• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Pengusaha Tahu di Kediri Kurangi Produksi Imbas Harga Kedelai Mahal

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 16 Februari 2022 - 04:37
in Daerah
tahu

Pekerja memotong tahu siap jual di gudang pabrik tahu CV Gudange Tahu Takwa (GTT) di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/2/2022). Foto: Antara/Asmaul Chusna

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengusaha tahu di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengurangi produksi menyusul harga kedelai yang semakin mahal dan imbas PPKM, guna menekan kerugian yang semakin besar.

“Kami kurangi produksi, karena untuk mengurangi kerugian. Kalau di hari normal sehari bisa hingga 400 kilogram. Saat ini, rata-rata 300 kilogram, bahkan hari ini 200 kilogram,” kata Pemilik CV Gudange Tahu Takwa (GTT) Gatot Siswanto di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jatim, Selasa (15/2/2022).

BacaJuga:

KWT Rosella Beralih ke Melon Premium, 75 Persen Hasil Panen Terserap Pasar

Bakti BCA Perluas Akses Kesehatan Mata, 261 Warga Cianjur Jalani Operasi Katarak

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 4 Ribu Gram Sabu Asal Malaysia di Terminal Ferry Tanjungbalai, Sumut

Ia mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 memang mengurangi produksi. Hal ini karena sejumlah gerai di sejumlah daerah tutup seperti di Surabaya dan Malang.

Namun, pada November 2021, produksi sudah mulai ada peningkatan lagi menyusul status level PPKM yang turun. Hingga, kini ada kenaikan level PPKM lagi, membuat usahanya juga semakin sulit.

Baca Juga: Hampir Separuh UMKM Milik Perempuan Terjerat Utang

“Bulan November 2021 itu, ekonomi mulai normal lagi, hingga ada imbauan dari pemerintah ada penutupan lagi, omzet turun lagi,” kata dia Selasa (15/2/2022), seperti dikutip Antara.

Ia juga menambahkan, selain PPKM, harga kedelai sebagai bahan baku utama produksi tahu di usahanya juga mahal.

Sejak dua pekan lalu, harga kedelai Rp11 ribu per kilogram, bahkan pernah di harga Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp9.500 rupiah per kilogram.

Kondisi ini membuat UMKM seperti dirinya harus memutar otak agar biaya produksi tidak mengalami kerugian terus.

Ia pun mengaku tidak berani mengurangi kualitas bahan baku, sebab akan mengurangi hasil produksinya. Untuk saat ini, yang bisa dilakukannya adalah berencana menaikkan harga.

“Kami tidak berani untuk pengurangan bahan baku, karena akan mengurangi kualitas produksi. Dengan harga kedelai saat ini, tentu saja harga jual produk kami berupa tahu terpaksa juga kami naikkan. Semula harga per biji tahu Rp900, sekarang naik menjadi Rp1.000,” ujar dia.

Ia juga mengaku hingga kini tetap mempertahankan para pekerja. Walaupun saat ini tidak seramai sebelum pandemi Covid-19, para pengusaha juga tetap masuk.

“Untuk tenaga kerja, tidak ada PHK hanya pengurangan jam kerja saja. Untuk di bagian produksi ini ada 25 orang kerja mulai jam 07.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Produknya ada banyak, tahu takwa, stik tahu, tahu bulat,” kata dia.

Ia pun berharap pemerintah mempunyai kebijakan khusus terkait dengan kedelai ini. Saat ini, hampir 100 persen perajin tahu seperti dirinya mengandalkan bahan baku kedelai impor.

Untuk itu, diharapkan harga kedelai bisa stabil, sehingga UMKM seperti dirinya bisa bertahan dan para pekerja tetap bisa bekerja.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengaku pihaknya terus komunikasi intensif dengan pemerintah pusat terkait dengan harga kedelai ini.

Ia pun menambahkan, harga kedelai impor di pasaran mahal, sebab impor pun harganya sudah mahal.

“Kami komunikasi terus dengan teman-teman di pusat, kalau nanti memang harus berkirim surat kami siap. Kalau kedelai, karena memang impornya sudah mahal,” kata Tutik. (mg1)

Tags: Kabupaten KediriKedelaiTahutempe

Berita Terkait.

rosella
Daerah

KWT Rosella Beralih ke Melon Premium, 75 Persen Hasil Panen Terserap Pasar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:17
rsud
Daerah

Bakti BCA Perluas Akses Kesehatan Mata, 261 Warga Cianjur Jalani Operasi Katarak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:15
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 4 Ribu Gram Sabu Asal Malaysia di Terminal Ferry Tanjungbalai, Sumut
Daerah

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 4 Ribu Gram Sabu Asal Malaysia di Terminal Ferry Tanjungbalai, Sumut

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05
Perkuat Pengawasan Wilayah Timur, Kanwil Bea Cukai Papua Lepas Operasi Jaring Wallacea
Daerah

Perkuat Pengawasan Wilayah Timur, Kanwil Bea Cukai Papua Lepas Operasi Jaring Wallacea

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:03
Perkuat Pengawasan Wilayah Timur, Kanwil Bea Cukai Papua Lepas Operasi Jaring Wallacea
Daerah

Gempur Barang Ilegal di Kawasan Industri, Bea Cukai Morowali Sita 2 Juta Batang Rokok

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:23
Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,6 Hantam Pulau Enggano di Bengkulu
Daerah

Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,6 Hantam Pulau Enggano di Bengkulu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:40

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
  • Tanggapi Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar, BTN: Klaim Harus Berdasar Bukti Hukum, Bukan Opini

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.