• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Libatkan 5 Ribu Petani untuk Ekonomi Hijau, Keraton Yogyakarta dan PLN EPI Terapkan Green Deflation

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 5 Februari 2024 - 12:04
in Ekonomi
Lumbung-Mataraman-Kedungpoh-Kapanewon-Nglipar-co

Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM. Gustilantika Marrel Suryokusumo (kiri) dan Direktur Biomassa PT Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indponesia (PLN EPI) Antonius Aris S melakukan tanam perdana bawang merah di lahan Lumbung Mataram Kedungpoh Kapanewon Nglipar, kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (2/2/2024). Foto: PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama PT Perusahaan Listrik Negara Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mengembangkan ekonomi hijau berbasis keterlibatan masyarakat. Melibatkan 5 ribu petani Yogyakarta, Keraton Yogya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sedemikian hingga berdampak pada peningkatan kemampuan beli atau Green Deflation.

Dengan kata lain, pada suatu nilai uang yang sama, masyarakat tani mampu membeli barang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya, atau kerap dikenal sebagai Green Deflation yang merupakan kebalikan dari Green Inflation.

BacaJuga:

Wamen Ekraf Ajak Kreator Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

Wamenpar: Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia

Transformasi Digital Jadi Kunci, Kementerian UMKM Perluas Kemitraan Internasional

Pada diskusi di Lumbung Mataraman Kalurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, RM. Gustilantika Marrel Suryokusumo menyampaikan, Keraton Jogya telah mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goal sejak tahun 1755 dengan falsafah Memayu Hayuning Bawono.

“Falsafah Memayu Hayuning Bawono terus diimplementasikan antara lain dalam bentuk Ekonomi Hijau Berbasis Keterlibatan Masyarakat, seperti yang telah dikerjakan Keraton Jogya bersama dengan PLN EPI,” kata dia.

Lebih lanjut, Marrel menyampaikan bentuk Ekonomi Hijau Berbasis Keterlibatan Masyarakat ini merupakan bentuk ketahanan pangan, air dan energi sekaligus meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di pedesaan dan diharapkan dapat menjadi model di wilayah lainnya.

“Implementasi program ini tentu akan memampukan para petani untuk berdaulat pangan, energi dan sekaligus memajukan taraf hidup masyarakat pedesaan”, terangnya.

Direktur Utama PT PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengamankan pasokan biomassa tanpa berkompetisi lahan dan pupuk untuk sektor pangan, bahkan sebaliknya justru memperkuat pangan/pakan karena memanfaatkan lahan marginal dan menghasilkan produk utama pakan ternak dan residu ranting untuk biomassa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini merupakan bentuk nyata dari ekonomi kerakyatan dengan masyarakat yang terlibat aktif di dalamnya. Maka dari itu, terciptanya green economy di tengah masyarakat ini sekaligus berhasil menciptakan lingkungan yang bersih dan mengangkat perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Iwan juga mengatakan, PLN turut membangun rantai pasok biomassa untuk menjamin keberlangsungan pasokan. Mulai dari perencanaan, pembangunan, pengelolaan biomassa, sampai dengan komersialisasi di PLTU PLN akan digalakkan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Biomassa PLN EPI Antonius Aris Sudjatmiko menuturkan lebih dari 5.000 petani telah merasakan manfaat dari tanaman multifungsi. Tanaman tersebut digunakan untuk pakan ternak dan kemudian bahan baku biomassa pada lahan marginal seluas 30 hektare (ha) tersebar di Kalurahan Gombang dan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Gunung Kidul, DIY.

” Pada musim kemarau bulan September 2023 yang lalu, penduduk telah melakukan pruning daun tanaman sebagai pakan ternak. Pembibitan dan penanaman tanaman multifungsi tersebut juga menggunakan pupuk organik FABA yang jauh lebih murah dibanding pupuk anorganik seperti NPK dan Urea,” kata Antonius.

Pada tahun 2023, PLN EPI telah menyediakan 1 juta ton biomassa untuk 43 PLTU, yang berasal dari residu/sampah pertanian, perkebunan dan perhutanan seperti serbuk gergaji, sekam padi, bonggol jagung, bagasse tebu, pellet tandan kosong sawit, cangkang sawit, cangkang kemiri serta woodchip dari ranting-ranting dan tanaman replanting karet, bahkan BBJP hasil olahan sampah kota.

Lebih lanjut Antonius menyampaikan ke depan, penduduk dapat menjual ranting-ranting tanaman yang akan diolah menjadi energi terbarukan biomassa sebagai substitusi batubara PLTU. Di mana dengan index harga biomassa sebesar 1,2 dari harga batubara hanya akan menaikkan BPP sebesar 0,5 sen, jauh lebih murah dibanding energi terbarukan lainnya seperti PLTS, PLTB dan lainnya.

“Selain memberikan benefit maksimal bagi masyarakat, program Green Economy ini menjadikan biomassa sebagai Energi Terbarukan baseload yang paling murah dan paling cepat diimplementasikan karena memanfaatkan PLTU eksisting milik PLN,” ujar Antonius. (srv)

Tags: biomassaEkonomi Hijaupln epi

Berita Terkait.

KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Ekonomi

Wamen Ekraf Ajak Kreator Naik Kelas melalui Penguatan Kekayaan Intelektual

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:07
Wamenpar: Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia
Ekonomi

Wamenpar: Bali Punya Modal Besar Jadi Destinasi MICE Kelas Dunia

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:05
Transformasi Digital Jadi Kunci, Kementerian UMKM Perluas Kemitraan Internasional
Ekonomi

Transformasi Digital Jadi Kunci, Kementerian UMKM Perluas Kemitraan Internasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:28
Hasto: Rupiah Anjlok Imbas Tata Kelola Pemerintahan Tidak Baik
Ekonomi

Menkop Tekankan Pentingnya Koperasi Masuk Ekosistem Industri Gula

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:31
Tinjau Pelayanan Kepabeanan Tanjung Priok, Menkeu Dorong Percepatan Arus Logistik Nasional
Ekonomi

Tinjau Pelayanan Kepabeanan Tanjung Priok, Menkeu Dorong Percepatan Arus Logistik Nasional

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:41
agus
Ekonomi

Bank Jakarta Siapkan 4 Strategi untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2217 shares
    Share 887 Tweet 554
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    954 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.