• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar AS Menguat Karena Kebijakan Fed Tetap “hawkish“

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 23 September 2023 - 09:50
in Ekonomi
Uang-Kertas-Dollar-AS

Arsip foto - Gambar ilustrasi uang kertas dolar AS, franc Swiss, pound Inggris dan euro. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (sabtu pagi WIB), karena pejabat Federal Reserve tetap bersikap hawkish.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,21 persen menjadi 105,5876 pada akhir perdagangan.

BacaJuga:

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

“Saya terus memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke 2,0 persen pada waktu yang tepat,” kata Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman pada Jumat (22/9).

Dia mencatat bahwa para pejabat Fed memperkirakan inflasi akan tetap di atas 2,0 persen hingga setidaknya akhir 2025, menurut perkiraan median yang disampaikan para pembuat kebijakan dalam proyeksi ekonomi triwulanan yang dirilis minggu ini.

Presiden Fed Boston Susan Collins juga menyatakan dukungannya pada Jumat (22/9) untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi seiring perjuangan melawan inflasi yang terlalu tinggi terus berlanjut. “Saya memperkirakan suku bunga mungkin harus tetap lebih tinggi, dan lebih lama, dibandingkan proyeksi sebelumnya, dan pengetatan lebih lanjut tentu saja tidak mungkin dilakukan.”

Juga pada Jumat (22/9), indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur S&P Global meningkat menjadi 48,9 pada awal September dari 47,9 pada Agustus, menunjukkan kontraksi yang sedang berlangsung dalam aktivitas bisnis sektor manufaktur dengan laju yang melambat.

PMI jasa- jasa turun tipis menjadi 50,2 dari 50,5 pada periode yang sama, dan PMI gabungan mencapai 50,1, turun sedikit dari 50,2 pada Agustus.

Di Asia, Bank Sentral Jepang (BoJ) mempertahankan suku bunga sangat rendah pada Jumat (22/9) seperti yang diperkirakan.

“Kami belum memperkirakan inflasi akan mencapai target kami secara stabil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kami harus dengan sabar mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar. Oleh karena itu, kami tentu saja akan mengubah kebijakan jika target kami dapat tercapai. Untuk saat ini, prospeknya adalah bagi perekonomian dan harga sangat tinggi,” kata Gubernur BoJ Kazuo Ueda, Sabtu (23/9), seperti dikutip dari Antara.

Pada akhir perdagangan New York, dolar AS dibeli 148,3790 yen Jepang, lebih tinggi dari 147,5180 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Euro turun menjadi 1,0648 dolar AS dari 1,0662 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2242 dolar AS dari 1,2291 dolar AS.

Dolar AS naik menjadi 0,9067 franc Swiss dari 0,9040 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3471 dolar Kanada dari 1,3469 dolar Kanada. Dolar AS melemah menjadi 11,1118 krona Swedia dari 11,1616 krona Swedia.(mg2)

Tags: dolar ASmata uangPerdagangan

Berita Terkait.

jualan
Ekonomi

Jualan Online Tanpa NIB Siap-Siap Ditolak Marketplace, Ini Kata Mendag

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:44
pc
Ekonomi

Lapangan Bukit Panjang Masuki Tahap Fabrikasi, Tambah Produksi Migas Nasional hingga 50 MMSCFD

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:53
kur
Ekonomi

Legalitas hingga Akses KUR Terintegrasi, Superapps Sapa UMKM Jadi Solusi Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:43
phkt
Ekonomi

PHKT Tambah Produksi Hampir 1.900 BOPD dari Lapangan Sejadi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:13
rosan
Ekonomi

Danantara Raih USD1,5 Miliar dari Pasar Internasional, Akademisi Sebut Indonesia Makin Dilirik Investor

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:35
umkm
Ekonomi

Dari Warung ke Naik Kelas, Festival UMKM Siapkan Jurus Legalitas hingga KUR

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:12

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7124 shares
    Share 2850 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.