• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Proyeksi Ekonomi AS Terpangkas, IMF Sebut Resesi Sulit Dihindari

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 25 Juni 2022 - 08:43
in Ekonomi
as

Orang-orang berkendara di luar Terowongan Lincoln pada awal akhir pekan Memorial Day, di bawah kenaikan harga gas dan rekor inflasi, di Newport, New Jersey, AS, 27 Mei 2022. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS, karena kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif mendinginkan permintaan tapi lembaga itu memperkirakan Amerika Serikat akan tetap secara terbatas menghindari resesi.

Dalam penilaian tahunan kebijakan ekonomi AS, IMF memperkirakan Produk Domestik Bruto AS hanya tumbuh 2,9 persen di 2022, kurang dari perkiraan terbaru yang mencapai 3,7 persen pada April.

BacaJuga:

PHSS Optimalkan Potensi Reservoir dengan Hydraulic Fracturing, Produksi Migas Meningkat

Kementerian LH, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Berbasis Teknologi

Swiss-Belresort Dago Heritage Gandeng Hompimplay Tawarkan Paket Mulai Rp1,619 Juta

Untuk tahun 2023, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan AS menjadi 1,7 persen dari 2,3 persen dan sekarang lembaga itu hanya memperkirakan pertumbuhan akan mencapai 0,8 persen pada tahun 2024.

Oktober lalu, IMF memperkirakan pertumbuhan AS sebesar 5,2 persen tahun ini, tetapi sejak varian Covid-19 baru muncul dan gangguan rantai pasokan yang membandel telah memperlambat pemulihan. Sementara lonjakan harga bahan bakar dan makanan yang tajam didorong oleh perang Rusia di Ukraina semakin memicu inflasi ke tertinggi 40 tahun.

“Kami sadar bahwa ada jalan sempit untuk menghindari resesi di AS,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva seperti dikutip Antara, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Anggota DPR Puji Ekspansi BNI Buka Cabang di Amsterdam

“Ekonomi terus pulih dari pandemi dan guncangan penting menghantam ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina dan dari penguncian di China. Kejutan negatif lebih lanjut pasti akan membuat situasi lebih sulit,” katanya.

Jika cukup besar, kejutan dapat mendorong resesi Amerika Serikat, tetapi kemungkinan akan singkat dan dangkal dengan sedikit peningkatan pengangguran, mirip dengan resesi AS pada tahun 2001, kata Deputi Direktur IMF Belahan Barat Nigel Chalk. Penghematan AS yang kuat akan membantu mendukung permintaan, tambahnya.

Georgieva mengatakan stabilitas harga penting untuk melindungi pendapatan AS dan mempertahankan pertumbuhan, tetapi mungkin ada “beberapa rasa sakit” bagi konsumen dalam mencapainya.

Dia mengatakan diskusinya dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Ketua Fed Jerome Powell “tidak diragukan lagi tentang komitmen mereka untuk menurunkan inflasi.” Inflasi AS menurut ukuran pilihan Fed berjalan lebih dari tiga kali lipat target 2,0 persen bank sentral AS.

Georgieva mengatakan tanggung jawab untuk memulihkan inflasi yang rendah dan stabil berada di tangan The Fed, dan bahwa dana tersebut memandang keinginan bank sentral AS untuk segera menaikkan suku bunga acuan ke level 3,5-4,0 persen sebagai “kebijakan yang tepat untuk menurunkan inflasi.” Suku bunga kebijakan Fed saat ini berkisar antara 1,50 persen hingga 1,75 persen.

“Kami percaya jalur kebijakan ini akan menciptakan pengetatan di awal kondisi keuangan yang akan dengan cepat membawa inflasi kembali ke target. Kami juga mendukung keputusan Fed untuk mengurangi neraca,” katanya.

Georgieva juga mengatakan IMF melihat manfaat yang jelas untuk menurunkan tarif impor AS yang dikenakan selama lima tahun terakhir, yang mencakup bea hukuman atas impor China dan tarif global untuk baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya.

Juru bicara Departemen Keuangan AS Michael Kikukawa mengatakan pernyataan IMF menunjukkan ekonomi AS menghadapi tantangan global “dari posisi yang kuat” karena kebijakan ekonomi pemerintahan Biden.

Departemen Keuangan juga mengatakan Yellen, dalam pertemuannya dengan Georgieva, menegaskan kembali pentingnya IMF melakukan “penilaian yang jujur dan menyeluruh” terhadap ekonomi anggotanya. (wib)

Tags: ASekonomiIMF

Berita Terkait.

PHSS Optimalkan Potensi Reservoir dengan Hydraulic Fracturing, Produksi Migas Meningkat
Ekonomi

PHSS Optimalkan Potensi Reservoir dengan Hydraulic Fracturing, Produksi Migas Meningkat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05
Kementerian LH, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Berbasis Teknologi
Ekonomi

Kementerian LH, SKK Migas dan PHR Dorong Pemulihan TTM Berbasis Teknologi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:06
Room
Ekonomi

Swiss-Belresort Dago Heritage Gandeng Hompimplay Tawarkan Paket Mulai Rp1,619 Juta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:05
Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito
Ekonomi

Emas Kian Bersinar, Investor Ramai-Ramai Tinggalkan Deposito

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:34
Aira-ev
Ekonomi

Wuling Aira EV Catat Respons Positif, Lebih dari 3.500 SPK dalam Dua Pekan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:04
Merchandise
Ekonomi

J&T Express Gandeng Tahilalats, Warnai Perayaan 11 Tahun dengan Aktivasi Kreatif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3783 shares
    Share 1513 Tweet 946
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.