• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

SMK PK Tingkatkan Relevansi Pendidikan dengan Dunia Industri

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 24 Maret 2024 - 18:45
in Nasional
Siswa SMK tengah melakukan praktik riset. Foto: dokumen INDOPOS.CO.ID

Siswa SMK tengah melakukan praktik riset. Foto: dokumen INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) merupakan pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja. Dengan diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dunia usaha, dunia industri serta dunia kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur SMK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wardani Sugiyanto mengatakan, saat ini sebanyak 1.850 SMK Pusat Keunggulan telah difasilitasi dalam pengembangan yang bermuara pada tiga perubahan pola pikir, yaitu kepemimpinan kepala sekolah, kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan penyerapan tamatan.

BacaJuga:

Soroti Maraknya Badal Haji Tak Terkoordinasi, Timwas Usul Dibentuk Lembaga Resmi

Prabowo: Ekonomi Memang Tumbuh, tapi Apakah Sudah Merata?

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu di Kemhan

“Pada 2024 ini, sebagai pengembangan dan penajaman program, SMK Pusat Keunggulan akan difokuskan pada pengembangan SDM, yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas,” ujar Wardani dalam siaran YouTube, Minggu (24/3/2024).

Salah satunya, menurut dia, adalah bagaimana kepala sekolah dapat berperan sebagai CEO yang mampu memimpin dan mengelola satuan pendidikan dengan basis kolaborasi bisnis dan pembelajaran.

Kemudian terkait penyelarasan dunia usaha dan dunia industri, lanjut Wardani, salah satu hal yang akan diperkuat adalah sinkronisasi kurikulum. “Dulu kurikulum hanya sebatas mendapat pengesahan dari industri. Namun kini dengan adanya sinkronisasi, kurikulum sekolah akan dipandu sesuai kebutuhan dan permintaan industri,” terangnya.

“Kebutuhan tersebut kami rumuskan bersama untuk mencapai sertifikasi kompetensi yang sejalan dengan industri,” imbuhnya.

Di samping itu, masih ujar dia, Kemendikbudristek juga memiliki program Skema Pemadanan Dukungan (matching fund) yang dapat menarik minat industri untuk meningkatkan dukungan kepada SMK yang menjadi mitranya. Pada program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan, Kemendikbudristek memadankan investasi industri dengan nilai serupa (1:1), sehingga dampak terhadap penguatan pembelajaran berbasis industri akan semakin besar.

“Di 2022 lalu, kita mendapat dana pemadanan dukungan dari industri senilai Rp439 miliar, kemudian di 2023 hampir Rp300 miliar,” bebernya.

Adapun bentuk pemadanan dukungan dari industri terdiri in cash dan in kind. Dukungan in cash atau bantuan dalam bentuk tunai dapat berupa peralatan pembelajaran, sarana dan prasarana, gedung, dan teaching factory.

Sedangkan dukungan in kind atau fasilitas dapat berupa pelatihan bagi guru, praktisi mengajar di satuan pendidikan, bantuan sinkronisasi kurikulum, penerimaan guru magang, dan sertifikasi kompetensi bagi guru.

“Kami memfasilitasi agar SMK Pusat Keunggulan ini menjadi rujukan bagi SMK lain dalam implementasi Kurikulum Merdeka, seperti bagaimana berfungsinya komunitas belajar, saling berbagai praktik baik, bagaimana satuan pendidikan menyelenggarakan seri webinar, hingga pembuatan modul video pembelajar yang diunggah di Platform Merdeka Mengajar (PMM),” ujarnya. (nas)

Tags: Dunia IndustripendidikanSMK PKSMK Pusat Keunggulan

Berita Terkait.

haji
Nasional

Soroti Maraknya Badal Haji Tak Terkoordinasi, Timwas Usul Dibentuk Lembaga Resmi

Senin, 1 Juni 2026 - 14:04
wo
Nasional

Prabowo: Ekonomi Memang Tumbuh, tapi Apakah Sudah Merata?

Senin, 1 Juni 2026 - 13:13
makam
Nasional

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu di Kemhan

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57
menhaj
Nasional

Jemaah Haji Kloter Pertama Tinggalkan Tanah Suci, Menhaj Sampaikan Permohonan Maaf

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02
np
Nasional

Kurban untuk Negeri, PLN Nusantara Power Salurkan 39.863 Paket Daging Kurban ke Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 02:02
haji
Nasional

Timwas Haji DPR: Jangan Kambinghitamkan KBIHU dalam Persoalan Haji 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:47

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3495 shares
    Share 1398 Tweet 874
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2538 shares
    Share 1015 Tweet 635
  • Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5694 shares
    Share 2278 Tweet 1424
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    939 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.