• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Kegigihan Francesco Bagnaia Bagnaia, “Comeback” Bersejarah dan Gelar yang Dinanti Ducati

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 7 November 2022 - 14:40
in Olahraga
bagnaia

Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia melakukan selebrasi setelah memenangi Grand Prix Malaysia, Sirkuit Sepang, Minggu (23/10/2022). Antara/AFP/Mohd Rasfan/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Francesco Bagnaia menyempurnakan “comeback” yang luar biasa pada musim ini dengan merebut gelar juara dunia MotoGP 2022 setelah finis posisi sembilan pada balapan penutup tahun di Valencia, Minggu (6/11).

Mengubah defisit 91 poin yang ia dapati sebelum jeda musim panas, Bagnaia panen poin pada paruh kedua musim, yang tercatat sebagai upaya restorasi terbaik dalam sejarah MotoGP, sebelum muncul sebagai pebalap Ducati pertama yang merebut mahkota gelar juara dunia sejak Casey Stoner pada 2007.

BacaJuga:

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Bagnaia menjadi pebalap tertua yang meraih gelar juara dunia MotoGP perdananya sejak kategori baru kelas premier itu diperkenalkan pada 2002. Pada usia 25 tahun dan 282 hari, Bagnaia menyalip posisi juara 2002 Nicky Hayden dalam usia 25 tahun 91 hari.

Ia juga menjadi pebalap Italia pertama yang meraih kesuksesan di kelas premier setelah Valentino Rossi pada 2009.

Tak hanya itu, kemenangan Bagnaia semakin sempurna karena ia mengendarai motor asal Italia, mengulangi sejarah yang ditorehkan Giacomo Agostini pada 1972.

Statistik MotoGP mencatat ia menjadi pebalap ketujuh dari Italia yang meraih kesuksesan pada kejuaraan dunia bersama Giacomo Agostini (8 gelar), Valentino Rossi (7), Umberto Masetti (2), Libero Liberati (1), Marco Lucchinelli (1) dan Franco Uncini (1).

Titel Bagnaia musim ini merupakan gelar kelas premier ke-21 untuk Italia dan ke-80 bagi negara itu dalam kejuaraan balap Grand Prix pada umumnya.

Dengan kemenangan Bagnaia tersebut, Ducati pada musim ini menyapu bersih gelar juara dunia yaitu konstruktor, tim, dan pebalap. Pabrikan Italia itu juga membantu Marco Bezzecchi sebagai rookie terbaik musim ini.

“Saya sangat senang karena pada hari balapan terburuk di kalender ini saya mendapat hal yang manis ketika saya melintasi garis finis dan melihat pit board dengan tulisan saya juara dunia,” kata Bagnaia dilansir laman resmi MotoGP.

“Semuanya menjadi lebih cerah dan indah,” tambahnya, seperti dikutip dari Antara, Senin (7/11).

Awal musim 2022 sejatinya kurang ideal bagi Bagnaia ketika ia terjatuh di seri pembuka Qatar dan kewalahan menemukan grip di atas mesin Ducati yang baru.

Namun, ia menggunakan waktunya dengan baik untuk beradaptasi dengan GP22, percaya diri dengan kemampuannya, dan pada akhirnya meraih kemenangan pertamanya pada musim ini di seri keenam di Jerez.

Saat merasa dirinya kembali dalam performa terbaik untuk menantang Quartararo, Bagnaia justru tampil tak konsisten, meraih satu kemenangan tambahan di Italia yang diapit tiga hasil gagal finis.

Dengan defisit 91 poin pada pertengahan tahun, Bagnaia sadar ia menghadapi jalan terjal untuk bersaing dengan para pebalap papan atas. Namun, ia tetap fokus menjalani satu balapan ke balapan berikutnya.

“Saya kehilangan keyakinan dalam kejuaraan ini selama satu jam setelah balapan di Sachsenring tapi setelah itu saya tahu bahwa masih ada kesempatan untuk menjadi juara dunia,” ucap Bagnaia.

“Kami mencoba menganalisis semuanya, di rumah juga, untuk melihat apa yang harus diperbaiki, kenapa saya jatuh dan membuat begitu banyak kesalahan, dan sejak momen itu kami melakukan sesuatu yang luar biasa,” sambungnya.

Kesabaran Bagnaia membuahkan hasil sementara Quartararo justru didera sejumlah penampilan buruk.

Sang pebalap Prancis, yang memenangi tiga balapan pada paruh pertama musim, belum meraih kemenangan lagi sejak di Jerman serta gagal finis tiga kali.

Di sisi lain, Bagnaia merasakan empat kemenangan beruntun untuk menyalip Aleix Espargaro dan Enea Bastianini di klasemen.

Posisi Quartararo sebagai pemuncak klasemen mulai terancam ketika Bagnaia meraih tiga podium lagi.

Sang pebalap Yamaha kembali ketiban sial dan gagal mendulang poin ketika Marc Marquez menabraknnya di Aragon.

Ia sadar motor M1 tak bisa menandingi kecepatan Ducati di lintasan lurus, dan di Australia Quartararo harus menyerahkan pimpinan klasemen ke Bagnaia setelah terjatuh di Phillip Island.

Setelah itu Bagnaia meraih kemenangan sempurna di Malaysia di saat Quartararo finis podium untuk memaksa pertarungan gelar juara dunia dilanjutkan ke Valencia.

Membutuhkan tiga poin saja atau finis 14 besar, Bagnaia tahu tugasnya cukup mudah pada balapan penutup musim namun tak ingin gegabah atau membuat kesalahan konyol di Ricardo Tormo.

Setelah sempat bersenggolan dengan Quartararo di lintasan, Bagnaia cukup mempertahankan posisinya dan melintasi finis di peringkat sembilan untuk merebut trofi juara dunia 2022.

Bagnaia disambut para fan dan kru tim Ducati yang turut melakukan selebrasi di lintasan, sebelum mengenakan kaus dan bendera bernomor 1 sebagai sang juara.

“Saya melihat banyak yang menangis, dan itu luar biasa. Saya juga menangis,” ucap dia.

“Ini adalah kemenangan yang luar biasa karena saya merasakan beban di pundak saya untuk membawa titel kembali ke tim saya, ke Ducati, dan ke Italia. Ketika saya bicara dengan Vale (Rossi), dia mengatakan bahwa saya harus bangga memiliki kesempatan ini, tidak setiap orang bisa merasakan hal yang sama. Benar bahwa Anda merasakan tekanannya, merasakan betapa cemasnya, takut, tapi Anda harus bangga dengan itu, senang memilikinya, dan mencoba menikmatinya. Saya mencoba melakukan itu dan sebenarnya pada hari ini saya tak mampu, tapi jujur saya sangat senang memikirkan siapa kami miliki sebagai seorang mentor dan pemimpin,” paparnya. (mg1)

Tags: ducatiFrancesco Bagnaiamotogptim Ducati

Berita Terkait.

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib
Olahraga

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss
Olahraga

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo
Olahraga

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya
Olahraga

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06
bultang
Olahraga

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05

OLAHRAGA

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak
Olahraga

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Editor Folber Siallagan
Minggu, 20 September 2026 - 20:05

PRIHATIN, kecewa, jengkel campur aduk rasanya, ketika menyaksikan pertandingan di level pembinaan MSI YOUTH DEVELOPMENT 2026 (KU 10–18) yang mempertontonkan...

SelengkapnyaDetails
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    964 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.