• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Masyarakat Mengeluh, Program Rumah Tak Layak Huni Jadi Ajang Pungli di Pandeglang

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 23 Oktober 2023 - 17:05
in Nusantara
kuitansi-co

Bukti kwitansi dugaan pungli program rumah tak layak huni di Kabupaten Pandeglang (foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 35 keluarga penerima manfaat di Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus memberikan uang kepada oknum aparat pemerintahan desa setempat.

Uang pelicin tersebut diserahkan agar program yang bakal diterimanya dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten tidak dialihkan kepada orang lain.

BacaJuga:

Tinjau Jalan Rusak di Pandeglang, Andra Soni: Oktober 2026 Pembangunan Dimulai

Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku

Menurut keterangan sejumlah warga kepada wartawan termasuk indopos.co.id mengungkapkan, dirinya terpaksa harus membayar uang senilai Rp 3 juta.

Bahkan dirinya harus mencari pinjaman ke kerabat untuk memenuhi permintaan oknum yang mengaku dari pemerintahan desa Rancaseneng.

“Benar Pak, saya diminta uang oleh oknum aparat desa melalui RT (Rukun Tetangga) dan ada bukti pembayarannya di kwitansi,” ungkapnya seraya memperliahtkan bukti kwintansi pembayaran,Senin (23/10/2023).

Diketahui bahwa penerima manfaat perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Rancaseneng adalah penduduk miskin dengan kondisi rumah yang sudah rusak parah yang dijadikan prioritas atau sasaran oleh pemerintah Provinsi Banten.

Mendengar adanya aksi pungli itu, Aan Andrian dari Aktivis Front Pendamping Rakyat (FPR) Kabupaten Pandeglang sangat menyangkan bahwa apa yang terjadi pada penerima manfaat perbaikan bedah rumah di Desa Rancaseneng sangat memberatkan terhadap warga miskin di wilayah tersebut.

“Dalilnya tak masuk akal, uang Rp 3 juta untuk AJB (Akta Juka Beli) atau Akta Hibah, apalagi AJB nya tidak ada yang diusulkan kepada PPATS (Pejaast Pembuat Akat Tanah Sementara) Kecamatan Cikeusik. Ini jelas adalah pungli berkedok AJB atau surat hibah,” unglap Aan.

Saat dikonfirmasi Kepala desa Rancaseneng, soal adanya beban biaya pada persyaratan pengajuan program RTLH dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPR-KP) Banten, Kades tersebut melalui suaminya bernama Duriat mengelak bahwa hal itu tidak benar.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Duriat menjelaskan bahwa biaya tersebut sebesar Rp 3 juta rupiah merupakan hasil musyawarah kesepakatan dengan warga.

“ Itu sudah dimusyawarahkan siapa yang merasa keberatankan tidak ada, dan itu adalah hak desa karena tidak mungkin mengeluarkan seperti AJB atau surat tidak ada biasa, baik yang terdaftar sebagai penerima atau yang lainya,” jelasnya seperti dikutip dari dinamikabanten.co,id.

Saat ditanya soal AJB dan pihak Kecamatan tidak tahu perihal itu, Duriat berdalil bahwa tidak berkoordansi dengan pihak Kecamatan Cikeusik, dan itukan hanya surat keterangan aja, “ di dalam surat keterangan itu ada biaya untuk pembelian materai dan lainnya,” kilahnya.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait adanya aksi pungli dari PPK (Peaat penbita Komimen) Dinas PRKP Banten, Tubangs Asep yang disebut sebagai PPK saat dihubungi indopos melalui sambungan telepon sedang tidak aktif.

Saat didatangi ke kantornya juga tidak ada.”Tadi pagi pak Asep hanya datang untuk upacara lalu peergi lagi,katanya sih lagi Diklat,” jelas seorang petugas security di kantor Dinas PRKP Provinsi Banten. (yas)

Tags: PandeglangProgram Rumah Tak Layak Hunipungli

Berita Terkait.

soni
Nusantara

Tinjau Jalan Rusak di Pandeglang, Andra Soni: Oktober 2026 Pembangunan Dimulai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:01
Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin
Nusantara

Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:04
Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku
Nusantara

Mapala UI Jelajah Timur Indonesia, Dorong Ekonomi Desa dan Wisata Dirgantara di Maluku

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:26
Mendikdasmen: Hasil TKA Jangan Sekadar Jadi Angka, Harus Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Nusantara

Bea Cukai dan Pemda Tingkatkan Sinergi Pemberantasan Rokok Ilegal

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:06
Mendikdasmen: Hasil TKA Jangan Sekadar Jadi Angka, Harus Jadi Bahan Perbaikan Pembelajaran
Nusantara

Bea Cukai Dekatkan Layanan dengan Pelaku Usaha, Dorong Kelancaran Ekspor dari Belawan dan Tangerang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:05
Sidang Tahunan Makin Dekat, Gladi Bersih dan Rekayasa Lalu Lintas Dimatangkan
Nusantara

Usai MIN 5 Pidie Jaya ‘Lenyap’ Diterjang Banjir, Menag Siapkan Gedung Rp12,3 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:51

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2211 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.