• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jaksa Agung ST Burhanuddin: Penanganan Kejahatan di Perairan Belum Optimal

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 14 Januari 2024 - 16:11
in Nasional
Jaksa Agung, ST Burhanuddin. (Puspenkum Kejagung)

Jaksa Agung, ST Burhanuddin. (Puspenkum Kejagung)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jaksa Agung ST Burhanuddin menilai pentingnya kejaksaan turut serta dalam penegakan hukum terpadu di laut. Selama ini, peran Kejaksaan dalam penanganan kejahatan di perairan belum optimal.

“Sebenarnya, kejahatan di laut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara melalui penerimaan denda dan uang pengganti atas kerugian yang timbul akibat tindak pidana tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/1/2024).

BacaJuga:

Menteri Imipas Dukung Langkah KPK Usut Kasus Korupsi yang Jerat Silmy Karim

Perkuat Mobilitas Industri Kreatif, Kementerian Ekraf Buka Peluang Kolaborasi dengan TRAC

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan, KPK Isyaratkan Skandal KITAS-KITAP Bernilai Fantastis

Jaksa Agung menyoroti fakta bahwa Indonesia, dengan 17.500 pulau dan garis pantai mencapai 81.000 km, memiliki 62% wilayah laut dan perairan, mencapai 6,32 juta km2, sementara luas daratannya hanya 1,91 juta km2. Sebagian besar dari wilayah ini belum dikelola secara ketat oleh petugas keamanan, menciptakan peluang untuk peningkatan pengawasan.

Menurut ST Burhanuddin, potensi Sumber Daya Alam (SDA) kelautan belum sepenuhnya dieksplorasi, padahal pemanfaatannya dapat menghasilkan potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan wilayah daratan.

“Kekayaan yang dimiliki dapat menjadi daya tarik bagi pelaku kejahatan lintas negara yang memanfaatkan kondisi geografis Indonesia.” ujar ST Burhanuddin.

Dijelaskan bahwa lebih dari 70% kejahatan terjadi di wilayah laut, mencakup kejahatan kemaritiman seperti illegal fishing, pembajakan, hingga penyelundupan.

“Sejumlah kejahatan di darat, seperti human trafficking, penyelundupan narkotika, penyelundupan BBM bersubsidi, dan impor barang bekas, berasal dari laut, mengancam kedaulatan negara dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

ST Burhanuddin menyoroti celah pada border-border yang riskan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal karena kurangnya pengawasan dan aparatur di laut. Meskipun sudah ada 13 Lembaga/Instansi dengan kewenangan di laut, tugas-tugasnya masih tumpang tindih.

Kejaksaan, sebagai satu-satunya lembaga dengan kewenangan penuntutan di laut, dianggap penting untuk diikutsertakan dalam penegakan hukum terpadu di laut. Intelijen Kejaksaan di bidang kemaritiman perlu dioptimalkan untuk menyelenggarakan Intelijen Penegakan Hukum.

ST Burhanuddin menegaskan konsen terhadap penanggulangan kejahatan di laut karena berdampak luas pada perekonomian negara dan keselamatan masyarakat.

Koordinasi antar instansi menjadi penting, dan solusinya adalah kerja sama intensif dan efektif yang tersentralistik. Model ini, menurutnya, harus mengakomodir semua kepentingan stakeholder tanpa menunggu atau merasa berwenang satu sama lain.

Diperlukan satu komando dan satu langkah untuk menjaga Sumber Daya Laut Nasional sebagai kekayaan Indonesia.

“Sumber Daya Manusia (SDM) Kejaksaan sudah sangat siap menjadi elemen kunci dalam penegakan hukum di perairan,” tegas ST Burhanuddin. (fer)

Tags: GakkumduJaksa AgungKejagungKejahatan di PerairanST Burhanuddin

Berita Terkait.

Agus-Andrianto
Nasional

Menteri Imipas Dukung Langkah KPK Usut Kasus Korupsi yang Jerat Silmy Karim

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:54
Irene-Umar
Nasional

Perkuat Mobilitas Industri Kreatif, Kementerian Ekraf Buka Peluang Kolaborasi dengan TRAC

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:04
Silmy-Karim
Nasional

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan, KPK Isyaratkan Skandal KITAS-KITAP Bernilai Fantastis

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:33
Wamen-Imipas
Nasional

KPK Bongkar Peran Silmy Karim, Dugaan Pemerasan Terjadi Saat Menjabat Dirjen Imigrasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:23
Mensesneg
Nasional

Wamen Imipas Ditahan dan Eks Bos BGN Jadi Tersangka, Istana Tekankan Hal Ini

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:03
Teuku
Nasional

Kementerian Ekraf Dukung Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3524 shares
    Share 1410 Tweet 881
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Nova Arianto Tetapkan 23 Pemain, Timnas Indonesia Siap Menggebrak Piala AFF U-19 2026

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Pertumbuhan Pelanggan Tumbuh Tinggi, KAI: Relasi Yogyakarta-Jakarta Tersibuk di Pulau Jawa

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.