• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

DKJ: Kesenian Belum Pulih Sepenuhnya dari Dampak Pandemi

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 24 September 2022 - 04:04
in Megapolitan
dkj

Ilustrasi - Sejumlah seniman Tari Reog Ponorogo beratraksi di arena Festival Batavia Kota Tua di Jakarta, Jumat (26/8/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua I Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Hikmat Darmawan mengatakan bidang kesenian dan kebudayaan masih belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi COVID-19, terutama bagi seni pertunjukan yang paling terdampak.

“Pulih sepenuhnya jelas belum. Di samping tidak adanya pertunjukan, dampak dari tidak adanya pertunjukan dampak ekonominya kan panjang, ya,” kata Hikmat kepada ANTARA melalui sambungan telepon, Jakarta, Jumat.

BacaJuga:

Belanja Makin Cuan, Kokola ‘Cookie Land’ Hadir di JFK 2026 Dengan Exclusive Launch dan Aktivitasi Seru Berhadiah

Tolak Rencana Eksekusi 18 Juni, Koalisi Sipil Gelar Demonstrasi di PN Jakpus

Dinas Pendidikan Jakarta Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Gratis, Simak Jalur serta Kuotanya

Menurutnya, saat ini bidang kesenian baru terlihat harapan untuk pulih sepenuhnya. Walau dalam beberapa hal, kata Hikmat, kini para seniman sudah kembali membangun energi untuk bisa membuat pertunjukan di tengah landainya pandemi.

“Seni pertunjukan produksinya menurun (selama pandemi), jelas. Sekarang menggeliat lagi, tapi masih struggle,” ujarnya.

Baca Juga: Pesta Kesenian Bali ke-44 Libatkan 16 Ribu Seniman

Di antara jenis kesenian, menurut Hikmat, seni pertunjukan yang paling terpukul akibat pandemi seperti teater, musik, dan tari yang pada dasarnya membutuhkan penonton untuk hadir secara langsung.

“Seni pertunjukan, dia yang langsung terasa. Bagaimana orang mempertunjukkan sesuatu tanpa penonton ‘hidup’, itu tantangan betul. Dan bagaimana senimannya bisa hidup kalau penghidupannya itu ditiadakan,” katanya.

Ada dua alternatif untuk mengatasi situasi pandemi, kata Hikmat. Sebagian seniman ada yang memutuskan untuk mempertahankan sifat liveness dari pertunjukan sehingga memilih untuk tidak tampil dulu selama pandemi, serta sebagian lain menyiasatinya dengan alihwahana melalui medium kamera yang kemudian disiarkan melalui berbagai kanal daring seperti YouTube.

“Kalau pertunjukan kan penonton datang, membeli tiket, duduk di kursi, lampu padam, terjadi peristiwa keseniannya. Kalau di YouTube atau di medsos, bagaimana skema uangnya. Musik sama tari misalnya mengembangkan sistem seperti donasi atau kawan-kawan dari komite tari bersama sanggar-sanggar menginisiasi saweran online, tidak terlalu berhasil mungkin, tetapi ini alternatif menarik,” katanya.

Kesenian lain seperti film pun juga terdampak saat pandemi. Hikmat mengatakan para kru menjadi yang paling terpukul di bidang produksi film, sementara para kreator sementara waktu bisa mundur untuk fokus ke pra-produksi dan post-produksi.

Walau menghadapi tantangan untuk bertahan, Hikmat mengatakan dunia kesenian juga melihat adanya peluang dari kemudahan platform internet yang dapat membantu keberlangsungan seni, seperti yang juga terjadi pada seni rupa dan sastra.

“Kita melihat ada struggle tapi juga ada peluang (dari adanya internet),” ujarnya.

Hikmat mengatakan pandemi membawa dampak berupa krisis ekonomi bagi kesenian.

Menurutnya, sejumlah upaya pemerintah sudah dilakukan, salah satunya dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang setidaknya membantu kesenian untuk tetap produksi.

“Bantuan dana pemerintah itu cukup membantu walaupun belum berdasarkan strategi kebudayaan yang lebih luas. Tantangannya adalah apakah ini hanya sifatnya bantuan saja atau mengganjal saja atau bisa dikembangkan menjadi strategi kebudayaan yang lebih kuat untuk menghasilkan ekonomi kebudayaan,” kata Hikmat.

Ia mengatakan bahwa secara garis besar, pandemi menunjukkan bahwa infrastruktur kesenian atau infrastruktur kebudayaan sebetulnya keropos sehingga pelajarannya adalah memperkuat fondasi dan bangunan dari infrastruktur seni budaya. (gin)

Tags: Dewan Kesenian JakartaDKJkesenianpandemi

Berita Terkait.

kokola
Megapolitan

Belanja Makin Cuan, Kokola ‘Cookie Land’ Hadir di JFK 2026 Dengan Exclusive Launch dan Aktivitasi Seru Berhadiah

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:55
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Megapolitan

Tolak Rencana Eksekusi 18 Juni, Koalisi Sipil Gelar Demonstrasi di PN Jakpus

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:28
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Megapolitan

Dinas Pendidikan Jakarta Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Gratis, Simak Jalur serta Kuotanya

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:28
pik
Megapolitan

Motif Asmara di Balik Penculikan Lansia di PIK, 2 Pelaku Ditangkap

Senin, 15 Juni 2026 - 17:45
grogol
Megapolitan

Aston Kartika Grogol dan Pemkot Jakbar Gelar Pekan Raya Grogol 2026, Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Senin, 15 Juni 2026 - 17:07
padam
Megapolitan

Padam Sejam, Jakarta Berhasil Hemat Rp108 Juta dan Kurangi Emisi 60 Ton

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:40

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7055 shares
    Share 2822 Tweet 1764
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1768 shares
    Share 707 Tweet 442
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    990 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.