• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Polwan Diminta Tingkatkan Kompetensinya

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 1 Juni 2022 - 04:04
in Nasional
polwan

Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasari, Wakapolda Kalimantan Tengah, memberikan pengarahan kepada sejumlah Polwan dalam FGD "Peningkatan Peran Polwan" yang diselenggarakan oleh Kompolnas di Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu kesetaraan gender dalam organisasi Polri tidak hanya soal jumlah personel polisi wanita (Polwan) yang masih sedikit dibanding polisi laki-laki, namun hal yang terpenting dalam mewujudkan kesetaraan gender adalah meningkatkan kompetensi Polwan itu sendiri.

Pentingnya peningkatan kompetensi Polwan itu disampaikan oleh Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasari, Wakapolda Kalimantan Tengah, dalam diskusi grup terarah (FGD) “Peningkatan Peran Polwan” yang diselenggarakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta Selatan, Selasa.

BacaJuga:

Uji Coba KRL Lintas Bekasi–Cikarang Lancar, Hari Ini Layanan Kembali Normal

Periksa Truk, Bea Cukai Malang Temukan 172.800 Batang Rokok Ilegal dalam Kemasan Sabun

Komoditas Kedelai Bergantung Impor, Wamendiktisaintek: Butuh Pendekatan Berbasis Riset dan Inovasi

“Individu Polwan tantangannya bagaimana membangun kompetensi diri menjadi anggota Polri, belajar-belajar-belajar,” kata Ida.

Ia mengatakan dalam institusi Polri ada 3 kompetensi yang harus dimiliki Polwan, yakni kompetensi teknis, kompetensi etika dan kompetensi leadership (kepemimpinan).

Menurut dia, posisi yang diembannya saat ini sebagai salah satu dari 3 perwira tinggi (pati) polisi wanita adalah dengan meningkatkan kompetensi dirinya.

“Kapolri saat ini sudah memiliki kepedulian (gender), memberikan kesempatan dan ruang lebih luas kepada Polwan, ini menjadi pintu masuk, tinggal bagaimana mengakselerasi pintu masuk ini,” tutur Ida yang juga menjabat Vice President III International Assosiation of Women Police (IAWP) atau organisasi polisi wanita sedunia.

Untuk meningkatkan kompetensi Polwan, kata Ia, memerlukan mentoring. Kegiatan mentoring ini pun tidak mudah pelaksanaannya, karena mencari mentor yang sempurna minim kesalahan juga tidak mudah, sehingga diutamakan mentor yang memiliki pengalaman untuk bisa membina regenerasi Polwan agar mampu berkarir dalam tugas dan struktur organisasi.

Ida juga mengkritisi Polwan yang berada di zona nyaman atau disebutnya freezing. Hal ini hendaknya harus dihindari oleh polisi wanita agar bisa mengembangkan dirinya menjadi lebih berdikari.

“Yang harus tidak dilakukan Polwan ada freezing masuk di zona nyaman, yowes aku gini saja, duduk dikursi ngetik, hidup senang, toh nanti anak saja juga bisa, tidak boleh masuk di zona nyaman,” ucap Ida menegaskan.

Tantangan yang dihadapi para Polwan saat ini, selain dari segi jumlah masih jauh di bawah angka ideal, yakni baru 5 persen dari jumlah seluruh personel Polri yang mencapai 450 ribu personel. Angka tersebut lebih kecil dibanding negara-negara di Asia, seperti Brunai Darusallam persentase Polwan sebesar 17 persen, Singapura 19 persen dan Malaysia 18 persen.

Kompolnas sebagai perpanjangan tangan Presiden dalam merumuskan kebijakan strategis Polri melihat isu peningkatan peran Polwan perlu menjadi perhatian. Mengingat jumlah perempuan dari populasi penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa saat ini hampir sama dengan jumlah laki-laki atau 50 persen.

Polwan diperlukan dalam penegakan hukum dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, belum lagi kejahatan terhadap perempuan dalam ranah siber.

Ketua Kompolnas Benny Mamoto mengatakan harus ada strategi dalam penguatan peran Polwan, sehingga ketika berganti pimpinan Polri tidak lagi berganti kebijakan, tapi jika sudah dirumuskan dalam satu aturan, maka wajib dipedomani oleh siapa pun, baik pimpinan Polri maupun polda dan jajarannya.

“Tujuan FGD ini dalam rangka kami menyusun naskah akademik untuk presiden, ketika kami susun alat dan kebijakan Polri, kami pasti ditanya mana naskah akademiknya,” ujar Benny.

FGD ini menghadirkan sejumlah pembicara selain Brigjen Ida Oetari, juga hadir Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyeni, Pusat Kajian Wanita dan Gender UI Prof Sulistyowati Irianto, dan Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani (melalui tayang video). (bro)

Tags: Kesetaraan GenderKompetensiPolisi wanitaPolriPolwan

Berita Terkait.

Stasiun
Nasional

Uji Coba KRL Lintas Bekasi–Cikarang Lancar, Hari Ini Layanan Kembali Normal

Rabu, 29 April 2026 - 15:07
Rokok-Ilegal
Nasional

Periksa Truk, Bea Cukai Malang Temukan 172.800 Batang Rokok Ilegal dalam Kemasan Sabun

Rabu, 29 April 2026 - 14:06
Fauzan
Nasional

Komoditas Kedelai Bergantung Impor, Wamendiktisaintek: Butuh Pendekatan Berbasis Riset dan Inovasi

Rabu, 29 April 2026 - 12:44
Perwira
Nasional

PDC Perkuat Industri Migas lewat Layanan Outsourcing Terintegrasi

Rabu, 29 April 2026 - 12:24
Tanam-Pohon
Nasional

Sinergi KKP Tingkatkan Kualitas Ekosistem Karbon Biru di Pesisir Jakarta

Rabu, 29 April 2026 - 11:33
Molis
Nasional

Clean Energy Day: Langkah Kecil Pegawai PLN EPI, Dampak Besar untuk Bumi

Rabu, 29 April 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2544 shares
    Share 1018 Tweet 636
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1005 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.