• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jelang Piala Dunia U-20 Pemkot Surabaya Kebut Penanaman Pohon

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 9 Agustus 2022 - 11:17
in Nasional
Proyek-Penanaman-Pohon

Proyek penanaman pohon Pemkot Surabaya. Foto: antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur memasang geomembran (terpal) dan mengebut penanaman pohon di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo guna mencegah bau dari sampah tersebut menjelang penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang kondisinya akan diinspeksi oleh FIFA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Surabaya Agus Hebi Djuniantoro di Surabaya, Selasa, mengatakan, bau itu berasal dari fermentasi sampah yang ada di tempat tersebut. Fermentasi itu menimbulkan gas metan dan sulfur, sehingga menyebabkan bau kurang sedap.

BacaJuga:

Menteri Wihaji: Jadikanlah PP Tunas Sebagai Alat Pendukung Kehidupan Keluarga

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Usulkan Pembentukan BSDI

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

“Supaya tidak bau, maka kami melakukan berbagai hal supaya nanti pada waktu penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tidak tersebar bau sampah,” kata Hebi, seperti dikutip Antara, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga : Pilot Citilink Meninggal Usai Pesawat Mendarat Darurat di Juanda

Berbagai hal yang dimaksud tersebut di antaranya pertama, DLH meminta pengelola PLTSa Benowo untuk menutup tumpukan sampah itu dengan geomembran, supaya gas yang ditimbulkan oleh sampah itu tidak keluar menyebar.

Menurut Hebi, selama ini tumpukan sampah itu memang sudah ditutup geomembran, namun sudah ada yang sobek, makanya saat ini dipasangi lagi dan ditutup semuanya. Sampai sekarang pengerjaan pemasangan geomembran baru itu sudah lebih dari 50 persen.

“Kami kebut dan targetkan dini September sudah harus selesai, tertutup semuanya. Karena nanti akan ada inspeksi dari FIFA untuk mengecek hasil pengerjaan ini. Apalagi, kalau ditutup semuanya kan juga lebih cantik secara estetika-nya,” ujar dia.

Kedua, lanjut dia, pihaknya juga meminta penambahan methane capture. Jadi, kata Hebi, di TPA itu ada pipa-pipa atau blower yang dipasang di bawah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang bernama methane capture.

Alat tersebut yang kemudian menangkap gas metan dari sampah-sampah itu lalu diolah pada generator, hingga akhirnya bisa menjadi energi listrik. “Methane capture itulah yang kami minta untuk ditambah supaya lebih efektif lagi menangkap gas metan,” ujar dia.

Ketiga, sampah-sampah yang baru datang atau sampah harian, diminta untuk disemprot terlebih dahulu oleh bakteri mikroorganisme untuk menyerap bau-bau yang ditimbulkan dari sampah baru tersebut.

“Jadi, ketika baru sampai di TPA langsung kita semprot bakteri mikroorganisme, sehingga baunya tidak terlalu menyengat,” kata dia.

Sedangkan keempat, DLH Surabaya terus memperbanyak penanaman pohon di sekeliling kawasan TPA. Green belt atau sabuk hijau itu ditanami berbagai macam pohon, mulai dari pohon bambu dan pohon besar lainnya.

Penanamannya pun dibuat bertingkat, sehingga pepohonan itu nantinya akan berbentuk tangga-tangga, dan sampah yang ada di TPA itu tidak akan terlihat dari jalan raya yang baru dibangun.

“Penanaman pohon itu sudah kami kebut sejak bulan lalu, dan saat ini sudah ada lebih dari 3.500 pohon yang kami tanam. Pohonnya pun bermacam-macam, sehingga nanti di kawasan TPA itu akan terlihat hijau, dan bukan lagi tumpukan sampah,” kata dia.(mg2)

Tags: Jawa timurPembangkit Listrik Tenaga SampahPemerintah Kota Surabayapenanaman pohonpiala dunia u-20

Berita Terkait.

Wihaji
Nasional

Menteri Wihaji: Jadikanlah PP Tunas Sebagai Alat Pendukung Kehidupan Keluarga

Kamis, 16 April 2026 - 08:37
Bob-Hasan
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Usulkan Pembentukan BSDI

Kamis, 16 April 2026 - 07:11
Irma-Suryani
Nasional

DPR Soroti Lambannya Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS, Baru 2 Juta Terealisasi

Kamis, 16 April 2026 - 05:39
Hinca
Nasional

Di Sidang MK, DPR Tegaskan: Wawancara Jadi Kunci Konstruksi Peristiwa Pidana

Rabu, 15 April 2026 - 22:42
Abdul-Kharis-Almasyhari
Nasional

Komisi IV Dorong Percepat Pengangkatan PPPK Penyuluh Pertanian, Target Satu Desa Satu PPL Dikebut

Rabu, 15 April 2026 - 22:22
EO
Nasional

IMB Kembali Digelar, Sekjen PKS Serap Gagasan Aktivis Muda dari MBG hingga Geopolitik

Rabu, 15 April 2026 - 21:21

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2516 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    899 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    845 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.