• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Budaya Patriarki Akar Ketidaksetaraan Gender

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 23 Juni 2022 - 02:22
in Nasional
bintang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan budaya patriarki menjadi akar masalah dari ketidaksetaraan yang dirasakan oleh perempuan.

“Ini masih faktor budaya patriarki yang mengakar selama berabad-abad ini menjadi salah satu faktor yang menghalangi kesempatan perempuan untuk menikmati kesetaraan dalam pembangunan, menikmati manfaat pembangunan,” kata Menteri Bintang dalam acara wawancara Podcast ANTARA di Jakarta, Rabu (22/6).

BacaJuga:

Mendiktisaintek Minta Kampus Hadirkan Solusi Berdampak bagi Masyarakat

Pascakasus Daycare di Yogyakarta, DPD RI: Harus Ada Penguatan Regulasi

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Untuk itu, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap isu perempuan dan anak karena pada kenyataannya hingga sekarang, perempuan dan anak masih dikategorikan sebagai kelompok rentan.

Pihaknya menitikberatkan sinergi dan kolaborasi lintas kementerian dan instansi dalam mengatasi isu-isu perempuan dan anak. Selain itu juga dengan melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Bintang mencontohkan saat menangani permasalahan kawin tangkap di Sumba, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2020 dilakukan melalui pendekatan dengan tokoh agama dan tokoh adat.

Menurut dia, kawin tangkap yang menggunakan kedok budaya sudah selayaknya tidak dilakukan lagi karena memiliki unsur kekerasan terhadap perempuan dan merendahkan martabat kaum perempuan.

“Merendahkan harkat martabat perempuan dengan perempuan ditukar dengan mahar dua kuda seperti itu ya,” katanya seperti dikutip Antara, Rabu (22/6/2022).

Selain itu, pihaknya menambahkan komitmen pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat menjadi penting untuk mengikis budaya-budaya yang tidak relevan di era kekinian.

“Karena kita tahu budaya itu kan tidak statis. Budaya itu dinamis yang bisa bergerak dengan perkembangan zaman,” katanya. (mg1)

Tags: Budaya PatriarkiGenderKetidaksetaraan Gender

Berita Terkait.

Brian
Nasional

Mendiktisaintek Minta Kampus Hadirkan Solusi Berdampak bagi Masyarakat

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:19
Perundungan
Nasional

Pascakasus Daycare di Yogyakarta, DPD RI: Harus Ada Penguatan Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:37
WNA
Nasional

Edarkan Narkoba, WNA China Ditangkap di Pademangan Jakarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:43
Ferry
Nasional

Menkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026”, Kolaborasi MES dengan PNM

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:33
Perlintasan
Nasional

Penanganan 1.810 Perlintasan Sebidang, Sebanyak 172 Bakal Ditutup

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:49
Menag-RI
Nasional

Menag: Lembaga Pendidikan Keagamaan Harus Jadi Ruang Aman dan Bermartabat

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:39

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.