• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ini Kata Pengamat soal Penurunan Nilai Uang Kripto dan NET

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 15 Mei 2022 - 05:05
in Ekonomi
kripto

Representasi mata uang kripto Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penurunan uang kripto ternama seperti Bitcoin dan Etherum yang terjadi dalam seminggu terakhir dinilai karena adanya gerakan menjual uang kripto di seluruh dunia akibat tekanan ekonomi dan kekhawatiran atas inflasi.

Analis dan praktisi hukum di Frans & Setiawan Law Office, Hendra Setiawan Boen mengatakan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan terganggunya pergerakan ekonomi di Eropa dan kenaikan faktor suku bunga pinjaman mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi dan akan terus naik.

BacaJuga:

Menkop Apresiasi Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo, Tegaskan Koperasi Jadi Wadah Potensi Ekonomi Daerah

Kemenkop Dukung Penguatan Koperasi Susu untuk Kedaulatan Gizi Nasional

Pegadaian Terima SK Perjanjian Kerja Bersama 2026–2028 dari Kemenaker RI

Oleh karena itu, para investor cenderung menjual aset yang berisiko, misalnya tidak memiliki fundamental atau underlying yang pasti, dalam hal ini mata uang kripto, kata Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam seminggu terakhir, Bitcoin dan Etherum mengalami tren penurunan lebih dari 20 persen. Namun, ada juga uang kripto Terra Luna yang turun hingga 90 persen.

“Selama perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung kemungkinan kripto akan terus turun karena kinerja stablecoin Terra USD juga terus memburuk. Selain itu, pasar kripto juga menunjukkan arah bubble karena memang overvalue. Koreksi terhadap harga akan terjadi cepat atau lambat,” kata Hendra.

Hendra melanjutkan, “Walaupun sudah bubble, tapi saya melihat gelembung harga kripto belum akan pecah. Melihat tren kenaikan dan penurunan selama ini, kripto memang cenderung turun tajam, dan kemudian naik tinggi. Tidak ada ukuran jelas untuk memprediksi nilai aktual aset tanpa fundamental adalah salah satu alasan kripto termasuk produk berisiko dan berbahaya untuk investasi.”

Baca Juga: Bapepti: Masa Depan Kripto Buatan Indonesia Cerah

Selain itu, Hendra juga menyoroti penurunan penjualan NFT (non-fungible token) sejak September 2021 hingga mencapai 92 persen, seperti yang terjadi atas nilai NFT berupa twit pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey, dari nilai pembelian 2,9 juta dolar AS dan pada April lalu dinilai hanya 280 dolar AS.

“Dari awal saya sudah melihat NFT itu tidak wajar. Pada dasarnya, NFT hanya membeli data digital, padahal data digital mudah disalin siapa pun secara gratis. Kalau begitu, apa gunanya membeli NFT dengan harga mahal? Yang namanya membeli barang harus disertai kepemilikan secara eksklusif. Kalau kita sudah membeli, tapi orang lain dapat memiliki barang yang persis sama secara cuma-cuma,” jelas Hendra.

Hendra memberikan saran kepada calon investor untuk selalu menekankan produk investasi dengan nilai fundamental atau underlying.

“Calon investor harus rajin mempelajari fundamental produk. Jangan cepat terbuai dengan bujuk rayu marketing. Bagaimanapun mereka punya kepentingan berupa komisi, tapi mereka tidak akan bertanggung jawab, kalau ada apa-apa dengan produk tersebut,” ujarnya.

Produk yang dijual mengandalkan influencers atau selebritas juga perlu diwaspadai, apalagi kalau sekadar memamerkan aset pribadi seolah-olah hasil investasi di produk tersebut.

Menurut dia, bukan saja karena beberapa influencers produk investasi yang saat ini berhadapan dengan hukum, tapi sebenarnya dari awal semua calon investor perlu mempertanyakan kapasitas dan kapabilitas dari para selebritis itu soal investasi.

“Intinya, jadilah investor yang cerdas dan tidak latah atau FOMO (fear of missing out)/takut ketinggalan,” tutup Hendra. (bro)

Tags: NETNilai Uang KriptoPengamat

Berita Terkait.

Menkop Apresiasi Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo, Tegaskan Koperasi Jadi Wadah Potensi Ekonomi Daerah
Ekonomi

Menkop Apresiasi Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo, Tegaskan Koperasi Jadi Wadah Potensi Ekonomi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:05
Kemenkop Dukung Penguatan Koperasi Susu untuk Kedaulatan Gizi Nasional
Ekonomi

Kemenkop Dukung Penguatan Koperasi Susu untuk Kedaulatan Gizi Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:07
gadai
Ekonomi

Pegadaian Terima SK Perjanjian Kerja Bersama 2026–2028 dari Kemenaker RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:27
bc3
Ekonomi

Sektor Kepabeanan dan Cukai Sumbang Rp152 Triliun Penerimaan Negara hingga Semester I Tahun 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:25
samator
Ekonomi

Teknologi Jadi Andalan Samator, Filling Station Baru Perkuat Ekosistem Industri Batam

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:05
zaid
Ekonomi

BPDP Ajak Media Lihat Langsung Kontribusi Sawit bagi Perekonomian Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:16

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1624 shares
    Share 650 Tweet 406
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3078 shares
    Share 1231 Tweet 770
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    815 shares
    Share 326 Tweet 204
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    790 shares
    Share 316 Tweet 198
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.