• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Penciptaan Nilai Jadi Upaya Penting Dalam Memaksimalkan Potensi Panas Bumi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 21 Januari 2024 - 13:45
in Ekonomi
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, pada diskusi yang digagas oleh ReforMiner Institute bertajuk “Strategi Penciptaan Nilai Panas Bumi Sebagai Langkah Mendukung Net Zero Emission 2060.” Diskusi yang digelar secara hybrid pada Senin (15/1/2024). Foto: ReforMiner Institute

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, pada diskusi yang digagas oleh ReforMiner Institute bertajuk “Strategi Penciptaan Nilai Panas Bumi Sebagai Langkah Mendukung Net Zero Emission 2060.” Diskusi yang digelar secara hybrid pada Senin (15/1/2024). Foto: ReforMiner Institute

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Panas bumi merupakan sumber Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) yang paling berpotensial untuk merealisasikan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, pengembangan dan pengusahaan panas bumi di Indonesia masih memiliki beberapa kendala dan tantangan, terutama dalam hal keekonomian proyek.

Hal tersebut menjadi benang merah diskusi yang digagas oleh ReforMiner Institute bertajuk “Strategi Penciptaan Nilai Panas Bumi Sebagai Langkah Mendukung Net Zero Emission 2060.” Diskusi yang digelar secara hybrid pada Senin (15/1/2024), ini menghadirkan juga sejumlah pembicara yang memberikan perspektif masing-masing terhadap peran dan posisi industri panas bumi dalam transisi energi nasional.

BacaJuga:

Naik Kereta Rp45 Ribu ke Jakarta, Petani dan Pedagang Kini Punya Gerbong Khusus

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi

Minapadi Salin sebagai Pengembangan Padi Biosalin, PGN-BRIN Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pesisir Batang

Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Julfi Hadi, menekankan pada pentingnya penerapan serta peluang pemanfaatan produk sekunder dan rantai pasok panas bumi melalui optimalisasi value creation (penciptaan nilai), termasuk agenda perbaikan nilai keekonomian proyek.

Anggota Pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Yudha Permana Jayadikarta, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan serta memastikan transparansi dalam tata kelola perusahaan panas bumi.

Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, memandang pengelolaan energi panas bumi di Indonesia sebagai aspek krusial dalam mendukung transisi energi nasional. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, memaparkan terkait informasi terkini mengenai perkembangan dan posisi proses RUU EBET yang diharapkan dapat disahkan pada kuartal satu 2024 serta menekankan pada urgensi penerapan kebijakan yang mendukung pengembangan EBET sebagai bagian dari strategi nasional.

Sebagai penggagas diskusi, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, mengatakan hadirnya diskusi ini bisa menjadi stimulus positif buat kontribusi sektor panas bumi dalam mendongkrak realisasi bauran energi dari energi baru dan terbarukan di Indonesia. Dia juga berharap kesadaran yang muncul ini nantinya bisa memberikan manfaat untuk mendukung terciptanya net zero emission.

“Potensi panas bumi yang kita miliki adalah anugerah alam yang harus disyukuri dan dioptimalkan buat kemajuan negeri dan kemaslahatan publik,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Komaidi juga mengungkapkan beberapa kendala yang menyebabkan keekonomian proyek panas bumi relatif belum kompetitif, diantaranya adalah sulit terjadi kesepakatan harga jual-beli antara pengembang panas bumi dengan PLN sebagai pembeli tunggal, kebijakan yang ada mengharuskan harga listrik EBET bersaing dengan pembangkit fosil, hingga risiko investasi tinggi karena kepastian potensi cadangan yang belum jelas.

“Tingkat keekonomian proyek panas bumi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan global. Rata-rata nilai keekonomian listrik panas bumi di Indonesia untuk kontrak yang baru dilaporkan berada pada kisaran 10 sen USD/kWh sampai dengan 13 sen USD/kWh. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia belum cukup kompetitif,” terangnya.

Komaidi menyebutkan optimalisasi penciptaan nilai (value creation) dapat menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki tingkat keekonomian proyek panas bumi, sekaligus membantu merealisasikan pencapaian target NZE Indonesia.

Optimalisasi value creation pada pengusahaan panas bumi global dilakukan melalui sejumlah instrumen dengan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti drilling, well enhancement, power plant, operations. Kemudian lagi perlu adanya perbaikan supply chain dan komersialisasi produk turunan (secondary product) seperti pemanfaatan langsung, green hydrogen production, green methanol production, dan silica extraction.

“Meski demikian, seluruh upaya optimalisasi penciptaan nilai pada industri panas bumi tersebut akan terlaksana jika terdapat perbaikan ekosistem pada industri panas bumi dan kolaborasi yang bersinergis dari para pemangku kepentingan,” ujar Komaidi.

Panas bumi dapat berperan penting dalam upaya mencapai target bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025. Indonesia yang memiliki potensi panas bumi sebesar 28,4 GW, yang merupakan potensi terbesar di dunia.

Oleh karena itu, webinar ini diusung ReforMiner dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada publik mengenai potensi dan peran strategis energi panas bumi dalam upaya merealisasikan target transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah. Sosialisasi panas bumi perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. (rmn)

Tags: Asosiasi Panas Bumi Indonesiadewan energi nasionalEnergi Baru dan Energi Terbarukanpanas bumiPertamina Geothermal EnergypgepgeoReforMiner Institute

Berita Terkait.

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi
Ekonomi

Naik Kereta Rp45 Ribu ke Jakarta, Petani dan Pedagang Kini Punya Gerbong Khusus

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:03
Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi
Ekonomi

Tak Bisa Asal Jual Polis, Mulai 1 Juli Agen Asuransi Wajib Bersertifikasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:02
Menanam
Ekonomi

Minapadi Salin sebagai Pengembangan Padi Biosalin, PGN-BRIN Tingkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Pesisir Batang

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38
anwar
Ekonomi

UMKM Berbasis Budaya Jadi Andalan, Pemerintah Soroti Potensi Besar Kalimantan Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:28
pansus
Ekonomi

Pansus DPR: RUU Desain Industri Tak Hanya Lindungi Karya, Tapi Juga Dorong Akses Pembiayaan UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:18
pertamina
Ekonomi

Penyesuaian Harga Pertamax Hanya Separuh Selisih Pasar, Ini Penjelasan Pertamina

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7133 shares
    Share 2853 Tweet 1783
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
GET https://api.football-data.org/v4/matches
Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental
Olahraga

Debut Pahit Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Cannavaro: Pemain Saya Kena Mental

Editor Nasuha
Kamis, 18 Juni 2026 - 20:33

INDOPOSCO.ID - Timnas Kolombia berhasil meraih poin sempurna setelah menaklukkan Timnas Uzbekistan 3-1 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026...

SelengkapnyaDetails
ronaldo

Piala Dunia: Ronaldo Buka Suara Usai ‘Menghilang’ di Laga Portugal vs Kongo

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:13
tuchel

Tuchel Ungkap Rahasia Inggris Bangkit dan Tekuk Kroasia 4-2

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:11
Ronaldo

Portugal Diimbangi Kongo, Roberto Martinez Soroti Tumpulnya Lini Serang

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:40
Kane

Inggris Libas Kroasia, Ghana Tersenyum di Ujung Laga

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:49
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.