• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Bantu Pemerataan Ekonomi

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 April 2024 - 10:05
in Ekonomi
Angkasa Pura Airports bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (Angkasa Pura 1)

Angkasa Pura Airports bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (Angkasa Pura 1)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembangunan infrastruktur transportasi mampu mengangkat ekonomi nasional. Sebab, keberadaanya dapat merajut dan mempersatukan ragam aktivitas, termasuk bisnis menjadi efisien.

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo melalui Kabinet Indonesia Maju 2014-2024, memiliki visi untuk meraih Indonesia Emas di tahun 2045 atau usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia, dan menjadi lima besar negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di dunia.

BacaJuga:

Pertamina Berkah, PHE Salurkan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera

Potensi Biomassa Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Derasnya Produk Impor, Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Tingkatkan Daya Saing

Dalam mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan pembangunan di segala bidang, salah satunya infrastruktur transportasi. sektor transportasi memiliki kontribusi pembangunan infrastruktur nasional.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi pondasi bagi meningkatnya keterhubungan antarwilayah, pertumbuhan ekonomi wilayah, dan kemajuan peradaban, yang berkontribusi pada peningkatan daya saing bangsa.

“Kehadiran infrastruktur transportasi publik diharapkan, mampu menjadi solusi dan menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi seperti: keterisolasian wilayah, distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, inefisiensi layanan transportasi, hingga polusi dan kemacetan,” kata Adita Irawati melalui gawai, Jakarta, Sabtu (13/4/2024).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi secara merata turut berkontribusi pada peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengutip Kemenko Perekonomian, dari berbagai pembangunan proyek strategis nasional (PSN) selama kurun waktu 10 tahun, telah meningkatkan daya saing bangsa.

Berdasarkan data dari International Institute for Management Development (IMD) Global Competitiveness Index Tahun 2023, dengan sejumlah kriteria penilaian dari sisi kinerja ekonomi, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastruktur, posisi Indonesia berada di peringkat 34 dunia, atau naik 10 peringkat dari tahun 2022.

Bahkan sektor transportasi berkontribusi pada biaya logistik nasional. Berdasarkan data Bappenas, Kemenko Perekonomian dan Badan Pusat Statistik, biaya logistik nasional saat ini sebesar 14,29 persen dari PDB.

Dalam 10 tahun ke depan, biaya itu diharapkan dapat diturunkan hingga berada di kisaran 10 persen dari PDB, dan ditargetkan turun dalam kisaran 8 persen dari PDB pada 2045.

Sementara data BPS, pada 2022 dan 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh di kisaran 4 sampai dengan 5 persen. Sektor transportasi pun tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu di kisaran 15 persen, yang turut mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menyatakan, pembangunan infrastruktur transportasi tentu punya kontribusi besar terhadap peningkatan jumlah UMKM di Tanah Air. Contohnya penambahan simpul transportasi yakni stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan.

“Maka ini, merupakan sebuah peluang bagi masyarakat dan UMKM karena dapat berjualan di sana seperti tenant makanan, minuman, marchendise, oleh-oleh dan sebagianya,” ucapnya dengan penuh rasa yakin.

Di sisi lain, untuk mengetahui sejauh mana kemajuan perekonomian Indonesia, tolak ukurnya tentu beraneka ragam, tidak hanya dilihat dari sektor transportasi saja. Namun demikian, sektor transportasi jadi salah satu indikator yang ada di dalamnya.

“Tapi, satu hal yang pasti, transportasi modern yang dulu hanya ada di luar negeri, kini sudah hadir di dalam negeri. Ini menjadi laboratorium yang baik bagi Sumber Daya Manusia nasional untuk belajar banyak terkait teknologi baru,” ujar Adita Irawati.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dan dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) tahun 2005 – 2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019 dan 2020-2024, Kementerian Perhubungan diamanahi membangun konektivitas untuk menghubungkan dan mempersatukan Indonesia.

“Berbagai pembangunan infrastruktur transportasi dilakukan dengan paradigma Indonesia Sentris, atau merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan tiga indikator capaian utama yaitu: meningkatkan konektivitas, pelayanan, dan keselamatan transportasi,” jelas Adita.

Visi tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan berbagai program dan kebijakan, yang dituangkan di dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan lima tahunan (2015 – 2019 dan 2020 – 2024) dan rencana kerja tahunan Kementerian Perhubungan.

“Intinya, Kemenhub bersama pemangku kepentingan di sektor transportasi terus berkomitmen melanjutkan berbagai pembangunan konektivitas antar wilayah, meningkatkan integrasi antarmoda,” tuturnya.

Termasuk mengembangkan transportasi massal perkotaan, green and smart mobility, serta membangun transportasi yang inklusif dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan mendukung pemerataan ekonomi Indonesia.

Kemenhub membangun infrastruktur transportasi publik yang modern dan berteknologi tinggi seperti: LRT Jabodebek, MRT, Kereta Cepat, dan sejumlah moda transportasi lainnya di Indonesia.

Ia menyadari, pembangunan infrastruktur merupakan suatu pekerjaan besar dengan nilai investasi dan resiko besar, yang seringkali tidak bisa dirasakan dampaknya dalam waktu yang singkat.

“Agar dapat berfungsi optimal, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektoral untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung,” cetusnya.

Sebab, tugas Kemenhub tidak berhenti ketika infrastruktur sudah selesai dibangun, tetapi harus memikirkan bagaimana kehadiran infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat banyak atau diistilahkan dengan “Netes/Delivered”.

“Kami diamanahi bahwa infrastruktur transportasi yang telah terbangun harus dihubungkan atau terintegrasi dengan titik-titik ekonomi seperti destinasi pariwisata, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sentra produksi baik itu pertanian, perikanan, dan industri kecil/UMKM,” imbuhnya. (dan)

Tags: Infrastruktur TransportasikemenhubPemerataan Ekonomi

Berita Terkait.

Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Pertamina Berkah, PHE Salurkan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera

Minggu, 6 September 2026 - 15:24
Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Potensi Biomassa Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Minggu, 6 September 2026 - 13:44
Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Derasnya Produk Impor, Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 6 September 2026 - 12:49
PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU pada 2026
Ekonomi

PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU pada 2026

Minggu, 6 September 2026 - 11:12
Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi BCA Sapa Nasabah di 12 KCU Jabodetabek
Ekonomi

Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi BCA Sapa Nasabah di 12 KCU Jabodetabek

Minggu, 6 September 2026 - 10:45
Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Ketua DPD RI: FTA Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah
Ekonomi

Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Ketua DPD RI: FTA Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 23:04

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.