• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pasar Terus Menguat, Bulan Depan Rupiah Bakal Kembali ke Rp16.000 per Dolar AS

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 4 Mei 2024 - 07:07
in Ekonomi
dolar

Mata uang rupiah dan dollar AS. Foto : Antara/Puspa Perwitasari/kye/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, mata uang Rupiah akan menguat ke level Rp16.000 per dolar AS, bahkan hingga Rp15.800 di bulan depan atau mulai Juni 2024.

“Penguatan nilai tukar rupiah itu akan terus berlangsung dari sekarang sampai dengan akhir tahun. Itu terpantau kalau kita lihat data-data di pasar yang non-delivery forward di luar negeri atau domestic non-delivery forward di dalam negeri dalam tempo satu bulan ke depan juga akan terus menguat mengarah ke Rp16.000,” kata Perry saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

BacaJuga:

Awal 2026 Positif, PHE Percepat Eksplorasi Demi Energi Masa Depan

Dorong UMKM dan Ekraf, Pemerintah ‘Gaspol’ Tekan Kemiskinan Ekstrem

Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai

Menurut Perry, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dikarenakan adanya empat faktor utama.

Yang pertama, dengan keputusan BI menaikan suku bunga atau BI Rate menjadi 6,25 persen. Selain itu, bank sentral juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi sebesar 5,5 persen dan suku bunga lending facility di level 7 persen.

Faktor kedua, penguatan Rupiah didorong dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang terus mencatatkan inflow. Hal ini mencerminkan kembali bahwa investasi portofolio Rupiah masih menarik bagi para investor.

“Ini daya tarik imbal hasil investasi portofolio di Indonesia kembali menarik dengan kenaikan itu kalau dibanding India, perbedaan yield lebih baik sehingga lebih attractive,” ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BI, SRBI hingga Mei 2024 mencatatkan inflow sebesar Rp1,58 triliun, diikuti dengan surat berharga negara (SBN) yang juga sudah mencatatkan inflow Rp3,75 triliun.

“Sampai dengan kemarin SRBI, tiga hari pertama pada minggu Mei ini sampai dengan kemarin SRBI inflow terus jumlahnya Rp1,58 triliun bahkan SBN yang semula outflow sudah inflow, minggu pertama Mei, tiga hari pertama ini total adalah Rp3,75 triliun,” kata Perry dilansir Antara.

Faktor ketiga, penguatan Rupiah juga turut didorong oleh prospek ekonomi Indonesia yang baik serta berdaya tahan kuat, seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, inflasi rendah, kredit juga terus tumbuh.

Faktor keempat, lanjut Perry, penguatan rupiah dipacu juga oleh komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus koordinasi dengan pemerintah dan KSSK. (aro)

Tags: dolarrupiahuang

Berita Terkait.

Lepas-Pantai
Ekonomi

Awal 2026 Positif, PHE Percepat Eksplorasi Demi Energi Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:33
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Ekonomi

Dorong UMKM dan Ekraf, Pemerintah ‘Gaspol’ Tekan Kemiskinan Ekstrem

Senin, 4 Mei 2026 - 23:11
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Ekonomi

Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai

Senin, 4 Mei 2026 - 22:51
Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Ekonomi

Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis

Senin, 4 Mei 2026 - 21:31
Temuan Porcine pada Meat Bone Meal, BPJPH-Barantin Tingkatkan Pengawasan Pakan Ternak
Ekonomi

Temuan Porcine pada Meat Bone Meal, BPJPH-Barantin Tingkatkan Pengawasan Pakan Ternak

Senin, 4 Mei 2026 - 19:51
ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Kredit Karbon RI Berbasis AI dan Blockchain
Ekonomi

ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Kredit Karbon RI Berbasis AI dan Blockchain

Senin, 4 Mei 2026 - 19:32

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3678 shares
    Share 1471 Tweet 920
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1598 shares
    Share 639 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.