• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Psikolog Nilai LGBT bukan Gangguan Mental

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 7 Maret 2023 - 05:05
in Nasional
lgbt

Psikolog Klinis Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku Vebry Wattimena (Antara/DedyAzis)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Psikolog Klinis Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku memastikan fenomena LGBT yang kian marak di Kota Ambon bukan merupakan gangguan mental dan harus diedukasi tentang bahayanya LGBT itu sendiri.

“Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) itu bukan merupakan salah satu gangguan mental,” ujar Vebry Wattimena M.Psi di Ambon, Senin.

BacaJuga:

Ketua DPR Sentil Kebijakan Pajak Pembalut, Desak Kebutuhan Menstruasi Jadi Prioritas

Pascakasus Ponpes di Sukoharjo, Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Pesantren

Vape Disusupi Narkotika, DPR: Pengawasan Harus Sasar Rantai Distribusi hingga Bahan Baku

Berdasarkan tipe, lanjutnya, kepribadian dasar manusia dibagi atas normal dan abnormal. Pribadi yang normal pada umumnya memiliki mental yang sehat, sedangkan pribadi yang abnormal biasanya memiliki mental yang tidak sehat.

Kaum LGBT, kata dia, dapat dikategorikan abnormal karena membuat seseorang yang mengalaminya dan lingkungan sekitarnya merasa tidak nyaman dan berisiko menimbulkan dampak negatif lain dari kondisi tersebut.

“LGBT sendiri biasanya termasuk dalam gangguan identitas. Artinya apakah dalam kondisi tersebut seorang LGBT merasa nyaman atau tidak. Ketika dia tidak merasa nyaman atau orang-orang sekitarnya risih hingga menimbulkan kecemasan berlebih dan depresi yang misalnya berisiko tindak kriminal maka di situlah baru bisa dikatakan tidak normal,” katanya.

Namun di sisi lain, Vebry mengatakan fenomena LGBT sendiri cepat atau lambat dan nyaman atau tidak, tentunya bisa menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran HIV/AIDS dan lain sebagainya.

“Pentingnya keterbukaan komunikasi kaum LGBT dengan orang-orang terdekat, agar edukasi yang diberikan juga tepat dan ketika sudah diedukasi secara langsung atau tidak langsung dapat mengurangi LGBT itu sendiri,” ungkapnya.

Ia mengatakan apabila ruang diskusi dengan kaum LGBT ditutup, maka dikhawatirkan akan memunculkan kelompok-kelompok kecil LGBT yang tidak akan menyelesaikan masalah. Orang dengan LGBT sendiri cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar, kurangnya minat untuk bertemu orang lain, depresi, hingga mengurung diri dan berisiko bunuh diri.

Vebry mengatakan seorang LGBT sendiri bisa diubah krisis identitas mereka, namun memerlukan jangka waktu yang cukup panjang.

“Biasanya saya ngobrol dengan mereka, saya tanyakan apa yang membuat mereka berorientasi seks berbeda dengan norma yang ada, kemudian diubah pola perilaku dan kebiasaan hidupnya,” kata dia.

Dia menuturkan ada dua faktor yang menyebabkan seseorang menjadi gay atau lesbian yaitu trauma masa lalu seperti penyintas pelecehan seksual dan faktor lingkungan. Untuk itu terapi perubahan perilaku menjadi sangat penting bagi mereka yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat jumlah kasus HIV dan AIDS mengalami peningkatan mencapai 271 kasus pada 2022 dan didominasi perilaku seks sesama jenis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy menyatakan peningkatan kasus HIV dan AIDS dipengaruhi oleh hubungan seks sejenis atau Lelaki Seks Lelaki (LSL).

“Jika dulu kasus terbanyak pada pekerja seks komersial, saat ini didominasi LSL, yang dipengaruhi gaya hidup dengan usia produktif di bawah 45 tahun,” katanya.

Perilaku seksual menyimpang, katanya, menjadi salah satu penyebab dari penularan HIV/AIDS seperti suka berganti-ganti pasangan dan LSL.

“Kita tengarai penularan HIV karena perilaku seksual suka berganti pasangan, khususnya sesama jenis LSL, dan terbukti dari data jumlah kasusnya mengalami peningkatan,” katanya.

Ia mengakui kasus HIV mengalami peningkatan setiap tahun. Di 2021 sebanyak 116 kasus tahun, meningkat pada 2022 sebanyak 253 kasus HIV dan 18 kasus AIDS

Sementara data hingga Februari 2023 tercatat 15 kasus baru HIV dan satu kasus AIDS.

“Kenaikan jumlah kasus karena petugas rutin melakukan pelacakan dan pemeriksaan sehingga diperoleh kasus baru di 2023,” katanya. (bro)

Tags: gangguan mentalLGBTPsikolog

Berita Terkait.

puan
Nasional

Ketua DPR Sentil Kebijakan Pajak Pembalut, Desak Kebutuhan Menstruasi Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 01:11
santri
Nasional

Pascakasus Ponpes di Sukoharjo, Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Pesantren

Jumat, 6 November 2026 - 00:30
vspe
Nasional

Vape Disusupi Narkotika, DPR: Pengawasan Harus Sasar Rantai Distribusi hingga Bahan Baku

Kamis, 5 November 2026 - 23:23
gri
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinergi DPD-Pemerintah Intervensi Daerah Berfiskal Lemah

Kamis, 5 November 2026 - 21:54
kkp
Nasional

KKP Bekali 2.886 Nelayan dengan Sertifikat Kecakapan, Perkuat Keselamatan Melaut di 25 KNMP

Kamis, 5 November 2026 - 21:11
lsp
Nasional

Legislator PAN Desak Polri Ungkap Dalang Dugaan Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Diproses Hukum

Kamis, 5 November 2026 - 21:01

OLAHRAGA

noc
Olahraga

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian Dua Turnamen WTT Youth 2027

Editor Dilianto
Kamis, 5 November 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID - Diplomasi olahraga Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mulai membuka peluang lebih besar bagi tenis meja nasional. Tak sekadar...

SelengkapnyaDetails
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Raja Sapta Oktohari

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3339 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2307 shares
    Share 923 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1147 shares
    Share 459 Tweet 287
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.