• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Keberadaan Orang Utan, Salah Satu Bukti Keberhasilan Reklamasi KPC

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 11 Juni 2024 - 10:24
in Ekonomi
orang-utan-co

Ilustrasi keberadaan Orang Utan di hutan. Foto: Tangkapan layar TikTok

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengelolaan lingkungan merupakan bagian sangat penting dalam operasional penambangan di PT. Kaltim Prima Coal (KPC), anak perusahaan PT Bumi Resources, Tbk. (BUMI), emiten batu bara terbesar di Indonesia. Pengelolaan dampak lingkungan mulai tahap awal operasional sampai reklamasi area pascatambang tidak hanya memiliki kontribusi terhadap terciptanya keberlanjutan perusahaan dari perspektif ekonomi, sosial dan lingkungan.

KPC berkomitmen untuk menjaga keanekaragaman hayati dan patuh pada seluruh aturan lingkungan yang berlaku, yang dituangkan dalam Kebijakan KPLKPB&PKB (Keselamatan Pertambangan, Lingkungan Hidup, Keamanan, Pembangunan Berkelanjutan dan Peningkatan Kinerja Bisnis).

BacaJuga:

Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah, Begini Penjelasan Menteri Maman

PP 20/2026 Beri Kepastian Baru, UMKM Bisa Nikmati Tarif 0,5 Persen Secara Berkelanjutan

Langkah Awal Ekspansi Global: Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang

Keanekaragaman hayati menjadi indikator penting sebagai parameter keberhasilan reklamasi tambang. KPC mengidentifikasi dan menetapkan area konservasi bernilai tinggi pada wilayah konsesi tambang yakni di Kawasan Konservasi Taman Payau yang merupakan kawasan reklamasi tahun 1998 dengan luasan ±163,60 hektare (ha), Kawasan Konservasi Arboretum Murung dan Swarga Bara seluas 23,56 ha, Kawasan Konservasi Pinang Dome seluas 968,71 hektar dan Kawasan Konservasi Mangrove Tanjung Bara seluas 382,92 ha.

Pada 2021 KPC melakukan kegiatan monitoring berkala terhadap kehadiran satwa di area reklamasi KPC. Salah satu hal menarik ditemukan bahwa orang utan (pongo pygmaeus morio) yang merupakan hewan langka dilindungi hadir di semua area monitoring.

Orang utan ditemukan baik secara langsung, melalui kamera maupun identifikasi sarang, terdiri dari anak, remaja, betina dan jantan dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa orang utan berkembang biak dan beradaptasi pada area reklamasi pascatambang.

Dalam menjaga kawasan ini KPC berkoordinasi dan bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kutai (BTNK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Pusat Penilitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut), Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (Ecositrop), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Lembaga Adat Hutan Lindung Wehea. Kerja sama ini terkait penelitian dan pengembangan, perlindungan kawasan, pemberdayaan masyarakat, pemulihaan ekosistem dan pengembangan wisata alam.

Chiko adalah orang utan dewasa jantan berusia 20 tahun yang pernah hidup di kawasan reklamasi KPC. Setelah 8 tahun hidup berdampingan dengan manusia, Chiko ditranslokasikan ke Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau dengan luas area lebih dari 11 ribu ha untuk menghindari perubahan perilaku dan pertarungan dengan orang utan yang lebih muda.

BKSDA Kaltim memutuskan Chiko untuk ditranslokasikan ke Hutan Lindung yang jauh dari permukiman. Proses persiapan dilakukan dengan melibatkan Tim Environmental KPC dan BKSDA Kaltim, serta para dokter hewan. Chiko Kembali ke habitat aslinya yang memiliki daya dukung baik bagi kehidupan orang utan. Kehadirannya menjadi sebagian bukti keberhasilan reklamasi. Sebuah upaya mengembalikan lahan bekas tambang sebagai area nyaman bagi satwa liar yang hidup berdampingan dengan manusia.

Menurut peneliti orang utan Dr. Yaya Rayadin, Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, yang dikutip dari laman KPC, orang utan terlihat nyaman hidup di areal reklamasi pada wilayah pertambangan KPC karena merupakan areal tertutup, tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang dan memiliki keragaman pakan serta ketersediaan pohon yang memadai untuk sarang orang utan.

Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ecositrop, di kawasan reklamasi KPC. Penelitian ini digelar pada 2012, 2018, 2021, dan masih berlangsung di 2024.

“BUMI bersama seluruh anak usaha termasuk KPC menaruh perhatian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Keberadaan orang utan dalam suatu ekosistem menjadi indikasi ekosistem yang sehat dan layak menjadi tempat hidup bagi beragam satwa lain,” ujar Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie, dalam keterangannya, Senin (10/6).

“Harapannya, pengelolan kawasan konservasi dapat sejalan dengan program nasional sehingga menjadi lebih efisien dan efektif,” tambahnya. (ibs)

Tags: bumiBumi ResourcesKPCorang utanreklamasi

Berita Terkait.

Pakai Rompi Pink, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung
Ekonomi

Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah, Begini Penjelasan Menteri Maman

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:01
Pakai Rompi Pink, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung
Ekonomi

PP 20/2026 Beri Kepastian Baru, UMKM Bisa Nikmati Tarif 0,5 Persen Secara Berkelanjutan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:04
Langkah Awal Ekspansi Global: Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang
Ekonomi

Langkah Awal Ekspansi Global: Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:13
Kunjungan-Kerja
Ekonomi

Bea Cukai Turun Langsung Dampingi Pelaku Usaha Perkuat Daya Saing Industri

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:46
Ekspor
Ekonomi

Kopi Robusta Kerinci Tembus Pasar Mesir, Dorong Peluang Ekspor Produk Lokal Jambi

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:25
Beras
Ekonomi

Harga Beras Bergerak Tipis, Inflasi Mei Tunjukkan Tren Positif

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3520 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1047 shares
    Share 419 Tweet 262
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Nova Arianto Tetapkan 23 Pemain, Timnas Indonesia Siap Menggebrak Piala AFF U-19 2026

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

    1041 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.