• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Warga Aceh Jaya Minta BKSDA Tangani Gajah Liar yang Kerap Rusak Tanaman

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 7 Mei 2023 - 01:42
in Nusantara
Ilustrasi - Gajah liar (ANTARA)

Ilustrasi - Gajah liar (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masyarakat Kecamatan Jaya dan Indra Jaya Kabupaten Aceh Jaya meminta BKSDA untuk mengusir atau memindahkan empat gajah liar yang selalu masuk ke pemukiman warga dan merusak tanaman petani setempat.

“Gajah itu sudah sangat meresahkan, konflik gajah liar ini sudah berlangsung lama di desa kami, bahkan tanaman kami juga habis dimakan gajah,” kata salah seorang warga dan juga petani Aceh Jaya, Abdul Wahid, di Aceh Jaya, Sabtu (6/5).

BacaJuga:

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan 26 Juta Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Perketat Pengawasan Ekspor Minyak Jelantah, Amankan Devisa hingga Miliaran Rupiah

Perkuat Akses Kesehatan Dhuafa, LKC Dompet Dhuafa Kembangkan Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya

Abdul menyampaikan, pihaknya sudah membuat surat dan dikirimkan kepada pihak BKSDA Aceh agar gajah tersebut dapat segera diusir atau dipindahkan ke tempat lain secara jangka panjang, sehingga tidak lagi masuk ke pemukiman dan memakan tanaman petani.

“Kalau tidak dipindahkan akan terus seperti itu, kita halau disini pasti dia pindah ke desa lain karena tidak bisa lagi keluar, karena itu kami harap segera ditangani,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejauh ini sudah ada lima keuchik (kepala desa) yang menandatangani surat permintaan ke BKSDA yaitu Gampong Kuala, Teumareum, Medhang Ghon, Putu dan Cot Dulang, serta dua camat yaitu Jaya dan Indra Jaya.

Sementara itu, Camat Jaya Syamsuddin Rani membenarkan kalau pihaknya juga sudah menandatangani surat sesuai dengan permintaan masyarakat tersebut, apalagi ini merupakan masalah yang sangat penting diperhatikan.

“Harapan kita agar bisa cepat ditangani BKSDA, sehingga tidak terjadi lagi konflik satwa dengan manusia, apalagi gajah juga hewan dilindungi,” demikian Syamsuddin Rani.

Untuk diketahui, konflik gajah liar di kawasan Aceh Jaya tersebut telah berlangsung lama, bahkan sudah cukup banyak tanaman perkebunan petani dirusak. Meski sudah dihalau, gajah itu selalu kembali ke pemukiman warga.

Dalam kesempatan ini, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini terus melakukan upaya untuk mengatasi gangguan gajah sumatera liar di kawasan Aceh.

“Upaya kami mengatasi gangguan gajah ini dengan membakar petasan, harapannya agar gajah dapat kembali ke hutan,” kata Kepala BKSDA Resor Aceh Barat Satirin.

Penanganan gangguan gajah di pedalaman Aceh Jaya tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari petani terkait gangguan gajah di kawasan tersebut. (bro)

Tags: bksdaGajah Liarkabupaten aceh jaya

Berita Terkait.

bc2
Nusantara

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan 26 Juta Batang Rokok Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 13:03
bc
Nusantara

Bea Cukai Perketat Pengawasan Ekspor Minyak Jelantah, Amankan Devisa hingga Miliaran Rupiah

Selasa, 21 April 2026 - 12:42
dd
Nusantara

Perkuat Akses Kesehatan Dhuafa, LKC Dompet Dhuafa Kembangkan Jejaring Sehat Indonesia di Banyumas Raya

Selasa, 21 April 2026 - 12:12
ptba
Nusantara

PTBA Perkuat Pariwisata Sawahlunto Lewat Hotel Heritage Berkelas

Selasa, 21 April 2026 - 10:10
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Pengamat Soroti Peran UGM
Nusantara

Soto Banjar Jadi Andalan, Banjarbaru Dibidik Jadi Kota Gastronomi Dunia

Senin, 20 April 2026 - 22:47
Rahmat-Priyandoko
Nusantara

Bea Cukai Hadiri Pemusnahan 4,989 Kilogram Sabu di BNNP Aceh

Senin, 20 April 2026 - 12:10

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1196 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.