• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah di Tengah Aksi Ambil Untung

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 30 Maret 2023 - 12:04
in Ekonomi
Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga/tom/pri

Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga/tom/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Kamis, melemah di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.

Rupiah pada Kamis pagi menurun 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp15.074 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.056 per USD.

BacaJuga:

Kawal RUU Perkoperasian, Fraksi PKS Dorong Penguatan Koperasi sebagai Instrumen Ekonomi Kerakyatan

Indonesia Tancap Gas di Beijing, Purbaya Usung Strategi Pembiayaan Jangka Panjang

PGE Borong 6 Penghargaan APQA 2026, Bukti Konsistensi Inovasi dan Keberlanjutan Operasi

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan melemah terhadap dolar AS karena aksi profit taking oleh pelaku pasar merealisasikan keuntungan dari dolar,” ujar analis Bank Woori Saudara Rully Nova, di Jakarta, Kamis (30/3), seperti dikutip dari Antara.

Rully mengatakan kurs rupiah merosot dipengaruhi pula oleh menguatnya indeks USD ke level 102,85. Indeks USD merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan USD terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Sementara pasar menunggu data pendapatan konsumer Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk inflasi Maret 2023.

Pekan lalu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, seperti yang diharapkan, tetapi mengambil sikap hati-hati terhadap prospek karena gejolak sektor perbankan. Namun, Ketua Fed Jerome Powell tetap membuka pintu untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut jika perlu.

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan Michael Barr mengatakan bank sentral akan “bertanggung jawab penuh” atas setiap pengawasan atau kegagalan peraturan yang melibatkan Silicon Valley Bank, yang merupakan yang pertama jatuh di antara bank-bank AS dua minggu lalu, memicu efek domino.

Investor mengambil penghiburan dari perjanjian First Citizens BancShares untuk membeli semua simpanan dan pinjaman bank Silicon Valley Bank yang gagal, dan fakta bahwa tidak ada masalah lebih lanjut yang muncul di perbankan global dalam sesi terakhir.

Rully memproyeksikan kurs rupiah hari ini bergerak pada kisaran Rp15.055 per USD hingga Rp15.125 per USD.

Pada Rabu (29/3) rupiah ditutup meningkat 29 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp15.056 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.085 per USD. (mg1)

Tags: Aksi Ambil Untungkurs rupiahnilai tukar rupiahprofit takingrupiah

Berita Terkait.

Abdul-Kharis-Almasyhari
Ekonomi

Kawal RUU Perkoperasian, Fraksi PKS Dorong Penguatan Koperasi sebagai Instrumen Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09
Purbaya
Ekonomi

Indonesia Tancap Gas di Beijing, Purbaya Usung Strategi Pembiayaan Jangka Panjang

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:18
Penyerahan
Ekonomi

PGE Borong 6 Penghargaan APQA 2026, Bukti Konsistensi Inovasi dan Keberlanjutan Operasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:07
Rokok
Ekonomi

Perkuat Legalitas Usaha, Bea Cukai Gresik Terbitkan Izin NPPBKC CV Tiancah Jaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:26
Olivier-Zehnder
Ekonomi

Dubes Swiss Apresiasi Peran Pabrik Nestlé Kejayan Sokong Peternak Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05
Japfa
Ekonomi

JAPFA Perkuat Ketahanan Pangan melalui Inovasi Daur Ulang Air dan Ekonomi Sirkular

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7117 shares
    Share 2847 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.