• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Tiongkok Kecam Aliansi Militer AS-Jepang Terkait Masalah Taiwan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 12 April 2024 - 17:07
in Internasional
mao

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengecam penguatan aliansi militer Amerika Serikat dan Jepang yang dinilai menyerang dan menjelak-jelekkan Tiongkok terkait masalah Taiwan dan kemaritiman.

Amerika Serikat dan Jepang dianggap terlalu mencampuri urusan dalam negeri China, dan melanggar norma-norma dasar dalam hubungan internasional, kata Mao Ning seperti dikutip Antara, Jumat (12/4/2024).

BacaJuga:

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

“China menyesalkan dan mengecam hal itu, dan telah mengirimkan protes serius akan hal itu,” katanya.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berada di Amerika Serikat sejak Senin (8/4) untuk bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan pejabat terkait lainnya. Kedua pemimpin mengumumkan rencana untuk mengatur ulang komando militer AS di Jepang.

Langkah yang menandai perubahan terbesar sejak 1960-an ini dimaksudkan untuk membuat pasukan AS dan Jepang lebih gesit dalam menghadapi ancaman, seperti invasi China ke Taiwan.

Menurut Mao Ning, hubungan AS-Jepang tak boleh menargetkan negara lain, merugikan kepentingan negara lain atau merusak perdamaian dan stabilitas regional.

“China dengan tegas menentang mentalitas Perang Dingin dan persekongkolan politik kelompok kecil,” tambah Mao Ning.

Dia kembali menegaskan masalah Taiwan adalah murni urusan dalam negeri China dan pemerintahnya tidak mengizinkan campur tangan pihak luar.

“Baik pemerintah AS maupun Jepang telah membuat komitmen serius kepada China mengenai masalah Taiwan. Secara khusus, Jepang memikul tanggung jawab historis serius atas agresinya terhadap Taiwan dan pemerintahan kolonial atas pulau tersebut sehingga Jepang harus bertindak lebih hati-hati,” ungkapnya.

Ia juga mendesak AS untuk menerjemahkan komitmen Presiden Biden yang tidak mendukung “kemerdekaan Taiwan” menjadi tindakan nyata.

Mengenai kekhawatiran AS dan Jepang mengenai kekuatan nuklir China, menurut Mao Ning, itu adalah narasi palsu yang disengaja.

“Kami dengan tegas menentangnya dan tidak akan menerimanya. China mengikuti kebijakan ‘tidak menggunakan senjata nuklir lebih dulu’ dan telah berkomitmen untuk tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir dan zona bebas senjata nuklir,” tambah Mao Ning.

China, menurut Mao Ning, juga selalu menjaga kemampuan nuklirnya pada tingkat minimum yang disyaratkan oleh keamanan nasional.

“Kami tidak pernah terlibat dalam perlombaan senjata dalam bentuk apa pun. Bagi negara mana pun, selama mereka tidak menggunakan senjata nuklir untuk melawan China, mereka tidak akan merasa terancam oleh senjata nuklir China,” katanya.

Lebih lanjut, Mao Ning menilai AS dan Jepang melakukan tindakan aktif di bidang nuklir misalnya dengan berinvestasi besar-besaran untuk persenjataan nuklir, menarik diri dari perjanjian dan organisasi pengendalian senjata, memperkuat aliansi nuklir NATO dan memperluas kerja sama dengan sekutu mengenai teknologi militer canggih.

Sementara Jepang sebagai korban ledakan nuklir, alih-alih meminta AS melakukan pelucutan senjata nuklir, Tokyo malah memilih untuk mengandalkan payung nuklir AS dengan mengembangkan kemampuan serangan rudal dan pertahanan lanjut serta bekerja sama dengan AS dalam pengerahan kekuatan strategisnya.

“Tindakan negatif yang dilakukan oleh AS dan Jepang telah merusak keseimbangan dan stabilitas strategis di kawasan dan dunia, menghambat proses pengendalian dan perlucutan senjata internasional, serta mengganggu perdamaian dan ketenangan kawasan,” kata Mao Ning.

Diberitakan sebelumnya, AS dan sekutu-sekutunya, termasuk Jepang, terus memperkuat militer mereka guna melawan yang mereka sebut sebagai ancaman yang semakin besar dari China di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

AS dan Jepang akan membentuk forum kerja sama di bidang industri pertahanan yang akan mengidentifikasi bidang pengembangan bersama seperti produksi rudal, pertahanan udara, dan pemeliharaan kapal perang AS.

Direncanakan, kerja sama itu diikuti dengan pembentukan kelompok kerja untuk pelatihan pilot pesawat tempur, termasuk pelatihan dengan kecerdasan buatan dan simulator canggih.

Presiden Biden juga menjadi tuan rumah pertemuan trilateral antara Presiden Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr di Washington pada Kamis (11/4) malam.

Terkait dengan kerja sama keamanan dengan AS dan Jepang, Filipina telah mengizinkan sejumlah pangkalan militer negara itu diakses tentara AS berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan.

Saat ini, Manila pun tengah membahas sejumlah isu serupa dengan Jepang, terutama terkait perjanjian akses timbal balik yang akan memungkinkan kehadiran pasukan Jepang di wilayah Filipina. (wib)

Tags: Aliansi Militer AS-JepangTaiwanTiongkok

Berita Terkait.

Shehbaz-Sharif
Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29
Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05
Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital
Internasional

Pakistan Bocorkan Sinyal Damai AS-Iran: Tinggal Teken Secara Digital

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:31
Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur
Internasional

Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Naik Jadi 61 Orang, Puluhan Orang Masih Hilang dan Ribuan Rumah Hancur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:01
aidi
Internasional

BKSAP DPR Dorong Kolaborasi Pemuda Muslim Dunia Lewat IMYF 2026 di Tengah Tekanan Global

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:41
Esmail-Baghaei
Internasional

Iran Bantah Klaim Trump Soal Kesepakatan Damai di Timur Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6408 shares
    Share 2563 Tweet 1602
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.