• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Silaturahmi Perdana Muhaimin ke PKS, CSIIS: Jalan Terjal Menuju Dukungan Bacawapres

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 12 September 2023 - 11:55
in Headline
Cak-Imin-2

Ketua PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan sambutan saat dideklarasikan sebagai cawapres untuk mendampingi bacapres Anies Baswedan. Foto: Instagram @cakiminow

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hari ini, Selasa (12/9/2023), pasangan bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden (bacapres-bacawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN) serta elite dari Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dijadwalkan silaturahmi ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Momen inipun dinilai sebagai tahapan krusial atau jalan terjal apakah PKS dukung atau menarik diri kelar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Sholeh Basyari.

BacaJuga:

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

“Silatutahmi perdana kunjungan Muhaimin ke Markas PKS ini adalah bisa disebut tahapan paling krusial bagi dukungan PKS ke pasangan AMIN. Kenapa? Sebab secara historis ada jalan terjal hubungan PKB dan PKS yang keduanya adalah reinkarnasi dari warisan politik aliran pemilu pertama tahun 1955,” kata dia mengawali pembicaraannya dengan INDOPOSCO, Selasa (12/9/2023).

Menurut Sholeh pada pemilu tersebut, kekuatan politik Islam menyatakan menyatukan diri dalam Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).

“Tragisnya, sebelum pemilu terjadi (tahun 1955), tepatnya pada Muktamar Palembang 1952, NU (Nahdlatul Ulama) keluar dari konfederasi kekuatan politik Islam ini,” ucap Sholeh.

Penyebab utama perpecahan tersebut, ucap dosen Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta ini adalah power sharing yang tidak ideal.

“Menurut NU, saat itu mereka yang mengendalikan basis elektoral paling banyak, namun mendapatkan kursi paling sedikit; dari 45 kursi legislatif Masyumi, hanya 8 kursi untuk NU,” terangnya.

Sholeh mengatakan, alasan perpecahan juga dipicu oleh “kreativitas” Moh Natsir yang men-downgrade majelis Syura yang awalnya pimpinan tertinggi, menjadi dewan penasehat, yang tidak memiliki otoritas teknis dan kebijakan kepartaian.

Merujuk pada sejarah perpolitikan NU dan Masyumi itulah, Sholeh pun menjelaskan tiga sebab lainnya PKS masih setengah hati menerima Muhaimin sebagai bacawapres Anies Baswedan.

“Sekurang-kurangnya ada tiga alasan PKS maju mundur menerima Muhaimin Iskandar. Pertama, Muhaimin adalah “pewaris” tunggal politik aliran yang merepresentasikan kekuatan NU,” tuturnya.

Muhaimin bisa disebut sebagai The Next Wahid Hasyim. Dengan beban sejarah ini, kata Sholeh, Muhaimin tidak saja berpotensi menarik diri secara tiba-tiba dari koalisi (seperti yang dilakukan NU jelang pemilu 1955), tetapi yang lebih berbahaya adalah terganggunya konsolidasi PKS demi keluar dari kelompok oposan.

Kedua, jika pada pemilu 1955, penyebab keluarnya NU dari Masyumi adalah power sharing yang tidak ideal, dengan master mind Natsir, dengan kecerdikannya Muhaimin bisa saja memainkan peran sebagai Natsir dan menggunting posisi-posisi strategis bagi PKS.

“Aktifis PKS juga melihat bahwa ada ‘dendam kesumat’ yang luar biasa di kalangan aktivis NU hingga kini, akibat policy Natsir di masa lalu, bahkan konon hingga meninggalnya Gus Dur tidak memaafkan Natsir (secara politik),” ungkap peraih gelar doktor dalam bidang Filsafat Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) ini.

Alasan ketiga, ujar Sholeh, hal yang paling krusial bagi hubungan politik PKB-PKS adalah terkait ideologi.

“Warna, corak, langgam dan performa PKB-PKS bisa disebut kontras; nyaris seperti minyak dan air, senyawa yang mustahil ber-chemistry. Aktifis-aktifis PKS di masyarakat, masih getol menyuarakan pan-islamisme model Ikhwanul muslimin Mesir, mengusung dan mendesakkan islamisasi bernegara,” terangnya.

Bahkan dalam derajat tertentu, ujarnya, PKS in-line dengan restorasi khilafah, hal dan isu politik yang dipandang sebagai hantu layaknya komunisme, di Indonesia.

“Selebihnya yang paling menyakitkan bagi warga NU, PKS melihat cara berislam kaum Nahdliyyin, sebagai pengagum dan pelestari bid’ah yang tergambar dari statement “almuhafadhah ‘ala qadimis sholih, wal akhdu bil jadid al-ashlah, berpegang pada nilai lama yg masih relevan, sekaligus mengambil nilai baru yang kompatibel dengan kekinian,” terang Sholeh. (dil)

Tags: Anies BaswedanCak Imincapres-cawapresCSIISpks

Berita Terkait.

gempa
Headline

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32
bnpb
Headline

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:30
Kerusakan
Headline

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42
Penceramah
Headline

Buron Kasus Kekerasan Seksual, Polri Upayakan Pemulangan Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:30
Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta
Headline

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:44
Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Headline

Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:56

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.