• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bangga Isu Stunting Marak Dibicarakan, Inilah Capaian Kinerja BKKBN Tahun 2023

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 19 Februari 2024 - 16:28
in Nasional
bkkbn

Kepala BKKBN, Dr. (H.C.), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K). Foto: Dok. BKKBN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C.), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengaku senang dan bangga, pembahasan penurunan dan penanganan masalah stunting makin marak dibahas ditengah masyarakat.

Tidak itu saja, kebanggaan semakin bertambah tatkala dalam debat capres kata-kata stunting menjadi makin familiar.

BacaJuga:

Anggota KPU RI dan Jabar yang Naik Helikopter Disanksi Peringatan Keras DKPP

Soroti Main Hakim Sendiri, Yusril Minta Polri Lebih Siap Mencegah

Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

Meski tema stunting hanya satu bagian dari segudang hal yang ditangani BKKBN akan tetapi capaian secara umum program dan capaian kerja bisa disimak dalam wawancara khusus Reporter Indopos, Nelly Marinda Situmorang, bersama Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo sebagai berikut.

Bagaimana capain kinerja BKKBN tahun 2023?

Secara menyeluruh program kinerja di BKKBN berjalan baik, dan mengalami peningkatan sesuai dengan harapan. Tentunya semua program kerja bisa ditampilkan dengan indikator-indikator seperti total fertilitas rate (TFR) yang saat ini sudah mencapai 2.18, targetnya adalah 2.1 di tahun 2024.

Begitu juga dengan penurunan angka stunting, pada 2018 angka stunting berada pada 30,8 persen. Lalu tahun 2021 ke 2022, angka stunting turun 21,6 persen, penurunan ini cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk hasil berikutkan masih menunggu hasil *SSGI* dari Menteri Kesehatan terkait stunting, sehingga angka terakhir yang bisa dirilis adalah angka tahun 2022 yang turun 2,8 persen dari tahun sebelumnya.

Persoalan stunting memang menjadi prioritas lewat Perpres 72 tahun 2021, dimana BKKBN sebagai Ketua Pelaksana, yang membidik turun hingga 14 persen 2024. Karena kalau tidak serius penanganannya, maka akan mengancam generasi bangsa.

Dimana persoalan stunting tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga aspek motorik, kognitif, bahasa, sosial, emosi, juga kecerdasan.

Makanya, perlu kami tekankan stunting itu pasti pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Bukan hanya tinggi badan yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan anak. Anak dengan berat badan berlebih tetap mempunyai risiko stunting.

Hati-hati melihat anak yang gendut seolah-olah sehat, namun dia tidak tinggi. Sehingga dia diam-diam anak stunting

Sementara untuk prevalensi kontrasepsi modern meningkat menjadi 61% dari 59% pada masa pandemi. Angka *Unmetneed* (kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi) turun dari 18% menjadi 11% pada tahun 2023. Indeks pembangunan keluarga mencapai angka di atas 60, menunjukkan kualitas keluarga yang baik.

Grafis angka stunting yang setiap tahun mengalami penurunan. Foto: BKKBN for indopos.co.id

Apa kendala dan tantangan ditemukan di tahun 2023, lalu apa upayanya?

Tentu dalam setiap aspek kehidupan dan program kerja kita menemukan banyak tantangan dilapangan, tetapi yang paling mendasar adalah Mindset (pola pikir) keluarga terhadap lingkungan dan sanitasi merupakan tantangan dalam penanganan stunting dan masalah makanan.

Khususnya pola pikir ibu rumah tangga dalam menangani kesehatan keluarga, untuk pola makan murah asal kenyang dan ini pasti sulit untuk pemenuhan gizi. Misalnya camilan yang selama ini yang paling diminati itu adalah cilok, yang isinya hanya kanji dan penyedap rasa. Kalau cilok itu diberikan unsur ikannya agar ada proteinnya, tentu akan memberikan camilan yang bisa menambah protein.

Masyarakat perlu disadarkan akan pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang sehat dan terbukti kandungannya. Misal seperti burger bisa kita buktikan kandungannya, ada sayur, ada daging dan ada karbohidratnya. Hal-hal seperti ini yang belum bisa dilakukan dan seperti masih sepele bagi masyarakat kebanyakan untuk mengetahui unsur kandungan yang dikonsumsi.

Tentunya BKKBN melakukan langkah untuk mengubah mindset melalui informasi dan edukasi yang masif. BKKBN dengan berbagai pendekatan penyuluh yang tersebar yang menyatu dengan masyarakat. Lewat aksi-aksi nyata yang dilakukan kader-kader dan mitra-mitra kerja BKKBN.

Kembali lagi masalah stunting, bagaimana strategi PPS yang disiapkan untuk memastikan menuju 14% persen 2024?

Lewat Perpres 72 Tahun 2021, aksi nyata dan menjadi komitmen bersama penting dibangun untuk menerapkan gerakan pencegahan stunting pada anak di bawah 3 tahun. Ada empat pilar solusi untuk menjawab tantangan pencegahan stunting adalah membangun visi bersama, konvergensi, kemudahan akses terhadap makanan, dan pendataan rutin.

Grafis angka stunting yang setiap tahun mengalami penurunan. Foto: BKKBN for indopos.co.id

Peran kepala daerah dalam menurunkan angka stunting menjadi indikator keberhasilan, namun perlu ditingkatkan pemahaman bersama dalam pencegahan stunting.

Cara melakukan treatment dengan anggaran adalah dengan perencanaan, evaluasi di DPRD, dan peran swasta dibutuhkan dalam pencegahan stunting. Pemahaman tentang stunting masih perlu dibangun, terutama dalam hal pencegahan dan screening sebelum menikah. Ada 20 indikator yang dipakai untuk mengawal dan mengevaluasi percepatan penurunan stunting dalam strategi PPAS.

Perlu dilakukan perbaikan pada kualitas hidup, karena penanganan stunting ini yang kita bangun baru badannya. Sementara kita harus membangun badab dan jiwa, termasuk mencegah gangguan mental. Fenomena anak zaman now makin banyak yang suka senyum-senyum sendiri. Tren kondisi jiwa remaja cenderung mengalami gangguan mental ringan yang meningkat, sehingga perlu perhatian bersama.

Bagaimana perasaan Pak Kepala BKKBN isu stunting dibahas dalam Debat Capres?

Saya bangga dan senang, karena dengan kepedulian bersama angka stunting terus menunjukkan penurunan. Capaian ini menandai hasil dari upaya pemerintah dalam mencegah dan menurunkan stunting demi mewujudkan generasi emas 2045.

Grafis angka stunting yang setiap tahun mengalami penurunan. Foto: BKKBN for indopos.co.id

Meski PR (pekerjaan rumah) kita masih banyak antara lain, menghapus kemiskinan ekstrem, stunting turun, kematian ibu dan kematian bayi turun. Semua itu adalah basic dari pembangunan manusia pada umumnya.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) atau hingga umur dua tahun. (*/ney)

Tags: bkkbnstunting

Berita Terkait.

dkpp
Nasional

Anggota KPU RI dan Jabar yang Naik Helikopter Disanksi Peringatan Keras DKPP

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:07
yusril
Nasional

Soroti Main Hakim Sendiri, Yusril Minta Polri Lebih Siap Mencegah

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:32
Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global
Nasional

Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:12
Presiden Prabowo: Pamong Praja Muda IPDN Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Nasional

Presiden Prabowo: Pamong Praja Muda IPDN Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:02
Cinta kepada Murid Kunci Pendidikan Bermakna, Begini Pesan Mendikdasmen
Nasional

Cinta kepada Murid Kunci Pendidikan Bermakna, Begini Pesan Mendikdasmen

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:42
Putusan MK soal Kuota Internet Hangus, YLKI Desak Komdigi, Operator dan KPPU Tindak Lanjuti
Nasional

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus, YLKI Desak Komdigi, Operator dan KPPU Tindak Lanjuti

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:39

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1436 shares
    Share 574 Tweet 359
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3027 shares
    Share 1211 Tweet 757
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.