• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Studi : Berbagai Krisis Tingkatkan Risiko Resesi di Eropa

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 12 Agustus 2022 - 13:37
in Ekonomi
kantor-pusat-Bank-Sentral-Eropa

Foto Dokumen - Simfoni cahaya yang terdiri dari bar, garis dan lingkaran berwarna biru dan kuning, warna Uni Eropa, menerangi fasad selatan kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, 30 Desember 2021. Antara/Reuterds/Wolfgang Rattay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebuah studi yang diterbitkan oleh Institut Ekonomi Jerman (IW) pada Kamis (11/8), menunjukkan bahwa berbagai krisis seperti pandemi Covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina telah meningkatkan risiko resesi di Eropa.

Sementara pendekatan nasional untuk krisis besar “dapat dimengerti,” dalam konflik Rusia- Ukraina saat ini, ini berisiko “perbedaan progresif dalam pembangunan ekonomi,” kata studi tersebut. Ditambahkan pula bahwa memperkuat “ketidakseimbangan antara ekonomi” yang disebabkan oleh krisis akan membawa Uni Eropa (UE) “di ambang resesi”.

BacaJuga:

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Tahun lalu, Uni Eropa mengadopsi paket pemulihan 800 miliar euro (USD826 miliar) untuk mengatasi dampak pandemi. Spanyol dan Italia, dua negara yang paling terpukul, menerima bagian terbesar masing-masing sebesar 77 miliar euro dan 70 miliar euro dalam bentuk bantuan yang tidak dapat dibayar kembali.

Baca Juga : Mengantisipasi Dampak Resesi AS Terhadap Indonesia

Meskipun program tersebut tampaknya memberikan insentif positif bagi investasi swasta di blok tersebut, pemulihan berbentuk V yang cepat atau sangat diharapkan tidak terwujud, kata studi tersebut.

Negara-negara Uni Eropa terpukul ke tingkat yang berbeda dan di beberapa negara anggota seperti Jerman, Spanyol dan Italia, pengeluaran konsumen swasta atau produksi industri masih di bawah tingkat sebelum krisis. Selain itu, tingkat inflasi yang sudah tinggi” lebih didorong oleh guncangan harga energi eksogen,” catat IW, Jumat (12/8), seperti dikutip dari Antara.

Didorong oleh melonjaknya harga energi, inflasi di Uni Eropa naik menjadi 9,6 persen pada Juni. Tingkat tertinggi tercatat di Estonia dan Lithuania, lebih dari 20 persen. Di Jerman, tren kenaikan sedikit melambat pada Juli menjadi 7,5 persen, menurut data resmi.

Untuk mengekang tingkat inflasi yang tinggi, Bank Sentral Eropa (ECB) telah menaikkan suku bunga utamanya. Setelah langkah pertama sebesar 0,5 poin persentase pada Juli, lebih banyak lagi yang akan menyusul.

“Ini adalah kenaikan suku bunga pertama dalam 11 tahun. Tapi sebenarnya ini hanya langkah terakhir dalam perjalanan kami untuk melepaskan langkah-langkah khusus yang harus kami ambil untuk melawan serangkaian krisis,” kata Presiden ECB Christine Lagarde pada Juli.

Namun, efek langsung dari kenaikan suku bunga tidak mungkin, menurut IW. Sebaliknya, intervensi ECB bahkan dapat meningkatkan risiko resesi.

“Stagflasi adalah risiko nyata di Eropa,” institut itu memperingatkan.

Setelah krisis energi, ekonomi besar dengan pangsa industri yang tinggi seperti Jerman dapat tertinggal, sementara itu akan menjadi “semakin sulit bagi perusahaan-perusahaan untuk menjaga ekonomi tetap produktif dan kompetitif,” IW memperingatkan.

“Dalam jangka panjang, dalam kasus terburuk, ini akan menyebabkan migrasi seluruh industri ke luar negeri.”(mg2)

Tags: EropaInstitut Ekonomi Jerman

Berita Terkait.

FIFA-Gift
Ekonomi

FIFA Gift Hadirkan Pengalaman Menonton Piala Dunia 2026 dan Final UCL Lebih dan Berhadiah

Sabtu, 25 April 2026 - 12:39
IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi
Ekonomi

IPA Convex Ke-50, Pemerintah-Industri Satukan Strategi Amankan Pasokan Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:31
PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026
Ekonomi

PLN EPI, PLN Energi Gas dan BAg Sabet 3 Trofi Listrik Indonesia Award 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:34
PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
Ekonomi

PGN-BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton

Sabtu, 25 April 2026 - 09:45
umkm
Ekonomi

Kolaborasi Jadi Kunci, UMKM Pertanian Didorong Lebih Kompetitif

Jumat, 24 April 2026 - 23:03
Pertamina NRE
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.