INDOPOSCO.ID – Beberapa anak muda dari komunitas pecinta olahraga yang mereka namakan Sportalavista, berinisiatif mendirikan sebuah portal berita olahraga dengan gaya penulisan yang casual. Portal berita ini ingin membentuk komunitas-komunitas olahraga bagi anak-anak muda di Indonesia.
“Sportalavista ini berawal dari beberapa anak muda yang suka olahraga bareng. Waktu itu, kita sering bermain futsal dan badminton bareng. Nah, saat lagi istirahat, yang kita bahas itu banyak seputar isu-isu olahraga,” ujar KJ Permana
Kebetulan, kata KJ Permana, orang-orang yang ada di komunitas Sportalavista itu adalah anak-anak muda yang aktif juga di sosial media (sosmed). “Kemudian kita mulai berpikir, kenapa cara kita bercerita dan ngobrolin perolahragaan ini tidak kita bawa ke dalam sebuah portal, biar orang baca itu enak, seperti ngobrol sama teman dengan bahasa yang casual juga. Makanya, kita bikinlah sebuah portal berita olahraga bernama Sportalavista.com,” tukasnya.
Dia mengutarakan Sportalavista.com ini didirikan tidak lama setelah terbentuknya komunitas Sportalavista pada 20 Oktober 2021 lalu. Kenapa namanya Sportalavista, menurut KJ Permana, itu karena kebetulan waktu itu mereka lagi mendengarkan lagunya Coldplay, yaitu Viva La Vida.
“Cuma, kalau nama portalnya sportvivalavida, kan kayaknya terlalu memaksa gitu. Akhirnya, ada kawan yang nyeletuk La Vista saja, karena La Vista itu artinya insight atau wawasan. Jadilah nama yang kita sepakati Sportalavista.com, yaitu sebuah wawasan tentang olahraga,” tuturnya.
Disampaikan, Sportalavista.com yang memiliki slogan “Bukan Sekadar Berita Olahraga” berharap dapat menumbuhkan semangat membaca bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui berita-berita olahraga yang positif. Selain itu, Sportalavista juga berharap dapat turut serta membantu memajukan olahraga di Indonesia. “Kami menghadirkan berita-berita olahraga dengan cara pembawaan yang casual, yang nantinya kami juga akan membuat sebuah komunitas-komunitas kedepannya. Itu rencana kami,” katanya.
Karena diawali dari sebuah komunitas anak-anak muda pecinta olahraga, KJ Permana mengatakan portal berita Sportalavista.com juga ingin mengajak anak-anak muda untuk berkomunitas olahraga juga. “Jadi, langkah pertama kami adalah mendapatkan traffic, viewer atau pembacanya dulu. Nanti, kalau sudah ada establish reader atau viewer, baru kita bikin komunitas olahraganya yang kita mulai bangun dari grass root,” ucapnya.
Dia menegaskan Sportalavista.com ingin menjadi “percikan” terhadap banyak anak muda di Indonesia sebenarnya yang ingin berolahraga. “Tujuan kami, mengajak anak-anak muda ini untuk mulai menyukai olahraga. Karena, ada yang suka berita olahraga tapi dia sendiri tidak bergerak. Dia hanya membaca doang dan nggak ikut olahraganya. Jadi, tujuan kami ini, karena awalnya komunitas yang suka berolahraga bareng, kami bikin portal berita ini untuk mengajak para pembaca untuk berolahraga. Jadi, memang community based,” tukasnya.
Jadi, lanjut KJ Permana, misi Sportalavista.com adalah ingin menjadi komunitas untuk memfasilitasi masyarakat mencari informasi seputar dunia olahraga nasional dan internasional. Selain itu, portal berita ini juga ingin memberikan informasi positif yang berkualitas dari olahraga nasional maupun internasional secara aktual, faktual, atraktif, dan menghibur dari seluruh arena olahraga secara lengkap. Juga, menjadi sarana komunitas olahraga di seluruh Indonesia untuk berkembang dan mendukung tim maupun olahraga yang disukai.
Dia mengatakan Sportalavista masih terus mengembangkan diri dalam segala bidang untuk tumbuh dengan baik, dan bisa menyajikan bacaan yang bisa dinikmati oleh semua warga Indonesia di manapun berada. Ke depan, Sportalavista juga akan membuat konten-konten di YouTube dan memanfaatkan platform TikTok.
“Kami juga sedang membuat server discord, dan akan masuk ke platform-platform sosial media untuk anak-anak muda itu bersosialisasi. Nah, setelah masuk ke sana, dari situ kami akan membuat komunitas-komunitas olahraga bagi mereka. Jadi, bisa dibilang Sportalavista ingin menjadi media olahraga yang tidak cuma kuat di online, tapi juga di offline,” katanya. (ibs)











