• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Diam-Diam Ada yang Disembunyikan dari Rapor Pendidikan Kemdikbudristek

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 27 September 2023 - 12:35
in Nasional
belajar-co

ilustrasi siswa tengah belajar Foto: dokumen INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para pegiat pendidikan menilai ada sesuatu yang disembunyikan dari Rapor Pendidikan (Rapendik) Indonesia yang baru saja diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tidak dibukanya data kemampuan dan kompetensi literasi dan numerasi siswa Indonesia menuai kritik.

Kemdikbudristek dianggap tidak transparan dan tidak menunjukkan fakta apa adanya. Akibatnya Rapendik tersebut dinilai hanya untuk menyenangkan Presiden Joko Widodo. “Seharusnya secara gamblang tentang indikator literasi apa yang sudah baik dan belum dan berapa skor kompetensi siswa di bidang literasi dan numerasi,” ujar Dewan Pengawas Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Dhitta Puti Sarasvati kepada INDOPOS.CO.ID, Rabu (27/9/2023).

BacaJuga:

Harga Plastik Melonjak, Puan Ajak UMKM Kembali ke Kemasan Alami

DPR Tambah 5 RUU Prioritas 2026, Soroti Penyiaran hingga Perumahan

Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN Dituai, BPJS Watch Soroti Konsistensi Data dan Beban APBD

Menurut dia, dengan skor tersebut, nantinya bisa dibandingkan dengan skor PISA. Dengan demikian, publik bisa menilai seberapa kemajuan capaian kompetensi literasi dan numerasi siswa Indonesia saat ini.

“Rapendik ini sangat tidak transparan. Tidak ada indikator penilaian literasi dan numerasi yang dipublikasikan,” katanya.

“Sehingga publik tidak bisa menilai apakah Rapendik ini bisa menjawab darurat literasi yang sedang melanda Indonesia. Ada ketidakjujuran dalam penyusunan laporan tersebut karena masih ada yang disembunyikan,” imbuhnya.

Dalam Rapendik tersebut, dilaporkan pada jenjang SD sebanyak 61,53 persen murid memiliki kompetensi literasi di atas minimum, naik 8.11 dari 2021 (53.42 persen). Dalam kompetensi numerasi, sebanyak 46,67 persen murid memiliki kompetensi numerasi di atas minimum, naik 16,01 dari 2021 (30,66 persen). Di jenjang SLTP sebanyak 59,00 persen murid memiliki kompetensi literasi di atas minimum, naik 7,63 dari 2021 (51,37 persen).

Dalam kompetensi numerasi, sebanyak 40,63 persen murid mestinya kompetensi numerasi di atas minimum, naik 3,79 dari 2021 (36,84 persen). Sedangkan di jenjang SMA, sebanyak 49,26 persen murid memiliki kompetensi literasi di atas minimum, turun 4,59 dari 2021 (53,85 persen) dan untuk kompetensi numerasi sebanyak 41,14 persen murid memiliki kompetensi numerasi di atas minimum, naik 5,98 dari 2021 (35,16 persen).

Menurut dia, publik membutuhkan fakta-fakta tentang kemampuan murid Indonesia secara lebih detail. Apa saja kemampuan anak Indonesia di bidang literasi, bagaimana pemahaman bacaannya, dan seterusnya.

“Ada banyak indikator literasi yang mesti diketahui, agar publik juga bisa ikut serta dalam melakukan perbaikan,” ujarnya.

Dia berharap, dengan biaya Rp80,22 triliun yang disediakan APBN untuk Kemdikbudristek sepanjang 2023, seharusnya laporan ini bisa lebih transparan. “Tanpa transparansi laporan Rapendik Tahun 2023 ini tidak berguna sama sekali bagi publik dan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” ucapnya.(nas)

Tags: kemendikbudristekPengiat PendidikanRapendik 2023

Berita Terkait.

puan
Nasional

Harga Plastik Melonjak, Puan Ajak UMKM Kembali ke Kemasan Alami

Kamis, 16 April 2026 - 23:33
bob
Nasional

DPR Tambah 5 RUU Prioritas 2026, Soroti Penyiaran hingga Perumahan

Kamis, 16 April 2026 - 21:21
bpjs
Nasional

Penonaktifan 11 Juta Peserta PBI JKN Dituai, BPJS Watch Soroti Konsistensi Data dan Beban APBD

Kamis, 16 April 2026 - 20:16
kuhp
Nasional

KUHP dan KUHAP Baru Dorong BUMN Lebih Hati-Hati dalam Transformasi

Kamis, 16 April 2026 - 19:25
Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 
Nasional

KUHP dan KUHAP Baru Dorong BUMN Lebih Hati-Hati dalam Transformasi

Kamis, 16 April 2026 - 18:55
Terima KWP Award 2026, Ketua DPD RI: Wartawan Pilar Utama Demokrasi 
Nasional

Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Kamis, 16 April 2026 - 18:34

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.