• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Gubernur Sulteng Ngaku Tak Bisa Cabut IUP Tambang di Parimo

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 14 Februari 2022 - 23:23
in Nusantara
gubernur sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menerima perwakilan massa yang menuntut pencabutan IUT PT Trio Kencana dan mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan seorang warga Desa Tada di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Foto : Humas Pemprof Sulteng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mengaku tidak memiliki wewenang untuk mencabut izin usaha pertambangan (IUP) PT Trio Kencana di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Saya tidak punya kewenangan untuk mencabut izin. Saya hanya mengusulkan sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan Menteri ESDM,” jelas Rusdy, saat menerima perwakilan massa yang melakukan aksi di kantor Gubernur-Sulteng, Senin (14/2/2022)

BacaJuga:

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,1 Guncang Bandung di Jawa Barat, Wilayah Ini Terdampak

Negara Hadir di Daerah 3T: MBG 3B Jangkau Masyarakat Baduy

Rusdy menyampaikan bahwa penerbitan IUP PT Trio Kencana sudah dilaksanakan sejak 2012 dan saat itu tidak ada antipati.

“Pada waktu kampanye aspirasi tentang IUP tambang itu sudah ada, tetapi ada masyarakat yang setuju dan ada juga masyarakat yang tidak setuju,” tutur Rusdy.

Baca Juga: Sempat Distop, Pemerintah Buka Lagi Ekspor Batu Bara

Terkait dengan keinginan masyarakat untuk mencabut IUP tersebut, pemerintah akan melakukan kajian untuk pemberhentian IUP atau pengusulan kontraksi luas areal IUT PT Trio Kencana.

“Pemerintah daerah tidak diam saja, kami sudah dengar apa keinginan masyarakat. Kita akan menyurat ke pemerintah pusat” tutur Rusdy.

Tidak hanya itu, Rusdy juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menyebabkan seorang warga Desa Tada meninggal dunia.

“Soal itu kami percayakan kepada pihak kepolisian. Saya menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya,” ucapnya.

“Saya sangat kecewa dikatakan gubernur tidak hadir sehingga peristiwa itu terjadi, saya sudah mengurus tim ahli dan sudah membuat pernyataan bahwa saya akan hadir hari Senin, 14 Februari 2022,” tambahnya.

Sebelumnya, aliansi peserta aksi demonstrasi dan liga mahasiswa menyampaikan harapannya kepada Gubernur Sulteng agar mencabut IUP PT Trio Kencana dan mengusut tuntas kasus penembakan seorang warga Desa Tanda.

Terkait dengan kasus penembakan tersebut, Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan akan melakukan analitis dan akan menjalankan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam kasus ini juga, seperti yang dikabarkan sebelumnya, sudah ada belasan anggota polisi yang diperiksa dan belasan senpi telah diamankan untuk proses penyelidikan. (mg4)

Tags: Parigi MoutongSultengtambang

Berita Terkait.

dd
Nusantara

LKC Dompet Dhuafa Salurkan Material Jamban untuk 37 Warga Desa Pagar Dewa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:12
bmkg
Nusantara

Gempa Bumi Bermagnitudo 4,1 Guncang Bandung di Jawa Barat, Wilayah Ini Terdampak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:35
Baduy
Nusantara

Negara Hadir di Daerah 3T: MBG 3B Jangkau Masyarakat Baduy

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:05
Sari-Yuliati
Nusantara

DPR Kutuk Perampokan Brutal di Pekanbaru, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:24
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

KPAI Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Pengajar terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:41
KAI: dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nusantara

Buntut Dugaan Tindak Pidana, DPD RI Sambangi Daycare di Yogyakarta

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3542 shares
    Share 1417 Tweet 886
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1594 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.