• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pakar Hukum Tata Negara Sebut Politik Dinasti Merusak Demokrasi

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 7 November 2023 - 02:22
in Headline
bivitri

Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. (Instagram Bivitri Susanti)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti menyatakan bahwa politik dinasti kembali menjadi perhatian publik. Praktik politik dinasti ini juga berperan dalam merusak kualitas demokrasi.

Dinasti politik seringkali mengganggu rasionalitas pemilih, dan ia menekankan pentingnya semua pihak menyadari dampak dari praktik politik dinasti tersebut.

BacaJuga:

Hadapi Isu Black September, Polri Terapkan Pengamanan Komprehensif

Tak Lagi Desil 4, Anggota DPR Masuk Desil Miskin Viral Kini Jadi Desil 10

Silmy Karim Ajukan Praperadilan, KPK Siap Ladeni di Pengadilan

Menurut Bivitri, politik dinasti dapat merusak demokrasi karena melemahkan kontrol terhadap kekuasaan.

“Kekuasaan akan mengalami penurunan kontrol jika hubungan kekerabatan ada di dalam institusi-institusi politik. Hal ini karena satu pihak dapat menjadi toleran terhadap institusi, bahkan memfasilitasi jalan bagi kerabatnya yang menduduki jabatan tertentu,” katanya dalam keterangan rilis yang dikutip indopos.co.id, Senin (6/11/2023).

Bivitri mengilustrasikan situasi yang terjadi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini. Jokowi memimpin cabang kekuasaan eksekutif, sementara cabang kekuasaan yudikatif, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK), dipimpin oleh adik ipar Jokowi, yakni Anwar Usman.

Dampaknya, menurut Bivitri, MK mungkin akan lebih mudah dipengaruhi oleh adik ipar Jokowi. Bivitri menyatakan bahwa jika hal ini dibiarkan, maka dapat membuka celah bagi praktik korupsi, bahkan mungkin berakhir dengan penghancuran demokrasi. Pembajakan terhadap demokrasi ini dilakukan melalui cara yang tampak demokratis dan sesuai dengan prosedur yang seakan-akan mengikuti aturan.

“Nancy Bermeo bilang, ‘democratic backsliding’ yaitu demokrasi yang dibajak tetapi dengan cara yang demokrasi,” ujarnya.

Dia pun menuturkan bahwa bahaya lain dari dinasti politik adalah bahwa konsentrasi kekuasaan hanya terpusat di beberapa titik. Akhirnya, kekuasaan hanya dimonopoli oleh kelompok orang yang sama. Dampaknya, demokrasi kita menjadi sekadar formalitas prosedural.

“Hal ini sedang terjadi saat ini. Konsentrasi kekuasaan di lingkaran tertentu dapat menghambat inovasi kebijakan atau perubahan yang signifikan. Para pemegang kekuasaan cenderung hanya meneruskan atau mengulangi kebijakan-kebijakan yang telah ada sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, dia menjelaskan bahkan dalam situasi yang besar seperti saat reformasi terjadi, yang melibatkan demonstrasi massal dan korban jiwa, pertanyaannya adalah apakah suara kita benar-benar didengar oleh pihak berwenang. Tampaknya tidak, karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi isu yang belum terselesaikan hingga sekarang. Bivitri menekankan bahwa saat ini di Indonesia telah muncul dinasti politik yang terkait dengan Jokowi.

“Dengan cepat atau lambat, dinasti ini dapat merusak demokrasi di negara ini. Oleh karena itu, diperlukan pembuatan aturan yang melarang praktik politik dinasti, karena hanya mengandalkan etika politik dianggap tidak cukup efektif. Diperlukan tekanan struktural karena sejujurnya, mengharapkan etika dari aktor-aktor politik seperti Ketua MK, Pak Jokowi sendiri, Bobby, Kaesang, Gibran, atau partai politik secara umum, mungkin akan sia-sia. Membahas etika politik dengan mereka sangat sulit,” jelasnya.

Tak hanya itu, terkait dengan gugatan batas usia calon presiden dan wakil presiden, Bivitri menegaskan bahwa kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) hanyalah untuk menentukan apakah suatu pasal melanggar konstitusi atau tidak, bukan untuk membuat aturan baru.

“Oleh karena itu, MK disebutnya sebagai “negative legislator” yang tidak seharusnya menjadi “positive legislator.” Membuat aturan baru bukanlah tugas MK,” pungkasnya. (fer)

Tags: demokrasiPakar Hukum Tata Negarapolitik dinasti

Berita Terkait.

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Headline

Hadapi Isu Black September, Polri Terapkan Pengamanan Komprehensif

Rabu, 9 September 2026 - 09:30
Tak Lagi Desil 4, Anggota DPR Masuk Desil Miskin Viral Kini Jadi Desil 10
Headline

Tak Lagi Desil 4, Anggota DPR Masuk Desil Miskin Viral Kini Jadi Desil 10

Selasa, 8 September 2026 - 21:15
Silmy Karim Ajukan Praperadilan, KPK Siap Ladeni di Pengadilan
Headline

Silmy Karim Ajukan Praperadilan, KPK Siap Ladeni di Pengadilan

Selasa, 8 September 2026 - 15:55
rokmin
Headline

Rantai Dingin Jadi Kunci Tekan Ikan Terbuang, Teknologi Hemat Energi Didorong untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Selasa, 8 September 2026 - 12:22
mount
Headline

Mount Anak Krakatau Remains at Alert Level III, Banten Police Urge Public to Stay Calm

Senin, 7 September 2026 - 16:57
banten
Headline

Gunung Anak Krakatau Masih di Level Siaga, Polda Banten Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Senin, 7 September 2026 - 16:47

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang
Olahraga

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 9 September 2026 - 09:57

INDOPOSCO.ID - Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan drama pada matchday pertama fase liga 2026/2027. Enam pertandingan yang digelar Selasa (8/9/2026)...

SelengkapnyaDetails
atlet

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Selasa, 8 September 2026 - 11:11
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.