INDOPOSCO.ID – Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan (Korsel) melalui Program Government to Government (G to G) masih banyak diminati para PMI. Terdapat dua bidang yakni, manufaktur dan perikanan. Kabarnya akan dibuka sektor baru untuk calon pekerja migran.
Representatif Indonesia EPS Center Park Sehoon mengatakan, sektor manufaktur menjadi unggulan bagi pekerja migran Indonesia. Rencananya Korea Selatan akan membuka sektor di bagian hotel maupun restoran.
“Semester kedua tahun ini, sebagai percontohan yang pertama kali itu dibuka sektor servis. Jadi, harapannya nanti untuk sektor servis juga ada penempatan yang banyak,” kata Park Sehoon di Jakarta saat pelepasan PMI, Senin (24/6/2024).
Sekaligus akan menambah jumlah pekerja migran asal Indonesia, yang akan bekerja di negeri Gingseng itu. Namun, ia tak menyebutkan secara detail rencana penambahannya.
“Jadi, kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana untuk kuota (PMI) itu bisa bertambah,” ujar Park Sehoon.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pelepasan PMI hari ini terdapat tiga tujuan negara penempatan. Dari Korea Selatan, Jerman hingga Taiwan.
“Diberangkatkan ke Korea Selatan, kemudian juga Jerman dan Taiwan untuk skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T),” ujar Benny dalam kesempatan yang sama.
“Sekitar 500-an (PMI) diantara mereka harus mengikuti OPP atau orientasi pra penemptan sebelum terbang,” tambahnya.
Jumlah PMI yang meningkat setiap pekannya, tentu menjadi fenomena positif bagi tenaga pekerja yang ingin mencari pengalaman ke luar negeri. Tentu negara harus memberikan fasilitas.
“Nah, ini gambaran bahwa anak-anak muda itu memiliki minat yang sangat tinggi bekerja ke luar negeri,” ucap Benny. Setiap tahunnya, jumlah penempatan CPMI ke Korea terus bertambah. Dari 7.000 hingga 13.000 di tahun 2023. (dan)










