• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Beijing Minta AS Tak Campuri Latihan Militer China di Sekitar Taiwan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:12
in Internasional
cina

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Jumat (24/5). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah China meminta Amerika Serikat untuk tidak mencampuri latihan militer Tentara Pembasan Rakyat (PLA) China di sekitar Taiwan.

“Taiwan adalah Taiwan milik China, AS tidak dalam posisi untuk menuding China atas apa pun,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Jumat (24/5).

BacaJuga:

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB

Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada

Latihan militer itu digelar di Selat Taiwan di bagian utara, selatan, dan timur Pulau Taiwan, serta daerah-daerah di sekitar pulau Kinmen, Matsu, Wuqiu, dan Dongyin mulai Kamis (23/5) pagi.

Merespons latihan itu, Departemen Pertahanan AS mengatakan pihaknya “memantau dengan sangat cermat”.

Mereka juga menilai bahwa tindakan China “ceroboh, berisiko meningkatkan eskalasi, dan mengikis norma-norma lama yang telah menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan selama beberapa dekade sekaligus mendesak Beijing untuk menahan diri.”

“Ketegangan di Selat Taiwan disebabkan oleh upaya Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk meminta dukungan AS atas apa yang disebut ‘kemerdekaan Taiwan’ dan upaya beberapa pihak di AS untuk menggunakan Taiwan sebagai alat membendung China atas nama perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Wang Wenbin.

Jika AS benar-benar ingin menjaga Selat Taiwan tetap damai dan stabil, kata Wang, AS harus tegas menjunjung prinsip Satu China dan menentang “kemerdekaan Taiwan.”

“China tidak akan pernah menoleransi upaya siapa pun untuk memayungi kegiatan separatis ‘kemerdekaan Taiwan’ dengan dalih apa pun,” kata dia, menambahkan.

Wang menilai dalam beberapa hari terakhir, para pemimpin politik di banyak negara telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap prinsip Satu China.

Mereka juga memberikan dukungan terhadap penolakan China terhadap kegiatan separatis “kemerdekaan Taiwan” serta mendukung reunifikasi nasional, katanya.

Hal itu menunjukkan bahwa komitmen komunitas internasional terhadap prinsip Satu China “tidak tergoyahkan,” kata Wang.

“Upaya ‘kemerdekaan Taiwan’ tidak akan membuahkan hasil,” kata dia. “Siapa pun yang berkomplot dan mendukung ‘kemerdekaan Taiwan’ akan terbakar karena bermain api.”

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menghalangi China untuk menegakkan kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.

“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menggagalkan segala upaya ‘kemerdekaan Taiwan’,” kata Wang, menegaskan.

Latihan itu digelar tiga hari setelah William Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik (DPP) dilantik sebagai pemimpin Taiwan. Dia dinilai sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan Taiwan.

Ching-te digambarkan sebagai pembela demokrasi Taiwan, tetapi Beijing menyebutnya “berbahaya” dan menjadi bagian dari “kelompok separatis” sehingga dapat memicu konflik di Selat Taiwan.

Selama dipimpin Tsai Ing-wen dari DPP sejak 2016, Taiwan mengambil sikap keras menentang Beijing dan prinsip Satu China. Prinsip itu menegaskan bahwa Taiwan merupakan wilayah di bawah kekuasaan Beijing.

China terakhir kali menggelar latihan besar-besaran dengan skenario pengepungan total Taiwan pada pertengahan 2022 sebagai respons atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Taiwan juga mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk menjaga wilayah udara dan perairannya sebagai respons atas untuk latihan militer China saat itu. (bro)

Tags: ASbeijingLatihan Militer ChinaTaiwan

Berita Terkait.

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Internasional

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:07
Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB
Internasional

Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:17
Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada
Internasional

Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57
aidi
Internasional

BKSAP DPR Soroti Larangan Jilbab di Azerbaijan: Bukan Simbol Ekstremisme

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14
riyadh
Internasional

Houthi Serang Bandara Riyadh, DPR Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:01
Resepsi-Diplomatik
Internasional

Pesan Prabowo Menggema di Montreal, Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:57

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Pengusaha Pilihan

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.