• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Peneliti Optimistis RI Tidak Alami Resesi karena Fondasi Ekonomi Kuat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 28 Oktober 2022 - 04:44
in Ekonomi
resesi

Suasana aktivitas bongkar muat kontainer di PT Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/10/2022). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/tom.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Senior dan Ekonom Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero optimistis Indonesia tidak akan masuk ke dalam jurang resesi pada 2023 karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat.

“Saya berani mengatakan ketika orang berkata akan terjadi resesi global, Indonesia mungkin ada pelambatan, tapi saya cukup besar punya keyakinan bahwa Indonesia tidak sampai masuk ke dalam resesi,” katanya dalam diskusi The Indonesian Institute di Jakarta, Kamis.

BacaJuga:

Efisiensi dan Ketahanan Operasional Dorong Kinerja Stabil PTBA di Kuartal I 2026

RUPS Tahunan BRMS Pertegas Tata Kelola, Laporan Keuangan 2025 Disahkan Hampir Bulat

Sinergi BTN-IDM Perkuat Pariwisata dan UMKM di Destinasi Warisan Budaya

Poltak mengatakan kekuatan fondasi ekonomi ini salah satunya terletak dari sisi konsumsi rumah tangga yang mampu meliputi 51 persen dari total ekonomi Indonesia.

Ia menjelaskan sepanjang sejarah konsumsi rumah tangga di Indonesia rata-rata mampu tumbuh 4-5 persen secara konsisten.

Menurut Poltak, jika setengah dari ekonomi saja tumbuh 4-5 persen, maka sebenarnya pertumbuhan ekonomi sebesar dua persen itu sudah pasti mampu diraih Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Resesi Global

Belum lagi, didukung oleh komponen lain seperti belanja pemerintah yang tidak mungkin negatif serta komponen investasi yang juga pasti positif.

“Investasi pasti positif meski foreign direct investment (FDI) negatif, tapi domestic direct investment-nya positif,” ujar Poltak.

Sementara itu, Indonesia juga masih mempunyai komponen pendukung pertumbuhan lainnya yaitu ekspor dan impor yang jika Indonesia mengalami pelambatan, maka impor turun, namun ekspor tetap bisa mendukung.

“Kalaupun Indonesia mengalami pelambatan ekonomi, maka sebenarnya posisi perdagangan ekspor dikurangi impor itu masih kecenderungannya positif,” tegasnya.

Poltak menuturkan hanya ada dua faktor yang bisa membuat Indonesia resesi yakni pertama adalah krisis 1998 ketika terjadi inflasi tinggi akibat fenomena El Nino, sehingga terdapat kekeringan cukup panjang yang menyebabkan harga beras naik tiga kali lipat.

Pada saat yang sama, Indonesia pada 1998 turut mempunyai masalah yaitu kualitas perbankan yang sangat buruk, sehingga membuat inflasi tidak terhingga dan daya beli masyarakat hancur.

Di sisi lain, seiring waktu kini perbankan di Indonesia lebih disiplin, lebih transparan dan memiliki kecukupan modalnya mulai kuat yaitu mencapai 24 persen yang jauh lebih kuat dibandingkan pada 1998 hanya empat persen.

Faktor kedua yang membuat Indonesia resesi adalah pandemi COVID-19 karena berdampak langsung terhadap konsumsi privat mengingat berkaitan dengan perdagangan UMKM yang pada saat itu harus terhenti.

Poltak mengatakan jika tidak muncul wabah atau pandemi baru dan dari sisi sektor keuangan terutama perbankan memiliki kekuatan, maka Indonesia tidak akan masuk ke resesi ekonomi.

“Rasanya kecil pada 2023 mendatang akan ada pandemi dalam bentuk baru. Dari sisi sektor keuangan terutama perbankan yang kuat dan konsumsi rumah tangga rasanya dua persen (pertumbuhan ekonomi) saja sudah di tangan, jadi Indonesia tidak akan masuk ke resesi,” jelasnya. (bro)

Tags: ekonomipenelitiresesi

Berita Terkait.

PTBA
Ekonomi

Efisiensi dan Ketahanan Operasional Dorong Kinerja Stabil PTBA di Kuartal I 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:25
brmss
Ekonomi

RUPS Tahunan BRMS Pertegas Tata Kelola, Laporan Keuangan 2025 Disahkan Hampir Bulat

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:56
btn
Ekonomi

Sinergi BTN-IDM Perkuat Pariwisata dan UMKM di Destinasi Warisan Budaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45
menpar
Ekonomi

Widiyanti Serap Aspirasi dan Perkuat Kolaborasi Majukan Pariwisata Sumbar

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:12
brms
Ekonomi

BRMS Raup Laba Bersih USD18 Juta di Kuartal 1 2026, Naik 22 Persen Meski Produksi Turun

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00
PDC
Ekonomi

Budaya Bukan Sekadar Wacana, PDC Dorong Aksi Nyata lewat AoC

Kamis, 30 April 2026 - 23:04

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1517 shares
    Share 607 Tweet 379
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.