• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar: Ketergantungan Petani pada Pupuk Subsidi Sulit Diubah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 2 Juni 2022 - 15:47
in Nasional
pupuk

Ilustrasi: Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri mengecek distribusi pupuk bersubsidi di salah satu distributor di Jawa Timur, Rabu (23/3/2022). (ANTARA/HO-Satgasus Pencegahan Korupsi Polri)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pakar Ekonomi Pertanian dari Universitas Negeri Semarang (UNS) Profesor Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti menyebut ketergantungan petani pada pupuk bersubsidi sulit diubah dalam waktu singkat.

“Pembatasan pupuk bersubsidi juga dapat membebani para petani yang sudah bergantung pada penggunaan pupuk, tentu tidak mudah diubah dalam waktu singkat,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

BacaJuga:

BMKG Prediksi Hujan Guyur Area Terdampak Erupsi Anak Krakatau pada 9-12 September

The Death of Expertise

Daerah Harus Berteriak Agar Didengar, Alarm Hubungan Pusat-Daerah Memanas

Menurut dia, rencana pembatasan pupuk bersubsidi oleh pemerintah harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi di lapangan, salah satunya mengenai ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi.

Jika memang ada kenaikan harga dari bahan dasar pupuk, lanjut Sucihatiningsih, pemerintah mesti tetap berupaya untuk memenuhi penyaluran pupuk tersebut walaupun jumlahnya terbatas.

“Pada bahan baku pupuk dan dengan alokasi anggaran untuk subsidi pupuk dari APBN yang terbatas, maka memang implementasi berbeda pengaturan subsidi pupuk tersebut,” ujarnya.

Terkait rencana pembatasan pupuk bersubsidi, diharapkan juga agar petani penerima pupuk tersebut benar-benar yang membutuhkan saja.

“Memang implementasi pengaturan subsidi pupuk ini dapat mengamankan penyaluran pupuk agar para petani tetap dapat menerima pupuk subsidi sebagaimana mestinya,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pembatasan juga sangat berpengaruh terhadap beban kebutuhan yang mesti dikeluarkan petani dalam masa tanam.

“Seperti misalnya penggunaan pupuk SP-3 dan pupuk organik untuk pupuk tambahan. Jika pupuk tersebut tidak disubsidi di tahun ini, maka petani harus mengeluarkan biaya tambahan yang tentu akan sangat membebani para petani. Selain itu, jika pembatasan pupuk bersubsidi dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk lebih parah,” ujarnya.

Sucihatiningsih menyarankan pemerintah menggenjot bantuan lain dalam bentuk program seperti kredit pertanian dengan bunga rendah sehingga petani yang terbebani tadi dapat terbantu dalam menjalankan usaha tani.

“KUR pertanian dapat membantu petani untuk memperoleh modal dalam memulai usaha tani dan juga membantu petani untuk terhindar dari jeratan utang rentenir yang dapat membebani para petani,” katanya.

Selain itu ketersediaan jaringan irigasi yang lancar juga menjadi suatu hal yang vital bagi pertanian terutama pertanian lahan kering karena tanpa adanya saluran irigasi yang baik, pertanian lahan kering akan sulit dalam menciptakan produktivitas yang tinggi. “Infrastruktur jaringan irigasi yang baik perlu diusahakan untuk menghindarkan petani dari kelangkaan air,” ujarnya.

Hal lainnya yang mesti pemerintah jalankan ialah mencari cara agar perlahan dapat mengurangi atau menghilangkan ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi yakni dengan membantu petani dalam pennyediaan pupuk organik.

“Perlu adanya kemandirian para petani untuk menyediakan kebutuhan pupuk organik secara mandiri melalui pembuatan pupuk organik dengan cara pengolahan limbah ternak,” katanya.

Sebagai informasi pemerintah berencana melakukan pembatasan penyaluran pupuk subsidi pada Juli 2022 dengan hanya memberikan subsidi pada pupuk urea dan NPK saja, sedangkan pada tahun sebelumnya pupuk yang disubsidi ada lima jenis yaitu urea, NPK, SP-36, ZA, dan pupuk organik.

Selain itu pembatasan subsidi pupuk tidak hanya pada jenis pupuk, namun pemerintah juga hanya akan memberikan pupuk subsidi untuk komoditas tertentu yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao dan tebu rakyat. (bro)

Tags: Petanipupukpupuk subsidi

Berita Terkait.

mount
Nasional

BMKG Prediksi Hujan Guyur Area Terdampak Erupsi Anak Krakatau pada 9-12 September

Senin, 7 September 2026 - 20:02
Polemik “Board of Peace”, GREAT Institute Tegaskan Langkah Prabowo di Davos Tepat Dukung Perdamaian Palestina
Nasional

The Death of Expertise

Senin, 7 September 2026 - 19:39
papua
Nasional

Daerah Harus Berteriak Agar Didengar, Alarm Hubungan Pusat-Daerah Memanas

Senin, 7 September 2026 - 18:08
brin
Nasional

Kepala BRIN: Inovasi Jangan Berhenti di Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:07
bpk
Nasional

23 Calon Anggota BPK Jalani Fit and Proper Test di DPD RI

Senin, 7 September 2026 - 15:15
abu
Nasional

Erupsi Anak Krakatau Harus Diantisipasi, DPR RI: Ini Persoalan Kesehatan Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 15:05

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.