• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kapolri Ingatkan Pentingnya Penguatan Manajemen Risiko Bencana

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 3 Maret 2023 - 02:22
in Nasional
sigit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu pemateri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Kamis (2/3/2023). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana alam di Tanah Air untuk memperkuat manajemen risiko bencana dengan memperkecil dampak yang ditimbulkan, baik kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

“Harapan Pak Presiden, kita memiliki manajemen risiko yang baik saat tahapan pra, saat tanggap darurat, dan pascabencana akan semakin baik,” kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/3/2023).

BacaJuga:

Mendiktisaintek Minta Kampus Hadirkan Solusi Berdampak bagi Masyarakat

Pascakasus Daycare di Yogyakarta, DPD RI: Harus Ada Penguatan Regulasi

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Hal ini disampaikan Kapolri saat menjadi salah satu pemateri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta.

Ia memaparkan pentingnya manajemen risiko bencana karena Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di lingkaran cincin api pasifik (“ring of fire”) sehingga rawan terjadi bencana alam gempa bumi dan bencana lain, seperti tsunami, kebakaran hutan, dan lahan (karhutlat).

Faktor kerap terjadinya bencana alam di Indonesia salah satunya disebabkan terjadinya pergeseran sesar di wilayah tertentu, seperti sesar Sumatera, sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna, dan sesar Yapen.

Tak hanya itu, lanjut Sigit, kondisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran api menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam. Kemudian setiap tahun kerap terjadi fenomena El Nino dan La Nina.

“Jadi ini adalah wilayah-wilayah di Indonesia yang tentunya kita harus memiliki kesiapan lebih,” kata Sigit.

Menurut Sigit, semua pihak harus memiliki kesiapan lebih jika sewaktu-waktu terjadi bencana sehingga dampak yang terjadi bisa dimitigasi seminimal mungkin.

“Paling penting bagaimana upaya melakukan persiapan sehingga saat terjadi bencana dampaknya bisa kita mitigasi seminimal mungkin,” ujarnya.

Dalam penanganan bencana alam, kata Sigit, seluruh pihak terkait dapat mengadopsi rumus yang dikeluarkan UN Disaster Risk Reduction (UNDRR) untuk mengurangi dampak yang disebabkan dari bencana alam.

Rumus mengurangi potensi dampak bencana, yakni risiko sama dengan ancaman bencana (“hazard”) dikalikan kerentanan masyarakat (“vulnerability”) dibagi kemampuan mengatasi bencana (“capacity”).

“Artinya kalau kerentanan masyarakat bisa kita perkecil dan ‘capacity’ bisa ditingkatkan maka risiko terjadi akibat dampak bencana bisa kita kurangi,” Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan bahwa dalam penanganan bencana alam diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas, dan stakeholder masyarakat lain untuk menyatukan kemampuan dan kekuatan dalam menghadapi bencana.

“Yang paling utama menguatkan sinergi kolaborasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, pemerintah, BMKG, BNPB, dan Basarnas sehingga mempersiapkan dan memperkuat apa yang menjadi kebijakan Pak Presiden terkait dengan kemampuan melakukan manajemuen risiko memiliki resiliensi kuat dalam menghadapi bencana,” kata Sigit. (mg2)

Tags: kapolriListyo Sigit PrabowoManajemen Risiko Bencana

Berita Terkait.

Brian
Nasional

Mendiktisaintek Minta Kampus Hadirkan Solusi Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:19
Perundungan
Nasional

Pascakasus Daycare di Yogyakarta, DPD RI: Harus Ada Penguatan Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:37
WNA
Nasional

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:43
Ferry
Nasional

Menkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026”, Kolaborasi MES dengan PNM

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:33
Perlintasan
Nasional

Penanganan 1.810 Perlintasan Sebidang, Sebanyak 172 Bakal Ditutup

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:49
Menag-RI
Nasional

Menag: Lembaga Pendidikan Keagamaan Harus Jadi Ruang Aman dan Bermartabat

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:39

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.