• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Akademisi Optimistis Indonesia Mampu Stabilkan Situasi Asia Tenggara

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 24 Mei 2023 - 15:15
in Internasional
akademisi

Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ayusia Sabhita Kusuma. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ayusia Sabhita Kusuma optimistis Indonesia yang memegang Keketuaan ASEAN 2023 mampu menstabilkan situasi di Asia Tenggara.

“Memang sudah terbukti karena Indonesia salah satu dari lima negara ‘founding fathers’ ASEAN dan banyak kasus-kasus terutama konflik di Asia Tenggara yang dibantu penyelesaiannya oleh Indonesia seperti di Kamboja dan Myanmar,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (24/5/2023), seperti dikutip dari Antara.

BacaJuga:

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

Ia mengatakan hal itu sudah menunjukkan bahwa peran Indonesia sangat penting apalagi sekarang ini sudah jadi Keketuaan ASEAN untuk yang kelima kalinya

Menurut dia, Indonesia seperti pemimpin yang sudah netral karena SDM dan SDA terbesar di Asia Tenggara dan secara kekuatan keamanan diperhitungkan juga terutama soal menjaga agar Asia Tenggara stabil terutama dari kekuatan-kekuatan besar seperti dari Amerika Serikat dan China

Selain itu, kata dia, politik bebas aktif yang dijalankan dalam menstabilkan keamanan di Asia Tenggara menunjukkan bahwa peranan Indonesia di ASEAN sangat besar.

Dengan menempati posisi sebagai Keketuaan ASEAN 2023, lanjut dia, peran Indonesia semakin strategis dalam mengembalikan sentralitas ASEAN terutama masalah perekonomian yang mengalami pertumbuhan cukup besar.

“Ini kemarin kalau di level internasional ‘kan masih ada konflik Rusia-Ukraina itu ya yang mengakibatkan ada beberapa kendala terkait perdagangan, ekonomi,” jelas dosen Kajian Asia Tenggara itu.

Jika Asia Tenggara fokus terhadap perdagangan di antara para anggota ASEAN serta dibantu negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Jepang, kata dia, Indonesia bisa menstabilkan masalah ekonomi dan tentu saja hal itu jangka panjang karena konflik-konflik di Asia Tenggara harus dikelola supaya perekonomian stabil serta tidak ada guncangan.

Dengan demikian, lanjut dia, paling tidak semua bidang itu bisa saling mempengaruhi terutama bidang ekonomi, politik, dan keamanan.

“Saya yakin Indonesia cukup mampu, bisa menstabilkan banyak bidang itu, politik, ekonomi, dan keamanan karena juga Indonesia dipercaya sama negara-negara tetangga,” tegasnya.

Terkait dengan peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023, dia mengatakan hal itu lebih ke upaya untuk meningkatkan “matching branding” Indonesia dan bagaimana kemudian politik internal bisa lebih stabil.

“Artinya, kita (Indonesia, red.) ‘kan menjadi contoh. Transisi demokrasi di Indonesia ini ‘kan menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan terutama negara-negara yang masih semi-demokrasi atau demokrasi semu seperti Myanmar,” jelasnya.

Lebih lanjut, dosen yang akrab disapa Ayus itu mengatakan Keketuaan ASEAN 2023 menjadi peluang bagi Indonesia untuk memberikan contoh proses demokratisasi yang baik.

Menurut dia, hal itu diperkuat dengan posisi Indonesia yang akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024, sehingga akan ada transisi kepemimpinan.

“Jadi menurut saya, itu menjadikan Indonesia lebih dilihat dunia, apakah kita mampu menjadi benar-benar negara demokrasi ketiga di dunia, apakah kita sudah mampu menunjukkan bahwa kita sudah matang, sudah dewasa, meminimalisasi ‘money politic’, meminimalisasi hoaks atau kampanye hitam di momentum ini,” tegasnya.

Dia mengatakan walau bagaimanapun politik domestik dan politik luar negeri Indonesia berjalan dua arah ketika menjadi penengah bagi negara-negara lain karena diplomasi yang dijalankan tergolong bagus.

Akan tetapi jika secara internal masih banyak persoalan seperti masalah politik dan ekonomi, kata dia, hal itu berarti masih ada yang kurang sehingga harus diperbaiki agar Indonesia benar-benar bisa diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia. (mg1)

Tags: akademisiindonesiaSituasi Asia Tenggara

Berita Terkait.

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:05
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:01
Kapal-Tanker
Internasional

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:44
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Internasional

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Senin, 4 Mei 2026 - 23:22
Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Internasional

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 23:01
Petugas
Internasional

Tolak “Project Freedom” Trump, Iran: Selat Hormuz Bukan Milik AS!

Senin, 4 Mei 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3688 shares
    Share 1475 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.