sepele air minum saja kita harus masuk ke capital besar dan memperkaya negara lain. Padahal itu semua adalah milik kita bersama,” ungkap dokter Hasto.

Lebih lugas dia menjabarkan dalam kesempatan gelaran pameran, perputaran uang untuk saling membeli, baik produk makanan atau pun hasil kerajinan tangan, sampai perabotan rumah tangga diproduksi oleh UMKM. Dalam kegiatan pameran tersebut semua provinsi memamerkan hasil karya terbaik. Meski didominasi pakaian, makanan, tapi semua mempertontonkan kualitas yang sangat baik dari semua peserta pameran.

“Jangan semua berbasis asing, kalau bukan kita beli dan bela produk kita sendiri, maka kita akan menjadi rapuh. UMKM ini juga penopang ekonomi nasional. Kalau perusahaan besar bangkrut langsung pemutusan tenaga kerja skala besar, tapi UMKM akan lebih kuat, apalagi kalau kita saling menopang,” pinta.

Banyak masyarakat Indonesia yang sudah meninggalkan makanan khas daerah masing-masing, karena masuk nya produk luar. Sehingga, kalau bukan masyarakat Indonesia yang mencintai produknya maka akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi skala rumah tangga.

“Bahwa hari ini banyak makanan yang bisa didapat dari produk dalam negeri tetapi kita tidak makan. Contoh, seperti ubi-umbian saja sebetulnya banyak sekali yang ditinggalkan padahal itu sumber karbohidrat yang cukup baik kemudian, begitu juga ikan sebenarnya bisa menggantikan daging impor, karena daging itu kan tidak lebih baik untuk menurunkan angka stunting jadi artinya protein dan omega 3 yang dibutuhkan lebih baik di lele, ikan dan telur,” urai dokter Hasto.

Dokter Hasto berharap produk dalam negeri itu harus dikuasai. “Kalau produk kita yang ada di dalam negeri dan tidak kita kuasai dan cintai produk dalam negeri saya kira itu sangat berat sekali kedepannya,” ungkapnya.

Pada kesempatan kali ini, banyak pelaku usaha UMKM mendapatkan penyerahkan sertifikat izin berusaha (NIB).
Menurut dokter Hasto, langkah tersebut sebagai pertanda di hari keluarga besar nasional ini izin berusaha untuk kelompok kelompok UMKM yang mengutamakan kesejahteraan keluarga itu harus mendapatkan perhatian pemerintah.

“Pemerintah harus memperhatikan yang kecil-kecil tapi banyak itu lebih baik daripada besar tapi hanya sedikit karena kalau ada guncangan ekonomi yang besar itu mudah jatuh. Kalau kecil banyak akar serabut lebih kuat dari pada akar tunggal. Jadi usaha juga sama kalau UMKM itu lebih punya daya tahan tinggi daripada pengusaha besar satu punya karyawan 10.000 setelah itu di phk. Disini saya sampaikan pentingnya UMKM berbasis keluarga,” pungkas dokter Hasto. (ney)

Tags: bkkbnUMKM

Berita Terkait.

abdul
Nasional

Mendikdasmen: SEB Pelaksanaan Upacara Bendera Bagian Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:20
hanifa
Nasional

Polemik Data Desil Disorot DPR, Jadi Evaluasi Penting dalam RUU Satu Data Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:11
dewi
Nasional

RUU Pelindungan Saksi dan Korban Mulai Dibahas, DPR Siapkan Paradigma Baru yang Lebih Proaktif

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:30
yunus
Nasional

Soroti Penanganan Kasus Air Keras Timpa Aktivis HAM, Ray Rangkuti: Ada Kejanggalan

Senin, 30 Maret 2026 - 23:33
dave
Nasional

Soroti Pasukan TNI Tewas di Lebanon, Komisi I Dorong Evaluasi dan Opsi Penarikan Pasukan

Senin, 30 Maret 2026 - 21:41
benny
Nasional

Pernyataan Bupati Lebak kepada Wakilnya Tidak Patut Diucapkan

Senin, 30 Maret 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.