• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Eropa Akan Alami Krisis Gas Akut, Ini Alasannya

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 6 Oktober 2022 - 11:39
in Internasional
Pipa-Gas

Dokumen: Pipa gas di stasiun kompresor Atamanskaya, fasilitas proyek Power Of Siberia Gazprom di luar kota timur jauh Svobodny, di wilayah Amur, Rusia 29 November 2019. (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Eropa mungkin menghadapi krisis energi yang lebih akut tahun depan setelah menguras tangki gas alamnya untuk melewati dinginnya musim dingin ini, kata kepala Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (5/10/2022).

Negara-negara Eropa telah mengisi tangki penyimpanan hingga sekitar 90 persen dari kapasitas mereka setelah Rusia memotong pasokan gas sebagai tanggapan atas sanksi Barat yang dijatuhkan atas invasinya ke Ukraina.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Harga gas yang melonjak dalam beberapa bulan setelah invasi pada Februari, telah menurun. Tapi itu bisa berlangsung singkat karena negara-negara bersaing untuk membeli gas alam cair (LNG) dan alternatif lain untuk pengiriman pipa Rusia.

Baca Juga : Pemerintah Optimistis 300 Ribu Jaringan Gas Tersambung Akhir Tahun Ini

Untuk membantu mengatasi rasa sakit, Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga gas, sebuah masalah yang telah memecah blok 27 negara itu karena beberapa negara khawatir hal itu dapat mempersulit mengamankan pasokan.

“Dengan penyimpanan gas hampir 90 persen, Eropa akan bertahan pada musim dingin mendatang dengan hanya beberapa memar selama tidak ada kejutan politik atau teknis,” ujar Fatih Birol, direktur eksekutif IEA yang berbasis di Paris.

Tantangan nyata yang dihadapi Eropa, yang secara historis mengandalkan Rusia untuk sekitar 40 persen dari pasokan gas alamnya, akan dimulai pada Februari atau Maret ketika penyimpanan perlu diisi ulang setelah permintaan musim dingin yang tinggi telah mengurasnya hingga 25-30 persen.

“Musim dingin ini sulit tetapi musim dingin berikutnya mungkin juga sangat sulit,” kata Birol kepada wartawan di Finlandia seperti dikutip Antara, Kamis (6/10/2022).

Pemerintah Eropa telah bergerak untuk melindungi konsumen dari dampak harga yang lebih tinggi dan pada Rabu (5/10/2022), Jerman mengatakan akan mensubsidi tagihan listrik tahun depan dengan membayar di bawah 13 miliar euro (12,8 miliar dolar AS) terhadap biaya penggunaan yang dibebankan oleh empat perusahaan jaringan transmisi tegangan tinggi (TSO).

Biaya tersebut merupakan bagian dari tagihan listrik, terhitung sekitar 10 persen dari biaya keseluruhan untuk pelanggan ritel dan sepertiga untuk perusahaan industri di sektor seperti baja atau bahan kimia.

Intervensi Berlin menstabilkan biaya, yang jika tidak akan meningkat tiga kali lipat mengingat harga listrik grosir yang tidak terkendali dan meningkatnya biaya operasional untuk TSO, kata menteri ekonomi Jerman Robert Habeck.

Sampai perang Ukraina pecah pada akhir Februari, pipa Nord Stream 1 di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman adalah salah satu sumber utama gas Eropa barat.

Nord Stream 1 terdiri dari dua jalur terpisah seperti halnya Nord Stream 2, yang diisi dengan gas, tetapi tidak pernah diizinkan untuk mengirimkan pasokan ke Eropa karena Jerman menangguhkan otorisasi sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Tiga dari empat saluran telah dinonaktifkan oleh apa yang dikatakan Barat dan Rusia sebagai sabotase yang menyebabkan kebocoran besar dan pihak berwenang Denmark mengatakan saluran keempat sedang tertekan pada Selasa (4/10/2022).(mg1)

Tags: gas alam cairkrisis gasuni eropa

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    30975 shares
    Share 12390 Tweet 7744
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    6416 shares
    Share 2566 Tweet 1604
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3292 shares
    Share 1317 Tweet 823
  • Pelajar Tewas Terlindas Truk, Pramono Anung Minta Jalan Licin Kramat Jati Diperbaiki

    2371 shares
    Share 948 Tweet 593
  • Rumah Tahan Gempa BRIN Lulus Ujian, Siap Jadi Model Rekonstruksi di Daerah Rawan Bencana

    1749 shares
    Share 700 Tweet 437
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.