• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Menteri Pertanian G-7 Kutuk Rusia Atas Dampak Perang Terhadap Pangan

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Senin, 24 April 2023 - 03:05
in Internasional
G-7

Ilustrasi - Seorang pejabat menyesuaikan bendera Group of Seven selama KTT G7 di gedung Dewan Eropa di Brussel. ANTARA/REUTERS/Francois Lenoir/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para menteri pertanian kelompok G-7, Minggu, mengutuk Rusia atas perang melawan Ukraina dan dampak konflik terhadap ketahanan pangan global.

Mereka juga sepakat membantu Kiev menghidupkan kembali industri pertanian dengan berbagi pengetahuan tentang penghapusan ranjau lahan pertanian dan membangun kembali infrastruktur.

BacaJuga:

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS

Dalam komunike bersama pada puncak pertemuan dua hari mereka di Miyazaki, barat daya Jepang, para menteri juga membahas jalan untuk mengatasi perubahan iklim dan pandemi COVID-19 di antara tantangan yang dihadapi oleh sistem pangan globa.

Mereka mengatakan peningkatan upaya untuk membuat mereka lebih tangguh dan berkelanjutan sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Sidak ke Pasar, Mentan SYL Pastikan Ketersedian Pangan Pokok di Semua Daerah Aman Jelang Hari Raya Lebaran

“Kami sangat prihatin dengan dampak buruk perang terhadap ketahanan pangan secara global, paling tidak melalui lonjakan harga biji-bijian, bahan bakar dan pupuk, yang secara tidak proporsional berdampak pada yang paling rentan,” kata pernyataan tersebut.

Para menteri G-7, yang mewakili Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat (AS), ditambah Uni Eropa, mengakui bahwa konflik hanya memperburuk ketidakstabilan pangan dan hilangnya keanekaragaman hayati terus terjadi dalam skala besar mempengaruhi kesehatan tanaman, air, dan tanah.

Menurut survei tahun 2021 yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), ekspansi pertanian bertanggung jawab atas hampir 90 persen deforestasi global, dengan lebih dari separuh hutan habis karena diubah menjadi lahan pertanian dan 40 persen menghilang karena penggembalaan ternak.

Para menteri juga mengumumkan rencana aksi terpisah, yang disebut sebagai Aksi Miyazaki, sebagai respon terhadap berbagai masalah kompleks yang dihadapi sistem pangan global.

Rencana tersebut membahas tantangan jangka pendek, seperti konflik internasional dan virus korona, sambil berfokus pada tujuan jangka panjang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengembalikan keanekaragaman hayati yang menghilang.

Di antara poin-poin yang diuraikan dalam rencana tersebut adalah “untuk mendiversifikasi rantai pasokan dengan mengeksplorasi cara-cara untuk untuk meningkatkan sistem pangan lokal, regional, dan global, memanfaatkan penggunaan keberlanjutan sumber pertanian domestik yang ada dan memfasilitasi perdagangan.”

Selamat periode pertemuan, Menteri Pertanian Jepang Tetsuro Nomura mengadakan pembicaraan bilateral dengan menteri pertanian G-7 dan beberapa organisasi internasional yang berpartisipasi.

Nomura membuat kesepakatan dengan menteri pertanian AS dan Kanada untuk mengadakan dialog rutin guna pertukaran informasi tentang pencapaian pertanian keberlanjutan dan meningkatkan produktivitas.

Mengenai masalah Jepang, dia mendesak Komisaris Uni Eropa untuk Pertanian Janusz Wojciecowski untuk menghapus pembatasan produk seperti makanan laut dan jamur liar dari timur laut Prefektur Fukushima, yang mengalami bencana nuklir di pembangkit listrik Fukushima Daiichi saat dilanda gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011.

Pembicaraan mengenai peningkatan produksi pertanian bukanlah topik utama diskusi G-7, sebagian karena negara anggota termasuk dalam eksportir besar, seperti AS, menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.

Dikhawatirkan juga bahwa usaha untuk memperluas produksi pertanian akan mendorong negara-negara mengambil tindakan proteksionis, seperti mensubsidi petani.

Jepang, negara miskin sumber daya dan cepat menua, percaya bahwa meningkatkan produktivitas pertanian adalah masalah utama yang harus diatasi untuk meningkatkan tingkat swasembada pangan, yang mencapai 38 persen pada tahun fiskal 2021 berdasarkan basis kalori.(gin)

Tags: Alternatif PanganG-7Menteri PertanianRusiaukraina

Berita Terkait.

Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07
Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS
Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:16
Gedung-Pancasila
Internasional

ABK WNI Jadi Korban Serangan Drone di Yaman, Kemlu Angkat Bicara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:22
Gempa-Kolombia
Internasional

Gempa Magnitudo 7,4 Hantam Kolombia: 132 Tewas, 570 Lainnya Terluka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:18
WCO
Internasional

Bahas Arah Kebijakan Kepabeanan Dunia, Indonesia Hadiri Pertemuan Tinggi Tahunan WCO di Belgia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1945 shares
    Share 778 Tweet 486
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3824 shares
    Share 1530 Tweet 956
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.