• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

IHSG Terkoreksi Masih Dibayangi Kebijakan Moneter Agresif Global

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 30 September 2022 - 10:43
in Ekonomi
Ilustrasi - Seorang pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari/ama/aa

Ilustrasi - Seorang pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari/ama/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (30/9) pagi terkoreksi masih dibayangi kebijakan moneter agresif global.

IHSG dibuka melemah 14,45 poin atau 0,21 persen ke posisi 7.021,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,83 poin atau 0,28 persen ke posisi 1.006,21.

BacaJuga:

Kabar Baik! Ojol Kini Resmi Jadi Pengusaha Mikro dan Dapat Berbagai Fasilitas

Dukung Kompetensi Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bea Cukai Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha, Dorong Kepatuhan Cukai dan Iklim Investasi

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah, didorong oleh kebijakan moneter yang masih akan agresif di global, rilis data inflasi yang masih terus mengalami kenaikan khususnya di Jerman, serta melemahnya nilai tukar rupiah,” tulis Tim Riset Panin Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (30/9), seperti dikutip dari Antara.

Pada penutupan Kamis (29/9) kemarin, pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah. Investor masih merespons negatif kebijakan moneter yang agresif, di mana hal ini akan berdampak terhadap potensi meningkatnya resesi.

Presiden The Fed untuk Cleveland Loretta Mester menyatakan bahwa suku bunga bersifat fleksibel dan diperkirakan masih akan mengalami kenaikan ke depannya dalam rangka menjaga inflasi.

Antisipasi perlambatan ekonomi dan resesi, CEO Meta Mark Zuckerberg berencana untuk melakukan pemangkasan tenaga kerja untuk pertama kalinya, mengindikasikan prospek ekonomi yang kurang positif ke depannya.

Sementara, pasar saham Eropa kemarin ditutup melemah. Secara umum, investor merespon negatif tren kenaikan inflasi dan suku bunga di Eropa, khususnya setelah harga energi kembali mengalami kenaikan, setelah sebelumnya Rusia mengumumkan adanya kerusakan tiga pipa gas.

Rilis data sentimen ekonomi juga turun ke 93,7 untuk periode September 2022 di mana itu adalah level terendah sejak November 2020. Stimulus yang diberikan oleh UK, tidak mampu mendorong pasar.

Sebelumnya Bank of England (BOE) mulai melakukan pembelian obligasi dan pemerintah membantu memberikan stimulus atau “mini-budget”.

BoE melakukan pembelian obligasi dengan maturity lebih dari 20 tahun, yang mencapai hingga 1,6 miliar dolar AS, di mana ini adalah hari kedua pembelian obligasi. Sementara itu pemerintah Inggris juga melakukan pemangkasan pajak, terbesar sejak 1972.

Di sisi lain, inflasi di Jerman meningkat 10 persen (yoy), tercatat di atas estimasi pasar.

Dari Asia, pagi ini sebagian besar bursa saham dibuka melemah. Investor saat ini masih akan mengantisipasi beberapa rilis data di China, khususnya mengenai rilis data manufaktur.

Rilis data tercatat positif di Asia di mana rilis industrial production di Jepang meningkat 2,7 persen (mom) dan tingkat pengangguran turun menjadi 2,5 persen.

Untuk komoditas, harga emas menguat 1,3 persen, minyak Brent melemah 0,93 persen. Harga minyak NYMEX 1,12 persen mengalami penurunan, disebabkan masih tingginya nilai dolar AS serta meningkatnya peningkatan suku bunga acuan yang memperlambat perekonomian global usai rilis inflasi di Jerman yang melebihi konsensus.

Di sisi lain, OPEC+ dikabarkan mendiskusikan rencana mengendalikan harga minyak dalam pertemuannya pekan depan. Salah seorang delegasi menyebut aksi tersebut bisa membantu menahan penurunan harga.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 413,14 poin atau 1,56 persen ke 26.008,91, indeks Hang Seng naik 1,37 poin atau 0,01 persen ke 17.167,24, dan indeks Straits Times meningkat 1,29 poin atau 0,04 persen ke 3.116,37. (mg2)

Tags: beiihsgmoneter

Berita Terkait.

Maman
Ekonomi

Kabar Baik! Ojol Kini Resmi Jadi Pengusaha Mikro dan Dapat Berbagai Fasilitas

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:44
UKW
Ekonomi

Dukung Kompetensi Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:04
Bea Cukai Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha, Dorong Kepatuhan Cukai dan Iklim Investasi
Ekonomi

Bea Cukai Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha, Dorong Kepatuhan Cukai dan Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:01
Indonesia Polymer Award 2026: Strategi Industri Hadapi Krisis Plastik
Ekonomi

Indonesia Polymer Award 2026: Strategi Industri Hadapi Krisis Plastik

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:55
Pelanggan
Ekonomi

AQUA Dominasi Pasar AMDK Nasional, 57 Persen Outlet Sebut Paling Laris

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:41
Dukung Ekspansi Pasar Global, J&T Express Perluas Layanan Pengiriman ke Lebih dari 60 Negara
Ekonomi

Dukung Ekspansi Pasar Global, J&T Express Perluas Layanan Pengiriman ke Lebih dari 60 Negara

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:48

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1697 shares
    Share 679 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1728 shares
    Share 691 Tweet 432
Tuchel
Olahraga

Inggris vs RD Kongo: Tuchel Minta Publik Tak Tuntut Performa Memukau

Editor Laurens Dami
Rabu, 1 Juli 2026 - 22:06

INDOPOSCO.ID - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta publik tidak mengharapkan performa memukau saat timnya bersua Republik Demokratik Kongo di...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

Jadwal Piala Dunia: Inggris, Belgia dan AS Bertarung Rebut Tiket 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41
Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Hasil Piala Dunia : Hancurkan Swedia 3-0, Mbappe Sebut Perjuangan Prancis Baru Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:11
Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Hasil Piala Dunia: Drama Badai hingga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko Atas Ekuador

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:14
Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:58
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.