• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Orang yang Stunting Berpenghasilan 22 Persen Lebih Rendah dari Orang Normal

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Jumat, 10 Mei 2024 - 01:37
in Nasional
pelayanan-KB

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo memberikan pelayanan KB kepada salah satu warga di sela Rakerda program Bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu, Rabu (8/5/2024). (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengatakan, orang yang stunting berpotensi memiliki penghasilan 22 persen lebih rendah dari orang normal.

“Pendapatan orang yang stunting selisih 22 persen jika dibandingkan yang tidak stunting. Oleh karena itu, bagaimana bisa menanggung orang tuanya kalau anaknya saja stunting. Ini jadi masalah,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (9/5/2024).

BacaJuga:

Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia Lewat BWB Expo 2026

DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Lahirkan Generasi Unggul Kepemimpinan 

Hasto mengemukakan hal tersebut pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Bengkulu, Rabu (8/5).

Menurutnya, kasus stunting dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan dan pendapatan per kapita daerah, utamanya dalam menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini, sehingga sekolah dan perusahaan perlu berkolaborasi membuat program penurunan stunting.

“Sekarang ini sekolah vokasi dan kesempatan kerja harus dapat menurunkan stunting. Kalau tidak, nantinya yang ditanggung generasi muda adalah para orang tua yang populasinya merupakan generasi stunting,” ujar dia.

Dokter spesialis kandungan ini menegaskan pentingnya memperhatikan kualitas perempuan, karena jika tidak mendapatkan edukasi dan asupan gizi dengan benar, di masa depan berpotensi menghasilkan para janda yang tidak produktif.

“Populasi orang tua berstatus janda lebih banyak daripada laki-laki. Miskin ekstrem juga akan didominasi oleh janda-janda yang sudah terlanjur tua dan tidak bisa diubah jadi produktif karena pendidikannya rendah,” tuturnya.

Hasto juga menyoroti jumlah pemakaian kontrasepsi (KB) di beberapa kota dan kabupaten Provinsi Bengkulu yang berkontribusi menurunkan stunting.

“Ada risiko keluarga yang stunting. Ini kalau KB-nya bagus, risiko stuntingnya turun, tetapi ini ada yang anomali, di Kota Bengkulu pemakaian KB-nya rendah tapi stunting turunnya bagus,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Rosjonsyah Syahili Sibarani menekankan pentingnya konvergensi pusat ke daerah untuk menurunkan prevalensi stunting, salah satunya melalui pembaruan data penerima bantuan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menurunkan stunting.

“Ada kenaikan empat persen (stunting di Provinsi Bengkulu). Ini perlu strategi, tidak bisa kita sendiri. Ada TNI, Polri kita angkat jadi bapak asuh anak stunting, Babinsa juga turun ke bawah, intervensi kita bersama turunkan angka prevalensi stunting. Saya masih optimis target yang bisa dikejar apabila kita secara konvergensi dari pusat ke daerah betul-betul turun,” katanya. (dam)

Tags: dr. Hasto WardoyoKepala BKKBNRakerdastunting

Berita Terkait.

Rupiah Melemah, Industri Lokal Diminta Tancap Gas Rebut Pasar Global
Nasional

Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia Lewat BWB Expo 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:47
Harga Telur Anjlok, Pemerintah Serap Produksi Peternak untuk Dapur MBG 
Nasional

DPR Sambut Gagasan Pengawas Dana Kampanye, Dorong Reformasi Demi #PemiluBersih

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:31
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Lahirkan Generasi Unggul Kepemimpinan 
Nasional

Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Lahirkan Generasi Unggul Kepemimpinan 

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:17
Purbaya Beber Alasan Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Atas 5 Persen
Ekonomi

Purbaya Beber Alasan Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Atas 5 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:31
Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal
Nasional

Peningkatan Kualitas Permohonan Hak PVT Jadi Fokus PVTPP Kementan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01
Darunnajah
Nasional

Universitas Darunnajah Bawa Isu Wakaf Pendidikan ke ICOP 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:36

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2159 shares
    Share 864 Tweet 540
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1060 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    858 shares
    Share 343 Tweet 215
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.