INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 75 orang. Data itu tercatat hingga Kamis (20/8/2026) sore.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tambahan korban meninggal dunia itu tercatat dari berbagai wilayah Flores, NTT.
“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa, dengan rincian: Di Kabupaten Sikka bertambah 2, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” kata Berton secara daring dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Sementara itu, jumlah korban luka akibat gempa magnitudo 7,7 juga bertambah hingga menembus lebih dari 900 orang.
“Yang semula 898 jiwa. Untuk hari ini kami mendapatkan data ketambahan sembilan jiwa, yaitu berasal dari Kabupaten Ngada,” ujar Berton.
Pemerintah menyampaikan dukacita mendalam atas bertambahnya korban jiwa, serta rasa prihatin bagi para korban luka-luka pasca-gempa dahsyat tersebut.
“Kami sekali lagi menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya teruntuk untuk keluarga, handai taulan, tetangga, dan seluruh kenalan, serta seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Berton.
Berdasarkan data BNPB pada Rabu (19/8/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur mencapai 71 orang. Pemerintah terus melakukan penanganan bencana darurat dan menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan. (dan)






















