• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Psikolog: Tak Ada Dukungan Sebabkan Seseorang Bunuh Diri

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 13 Maret 2024 - 18:00
in Nasional
Garis-Polisi-co
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog klinis dewasa lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Nirmala Ika, M.Psi mengatakan tak ada dukungan dari lingkungan atau sistem sehingga tak menemukan jalan keluar dari masalah hidupnya bisa menjadi salah satu alasan seseorang mengakhiri nyawa.

“Bisa jadi karena tidak ada dukungan sama sekali atau dia memang punya kondisi kesehatan tertentu sehingga kemampuan untuk berpikir logis analis tidak bisa berkembang dengan baik,” ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

BacaJuga:

Legilsator DPR Soroti RUU Kewarganegaraan: Potensi Multitafsir hingga Celah Politisasi

Akhiri Ego Sektoral, Baleg DPR Usulkan Pembentukan Badan Nasional Pusat Data dan Statistik di Bawa Presiden

Susun RUU Ketenagalistrikan, Komisi XII Kembali Serap Masukan MKI

Hal itu disampaikan menanggapi adanya satu keluarga yang terdiri atas empat orang melakukan bunuh diri di Penjaringan, Jakarta Utara.

Ika mengatakan orang-orang memilih untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri karena tak punya jalan keluar atas masalah mereka, bukannya berpendapat keputusan itu sebagai jalan pintas.

“Ketika ada pemberitaan soal bunuh diri, misalnya, ditulis karena putus cinta, tidak sesederhana itu sebenarnya masalahnya. Dia tidak bisa menemukan jalan lain,” kata dia.

Dia merujuk pada orang-orang yang pernah melakukan aksi mengakhiri nyawa namun gagal.

Penyebab lain dari bunuh diri selain karena mereka tak menemukan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi, juga bisa karena tidak mempunyai resiliensi atau ketangguhan terhadap permasalahan yang terasah dengan baik.

Ika mengatakan resiliensi atau daya lenting terhadap suatu masalah ini bisa diasah dan perlu diajarkan pada anak sejak dini. Salah satu caranya, yakni dengan melatih regulasi emosi.

Regulasi emosi, yaitu mengenali perasaan dan mengetahui cara mengelolanya. Nantinya, ini menuntun seseorang untuk mengedepankan logika ketimbang emosi.

Sebelumnya, empat orang yang merupakan satu keluarga terdiri dari pria berinisial EA (50) dan istrinya AIL (52) serta dua anak mereka yakni lelaki berinisial JWA (13) dan perempuan berisinial JL (16) melakukan aksi terjun dari puncak sebuah apartemen kawasan Jakarta Utara oleh empat orang pada Sabtu (9/3).

Petugas keamanan yang mendengar suara dentuman keras menemukan keempat jenazah dalam kondisi telentang. Polisi yang mendapatkan laporan dari sang petugas laly melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menduga mereka bunuh diri. (bro)

Tags: Bunuh Dirikondisi kesehatanPsikolog

Berita Terkait.

rieke
Nasional

Legilsator DPR Soroti RUU Kewarganegaraan: Potensi Multitafsir hingga Celah Politisasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:06
forman
Nasional

Akhiri Ego Sektoral, Baleg DPR Usulkan Pembentukan Badan Nasional Pusat Data dan Statistik di Bawa Presiden

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:55
sugeng
Nasional

Susun RUU Ketenagalistrikan, Komisi XII Kembali Serap Masukan MKI

Selasa, 31 Maret 2026 - 04:44
rifqi
Nasional

Di Depan Mendagri dan MenPAN-RB, Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:33
abdul
Nasional

Mendikdasmen: SEB Pelaksanaan Upacara Bendera Bagian Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:20
hanifa
Nasional

Polemik Data Desil Disorot DPR, Jadi Evaluasi Penting dalam RUU Satu Data Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.