• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Kolam Ukraina

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 29 Maret 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Perang di Ukraina akhirnya sampai di Turki –dengan harapan baru. Tentu itu karena modal untuk perundingan di Turki minggu ini lebih kuat: Ukraina bersedia menjadi negara netral dan bebas nuklir. Itu diucapkan sendiri oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy kemarin –diberitakan secara luas di seluruh dunia.

BacaJuga:

Weda Bay

Bali Lombok

Rocky Gerung

Memang Zelenskyy masih mensyaratkan dua hal. Salah satunya: itu harus direferendumkan –harus minta persetujuan rakyat secara langsung.

Referendum itu diperlukan karena Ukraina harus mengubah konstitusi. Tidak cukup diputuskan lewat perwakilan rakyat di legislatif. Konstitusi Ukraina, sejak 2019, mengatakan bahwa negara itu harus menjadi anggota NATO –organisasi pertahanan Amerika-Eropa. Hanya sedikit negara Eropa yang tidak menjadi anggota NATO –seperti Swiss atau Finlandia.

Kenetralan Ukraina itulah yang memang sejak awal dituntut Rusia: tidak mau Ukraina menjadi anggota NATO. Rusia tidak keberatan Ukraina menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Eropa –asal itu tadi.

Bagi kita –yang sangat merasakan langsung ”sakitnya tuh di sini”– tentu berharap perang segera selesai. Lebih tepatnya: Rusia segera menghentikan serangan dan menarik mundur pasukannya dari Ukraina. Kita ikut sakit sekali di sini: harga-harga kebutuhan hidup naik sekali –pun sampai ke soal harga tempe.

Turki memang sangat aktif ikut berusaha mencari jalan keluar. Turki bisa diterima di dua pihak. Ia anggota NATO, tapi menjalin hubungan ekonomi dan militer dengan Rusia.

Dalam banyak hal, Turki dianggap ”nakal” oleh NATO. Soal Syria dan Afghanistan, misalnya, Turki berbeda langkah dengan NATO. Juga soal Iran. Turki justru bekerja sama dengan Rusia –dan Tiongkok.

Kadang ”anak nakal” memang banyak gunanya. Setidaknya Turki bisa memecahkan kebuntuan perang. Sudah empat kali perundingan dilakukan di Belarus. Hanya berhasil sedikit sekali –disepakatinya jalur bantuan ke penduduk di daerah perang.

Konon ada peran konglomerat di balik rencana perundingan Turki itu: Roman Abramovich –Anda lebih tahu siapa pemilik klub sepak bola Inggris, Chelsea, itu.

Ia itu masuk kategori orang kaya yang hidupnya di jepitan. Di Rusia ia dianggap antek Barat –bisnisnya banyak sekali di berbagai negara Barat. Di Barat sendiri ia dianggap antek Vladimir Putin –sehingga aset-asetnya di Barat dibekukan, termasuk klub kebanggaan Inggris itu.

Tidak selamanya posisi kejepit – Gambit H-1982 akan mengoreksi kata itu menjadi terjepit– tidak enak. Turki dan Abramovich ternyata bisa banyak bermanuver dari posisi jepitannya itu.

Tentu Indonesia bisa kirim full doa: semoga berhasil. Dan Putin bisa hadir di Bali untuk KTT G20 enam bulan lagi. Siapa tahu bisa juga mampir ke Tuban –Presiden Jokowi ingin banget proyek petrochemical dengan investor Rusia tersebut segera berjalan.

Itu adalah proyek yang diimpikan Presiden Jokowi sejak awal masa jabatan yang pertama dulu. Ketika di awal masa jabatan kedua belum juga bergerak, Jokowi begitu marahnya kepada Pertamina.

Presiden Biden memang sudah tegas menyatakan: Putin harus dikeluarkan dari G20. Indonesia tentu akan cari jalan keluarnya.

India adalah contoh ”anak nakal” yang lain. Ia masuk persekutuan pertahanan dengan negara Barat untuk Pasifik –bersama Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang– tapi tetap bersahabat dengan kawan lamanya, Rusia. Ketika Barat memboikot minyak Rusia, India terus impor minyak dari sana.

Dan Turki kini menjadi harapan baru.

Memang ada keadaan yang kurang mendukung kesuksesan perundingan itu. Tiba-tiba saja, kemarin, ada keprihatinan baru: Rusia menjatuhkan rudal di dekat Kota Lviv. Tidak jauh dari perbatasan anggota NATO, Polandia –yang dulu masuk blok Uni Soviet Rusia.

Serangan baru tersebut seperti ancaman baru yang serius.
Oh, ternyata itu rudal gertak. Bukan rudal serius –meski kerusakan yang diakibatkannya sangat serius.

Di Lviv ada markas militer –termasuk militer dari banyak negara Barat. Di situ juga wartawan internasional berbasis –untuk meliput perang ini.

Rudal tersebut ternyata tidak untuk menggagalkan perundingan Turki. Itu hanya untuk mengejek Presiden Joe Biden. Yang dua hari sebelumnya berada di Polandia. Di situ Biden berbicara keras sekali ke arah Rusia. Termasuk kalimat ini: ”Putin tidak boleh punya kekuasaan lagi”.

Tafsir yang beredar: Amerika akan menggulingkan Putin dengan cara apa pun.

Karena itu, munculnya kalimat seperti itu sampai disayangkan oleh seorang anggota kabinet Inggris: itu bisa membuat Rusia lebih agresif. Juga bisa membuat dukungan dalam negeri untuk Putin justru menguat.

Padahal, Barat justru harus menciptakan pelemahan dukungan rakyat Rusia terhadap Putin. Sehari kemudian, Biden memperbaiki kalimatnya: bukan agar Putin dijatuhkan, melainkan ”Putin tidak boleh lagi punya kekuasaan di Ukraina”.

Tentu di mana-mana sama: ada kadrun, ada pula cebong. Ada kolam, ada pula gurun. Pun di Rusia, di Ukraina, di NATO dan di Liverpool. Tapi, di mana-mana juga sama: lebih banyak yang netral dan rasional.

Amerika tentu terus mengintai seberapa banyak kekuatan mirip kadrun di Rusia. Apakah –dengan perang yang lambat ini– dukungan kepada Putin kian kuat atau kian lemah. Itu karena bisa menjadi modal untuk menggulingkan Putin.

Rusia tentu berbuat yang sama di Ukraina: seberapa besar kolam di sana.
Dari situ bisa diperkirakan: kalaupun kelak dilaksanakan referendum di sana, rakyat memilih mana. Mengubah konstitusi untuk menjadi negara netral atau tetap ingin menjadi anggota NATO.
Mungkinkah hasilnya terbelah? Di wilayah timur pro-netral dan wilayah barat pro-jadi NATO? Lalu, akan ada dua negara: Ukraina Barat dan Ukraina Timur –seperti di Korea? (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya
Olahraga

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Editor Laurens Dami
Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 20 forum wartawan se-Jabodetabek berkumpul dalam ajang Media Billiards Tournament ‘Press & Pocket Tournament’ Piala Menteri UMKM...

SelengkapnyaDetails
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1058 shares
    Share 423 Tweet 265
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.