• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

KemenKopUKM Siap Kembangkan Start-up Pertanian Bersama Universitas dan Lembaga Inkubator Kewirausahaan Belanda

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 2 Februari 2024 - 14:36
in Ekonomi
pengembangan-start-up-co
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) siap menggandeng lembaga dan universitas global di Belanda dalam mendukung pengembangan start-up, khususnya di sektor pertanian di Indonesia dengan fokus utama mentransformasi sistem pertanian pangan memanfaatkan teknologi termutakhir.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan, transformasi digital di sektor pertanian menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan start-up pertanian.

BacaJuga:

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

“Kami siap melakukan kerja sama dengan universitas dan lembaga inkubator yang ada di Belanda seperti Universitas Wageningen, Universitas Uthrect dan Lembaga Inkubator DotSlash Utrecht. Sebagai contoh Universitas Wageningen merupakan yang terbaik di Dunia dan satu-satunya universitas di Belanda yang fokus pada tema Healthy Food dan Living Environment,” kata MenKopUKM dalam keterangan resminya, Rabu (24/1/2024).

Wageningen University and Research di Belanda menjadi salah satu pihak yang sedang terus dijajaki untuk dapat bekerja sama, melalui Startlife Agrifoodtech Accelerator yang telah memiliki lebih dari 400 Portofolio Start-up, dengan jumlah mentor lebih dari 50 orang, dan lebih dari 40 Global Partnership Network.

Sedangkan untuk Universitas Utrecht, sebagai salah satu universitas tertua di Belanda yang memiliki lembaga inkubator kewirausahaan UtrechtCE (Utrecht University Centre for Entrepreneurship) dan Lembaga Inkubator kewirausahaan DotSlash Utrecht. Diharapkan mampu berbagi pengalaman dalam membantu menciptakan usaha jangka panjang yang berdampak dan mempercepat transisi global menuju masyarakat yang berkelanjutan dan adil melalui kewirausahaan serta program akselerasi untuk start-up.

Pertanian merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada 2022, kontribusi pertanian terhadap PDB mencapai 12,4 persen. Ini menjadikannya sektor terbesar ketiga yang berkontribusi terhadap PDB.

“Maka, transformasi digital di sektor pertanian menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan start-up pertanian,” kata Menteri Teten.

Dalam Agritech Report 2020 yang disusun Crowde dan DS Innovate terungkap, hingga 2019 lalu baru 4,5 juta petani memanfaatkan internet. Jumlahnya setara 13,44 persen dari total petani di Indonesia.

E-grocery menjadi salah satu segmen teknologi pertanian (agritech) yang paling bergairah. Ukuran pasar (market size) online grocery di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) setara Rp91,56 triliun pada 2025. Angka itu menjadikan pasar e-grocery Indonesia sebagai salah satu dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

MenKopUKM mengungkapkan, dalam enam bulan pertama 2023, beberapa perusahaan di industri ini menutup layanannya, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga ada yang berhenti beroperasi.

Beberapa di antaranya Tumbasin, yang tutup dan berhenti beroperasi sejak 2 Mei 2023. Lalu Sayurbox, menutup permanen 2 mini hub atau cabang gudang di kawasan Cibubur dan Karawaci per Januari 2023. Sayurbox melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya pada pertengahan April 2023.

Sementara itu, berdasarkan data Tech in Asia, pendanaan yang mengalir ke start-up agritech terus meningkat sejak 2018 baik dari jumlah maupun nilai kesepakatan. Nilai pendanaan pada 2022 menembus 376,75 juta dolar AS (Rp 5,7 triliun). Jumlah pendanaan start-up pertanian pada 2022 meningkat dua kali lipat secara tahunan menjadi 27 pendanaan.

Faktor pendorongnya antara lain pendanaan Seri C yang diraih eFishery dan Sayurbox senilai total 210 juta dolar AS (Rp3,2 triliun), serta pendanaan Seri A AgriAku sejumlah 35 juta dolar AS (Rp534 miliar).

“Bila dilihat dari tahapan pendanaannya, pada 2022 terjadi peningkatan pemberian modal tahap awal (pre-seed dan seed) hingga sekitar dua kali lipat secara tahunan,” kata Menteri Teten.

Sejak Januari hingga Juli 2023, pendanaan yang dihimpun start-up pertanian mencapai 287,95 juta dolar AS (Rp4,3 triliun). EFishery menjadi kontributor terbesar dengan total dana terkumpul 270,8 juta dolar AS (Rp4,1 triliun) dari putaran pendanaan seri D. EdenFarm juga menghimpun modal cukup besar senilai 13,5 juta dolar AS (Rp205,6 miliar) dalam putaran pendanaan pra-seri B.

MenKopUKM mengatakan, e-commerce menjadi model bisnis yang memiliki jumlah pemain paling banyak. Kebanyakan start-up pertanian langsung menyentuh konsumen akhir (B2C), sebagian lainnya fokus menyasar pelaku usaha (B2B).

Pengembangan teknologi juga memiliki banyak pemain yang menawarkan produk IoT, kecerdasan buatan (AI), machine learning, dan berbagai perangkat lunak untuk pertanian, perkebunan, serta peternakan. “Kami juga melihat pertumbuhan pemain baru pada bisnis ini. Salah satu perusahaan yang mulai mendapatkan pendanaan tahap awal adalah Eratani,” ujarnya.

Ada juga Crustea, yang mulai beroperasi pada awal 2023 dan meramaikan sektor akuakultur. Start-up ini antara lain menyediakan eco-aerator (alat untuk menyuplai oksigen) kepada para pengusaha budi daya perairan, hingga sistem pemantauan proses budi daya.

“Tak hanya kalangan start-up, bagian dari korporasi seperti Agree juga meramaikan ranah agritech. Agree menawarkan solusi end-to-end untuk membantu para petani dan mitranya mengelola lahan hingga memasarkan hasil tani,” katanya. (srv)

Tags: KemenKopUKMLembaga Inkubator Kewirausahaan BelandaStart-up Pertanianuniversitas

Berita Terkait.

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Ekonomi

PDC Andalkan Dual Fuel System untuk Pangkas Konsumsi Solar dan Tingkatkan Efisiensi

Senin, 29 Juni 2026 - 22:21
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Investasi di CREC Dongkrak Nilai Pertamina NRE, Kapitalisasi Pasar Melonjak Hampir 50 Persen

Senin, 29 Juni 2026 - 22:01
Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia
Ekonomi

Panas Bumi Tak Hanya Hasilkan Listrik, PGE Antar Kopi Kamojang Tembus Pasar Dunia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Panas Bumi Kamojang Jadi Motor Ketahanan Energi dan Penggerak Ekonomi Hijau Indonesia

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

Transformasi Digital Berlanjut, PDC Integrasikan AI dalam Proses Bisnis Strategis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:41
19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis
Ekonomi

19 Tahun PHE, Perkuat Ketahanan Energi lewat Produksi Migas dan Investasi Strategis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:31

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1640 shares
    Share 656 Tweet 410
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang
Olahraga

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Editor Folber Siallagan
Senin, 29 Juni 2026 - 22:11

INDOPOSCO.ID - Timnas Brasil akan ditantang Timnas Jepang dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel sengit perebutan tiket ke...

SelengkapnyaDetails
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
Buchanan

Hasil Piala Dunia: Hukum Afsel di Injury Time, Kanada ke 16 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 08:19
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.