• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Minta PM Haiti Mundur, Geng Cherizier Ancam Terjadinya Perang Sipil

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 8 Maret 2024 - 01:11
in Internasional
haiti

Kekerasan geng di Haiti. (ANTARA/Xinhua

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala geng Haiti yang juga mantan petugas polisi, Jimmy “Barbecue” Cherizier, memberi peringatan soal terjadinya “perang sipil” kalau Perdana Menteri Ariel Henry tak mengundurkan diri.

“Jika Ariel Henry tidak mengundurkan diri, jika masyarakat internasional terus mendukungnya, kami akan mengobarkan perang sipil yang akan mengarah pada genosida,” kata Cherizier seperti dilansir Antara, Kamis (7/3/2024).

BacaJuga:

Armada Kemanusiaan Gaza Dicegat Israel, Satu Jurnalis Asal Indonesia Turut Ditahan

Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Pejabat Senior PBB Mengutuk Keras

Klaim Rudal Iran Habis, Siasat Trump demi Tutupi Jebolnya Pertahanan AS

Geng Cherizier telah beberapa kali mencoba merebut bandara utama Port-au-Prince untuk menghentikan Henry kembali dari luar negeri. Komplotan itu juga menyerang penjara-penjara, kantor polisi, menteri dan target strategis lainnya.

Tiga hari setelah Henry menandatangani perjanjian bilateral di Kenya untuk menyelesaikan rincian pengerahan 1.000 petugas polisi Kenya untuk mengambil kembali kendali atas negara yang bermasalah itu, perdana menteri tampaknya mendarat dengan selamat di San Juan, Puerto Riko.

Samapai sekarang Henry masih berada di kota itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah meminta Henry untuk turun dari jabatannya dan “melangkah dalam proses politik menuju pembentukan dewan transisi presiden yang akan mengarah pada pemilihan umum.”

Henry, yang mendapatkan kekuasaan sejak 2021, telah menunda pemilihan yang dijanjikan.

Pertempuran sengit antara polisi dan geng bersenjata telah terjadi di Haiti sejak akhir pekan.

Selama insiden itu, lebih dari 4.500 narapidana melarikan diri dari dua penjara, termasuk anggota geng serta mereka yang ditangkap sehubungan dengan pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 2021.

Setelah kelompok bersenjata, yang menguasai 80 persen ibu kota negara, membebaskan ribuan narapidana dari penjara, pemerintah Haiti mengumumkan keadaan darurat 72 jam.

Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk melaporkan pada Rabu bahwa 1.193 orang tewas sejak awal tahun dan 692 lainnya terluka akibat kekerasan geng.

“Sistem kesehatan berada di ambang kehancuran. Rumah sakit sering kali tidak memiliki kapasitas untuk merawat mereka yang datang dengan luka tembak. Sekolah dan tempat usaha ditutup, dan anak-anak semakin banyak dimanfaatkan oleh geng.

Selain itu aktivitas ekonomi terhambat karena geng-geng memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan masyarakat. Penyedia air minum terbesar di Haiti telah menghentikan pengiriman.

“Setidaknya 313.000 orang saat ini menjadi pengungsi internal,” katanya.

Turk mendesak masyarakat internasional untuk bertindak cepat dan segera untuk mengerahkan misi dukungan keamanan multinasional di negara Karibia tersebut.

“Kenyataannya adalah, dalam konteks saat ini, tidak ada alternatif realistis yang tersedia untuk melindungi nyawa,” kata komisaris tinggi tersebut. “Kita hanya kehabisan waktu.”

PBB memperkirakan bahwa 15.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di ibu kota akibat gelombang kekerasan terbaru, menambah lebih dari 300.000 orang yang telah mengungsi akibat kekerasan geng. (wib)

Tags: Geng CherizierPerang SipilPM Haiti

Berita Terkait.

Armada Kemanusiaan Gaza Dicegat Israel, Satu Jurnalis Asal Indonesia Turut Ditahan
Internasional

Armada Kemanusiaan Gaza Dicegat Israel, Satu Jurnalis Asal Indonesia Turut Ditahan

Senin, 18 Mei 2026 - 20:45
Warga-Palestina
Internasional

Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Pejabat Senior PBB Mengutuk Keras

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45
trump
Internasional

Klaim Rudal Iran Habis, Siasat Trump demi Tutupi Jebolnya Pertahanan AS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:05
brics
Internasional

Di Forum BRICS, RI Suarakan Reformasi Tata Kelola Global dan Hukum yang Adil

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:04
Abbas-Araghchi
Internasional

Iran Serukan Anggota BRICS Bersatu Lawan Dominasi AS dan Israel

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:03
Kapal-PMI
Internasional

Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia, Legislator DPR: Bukti Negara Lalai Lindungi Warga

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:02

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    816 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.