• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Mutu Udara di Jabodetabek Dipengaruhi oleh Meteorologis

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 22 September 2023 - 10:07
in Megapolitan
aaa

Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta, Selasa (25/7/2023). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan bahwa mutu udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga sangat dipengaruhi oleh faktor meteorologis.

“Faktor meteorologis ini pengaruh sekali,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani dalam Diskusi Kelompok Terfokus Ombudsman RI yang diikuti via daring di Jakarta.

BacaJuga:

Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan Sepanjang Hari Ini

Resmi Pimpin DPRD DKI, Suhud Alynudin Serukan Era Baru Jakarta

Ledakan Proyek Galian di Fatmawati, 2 Pekerja Alami Luka Bakar

Faktor meteorologis seperti kecepatan dan arah angin, kelembaban udara, suhu udara, dan tekanan udara sangat berpengaruh pada kondisi atmosfer.

Sebagai gambaran, jika udara tenang dan polutan tidak dapat menyebar maka konsentrasi polutan tersebut akan menumpuk. Sebaliknya, ketika angin bertiup kencang dan bergejolak maka polutan akan menyebar dengan cepat sehingga konsentrasi polutan menjadi lebih rendah.

Di samping itu, hujan dapat membersihkan partikel-partikel dari atmosfer dan melarutkan gas polutan.

Rasio mengatakan bahwa polusi udara bisa semakin parah pada musim kemarau, saat hujan tidak turun untuk “membersihkan” polutan.

“Ini riset, di dunia di mana- mana kalau musim kemarau ini semakin parah kondisinya. Ini riset di negara mana pun. Faktor meteorologis berpengaruh meski di kita banyak juga sumber polusinya,” kata dia, Kamis (21/9), seperti dikutip dari Antara.

Dia menyampaikan bahwa salah satu sumber polusi udara di Jabodetabek yakni emisi gas dari penggunaan sarana transportasi.

Menurut dia, ada 17,3 juta sepeda motor; 4,2 juta mobil penumpang; 856 ribu truk; 344 ribu bus; serta 4.045 bus TransJakarta yang dioperasikan di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

“Bayangkan jumlah kendaraan bermotor di wilayah yang begitu sempit ini menyebabkan daya dukung kita menurun,” katanya.

Penyebab polusi udara lainnya yakni pengoperasian pembangkit listrik, kegiatan pabrik dan industri, serta pembakaran terbuka.

Rasio menyebutkan bahwa ada lebih dari 10 pabrik semen, 120 industri manufaktur barang kimia, 170 industri manufaktur karet dan plastik, 1.300 industri manufaktur lain, serta 13 pembangkit listrik tenaga uap pengguna batu bara di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Ia mengatakan bahwa kondisi yang demikian mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya penanganan polusi udara, termasuk di antaranya dengan memperkuat daya dukung lingkungan dengan memperluas ruang terbuka hijau.

“Maka kita butuh langkah tepat apakah kita menambah daya dukung atau mengurangi emisi,” katanya.

Pemerintah juga berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi dan industri serta dalam pengoperasian pembangkit listrik. (mg2)

Tags: Faktor MeteorologisJabodetabekKLHKKualitas Udara

Berita Terkait.

cuaca
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan Sepanjang Hari Ini

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:07
udin
Megapolitan

Resmi Pimpin DPRD DKI, Suhud Alynudin Serukan Era Baru Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 20:22
Garis-Polisi
Megapolitan

Ledakan Proyek Galian di Fatmawati, 2 Pekerja Alami Luka Bakar

Senin, 8 Juni 2026 - 17:29
Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M 7,7: Warga Pesisir Sulawesi Diminta Mengungsi
Megapolitan

Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru dan PT Pos Indonesia Perkuat Komunikasi dan Edukasi Publik

Senin, 8 Juni 2026 - 14:26
Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M 7,7: Warga Pesisir Sulawesi Diminta Mengungsi
Megapolitan

Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh Jaya 2026, Ini Alasannya

Senin, 8 Juni 2026 - 13:15
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Simak 13 Pelanggaran yang Jadi Prioritas!
Megapolitan

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Simak 13 Pelanggaran yang Jadi Prioritas!

Senin, 8 Juni 2026 - 10:05

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1332 shares
    Share 533 Tweet 333
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    850 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.