• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jelang Pemilu 2024, Masyarakat Diminta tak Terhasut Berita Hoax

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 26 November 2023 - 06:06
in Nasional
digital

Edukasi literasi digital bagi masyarakat. Foto: Kominfo untuk INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di era digital saat ini, masyarakat sangat mudah mengakses informasi secara online dan real time. Oleh karenanya dibutuhkan edukasi bagi masyarakat, agar bersikap bijak dan kritis. Sehingga tidak mudah termakan berita hoax.

“Edukasi literasi digital bagi masyarakat sangat penting. Agar mereka bijak dan kritis menghadapi berita bohong (hoax) saat pesta demokrasi 2024,” ujar Dosen Universitas Bengkulu Luluk Maktumah dalam keterangan, Sabtu (25/11/2023).

BacaJuga:

Pasca-Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Diimbau Jauhi Pantai

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Diduga Praktik TPPO, P3MI di Bekasi Dilaporkan ke Bareskrim

Berita hoax, menurut dia, adalah berita bohong yang tidak ada sumbernya. Diperlukan sikap yang kritis dan tidak langsung percaya saat menemukan berita hoax.

“Kita wajib untuk cek terlebih dahulu akan sumber beritanya, agar kita tidak termakan berita hoax,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan langsung ikut menyebarkan berita yang didapatkan dari media sosial (Medsos). Karena mendekati pemilu pasti akan banyak berita-berita hoax yang bertebaran di media sosial.

“Banyak berita atau konten di media sosial yang belum tahu sumbernya, sudah langsung kita share. Apalagi dalam menyambut pemilu. Kita harus bijak sebelum melakukan tindakan dikarenakan, semua itu ada konsekuensinya,” katanya.

Di pasal 28 ayat 1, menurut dia, penyebar hoax terancam pidana hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 milyar. “Itu hanya dikarenakan tidak bisa menahan jari jari kita yang tidak terkontrol akibat terpengaruh emosi lalu share di status whatsapp atau Instagram,” bebernya.

Menurut Luluk, berita hoax mudah menyebar karena kebanyakan orang dalam menanggapi berita atau konten di sosial media terlalu mengikuti emosinya dan kurang bisa menanggapi secara rasional.

Hal itu berbahaya karena bisa membentuk polarisasi dan memicu perpecahan. “Kenapa hoax bisa mudah menyebar karena ada perasaan terancam, perasaan marah, perasaan curiga yang berlebihan,” katanya.

“Punya rasa tidak percaya diri yang memiliki pemikiran tidak rasional dan hanya mengikuti emosinya saja untuk membentuk polarisasi yang bisa memicu perpecahan,” imbuhnya.

Ia menekankan agar pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai, untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk bisa lebih bijaksana dalam menanggapi perbedaan pendapat, dan tidak ada sikap intimidasi dan saling fitnah hanya dikarenakan berbeda pendapat.

“Agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai, perlu kearifan dan kebijaksanaan dari kita semua,” ujarnya.

“Termasuk yang ada disini dalam menanggapi perbedaan pendapat. Tidak boleh merasa yang paling sempurna, perlu sikap bijak dalam memilih. Tidak boleh melakukan tindakan yang bisa membuat perpecahan dikarenakan perbedaan pendapat yang berujung intimidasi dan fitnah,” imbuhnya. (nas)

Tags: Berita HoaxMasyarakatPemilu 2024

Berita Terkait.

Indonesia Siap Guncang Sanya, 22 Atlet Bidik Podium Asian Beach Games 2026
Nasional

Pasca-Gempa Dahsyat di Jepang, WNI Diimbau Jauhi Pantai

Senin, 20 April 2026 - 23:51
Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI
Nasional

Jepang Diguncang Gempa Dahsyat, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Senin, 20 April 2026 - 23:34
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Nasional

Diduga Praktik TPPO, P3MI di Bekasi Dilaporkan ke Bareskrim

Senin, 20 April 2026 - 23:24
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM
Nasional

Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM

Senin, 20 April 2026 - 23:14
DPR: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa
Nasional

DPR: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Jangka Panjang Bangsa

Senin, 20 April 2026 - 23:04
Tak Hanya Jadi Penonton, Alumni PMII Harus Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat 
Nasional

Layanan Berkeadilan, Mendikdasmen: Wujudkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus 

Senin, 20 April 2026 - 22:32

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.