• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Angka stunting di NTT Tinggi, Ada Kelemahan Pendidikan dan Kesehatan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 5 Februari 2022 - 01:11
in Nasional
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kiri) berbincang dengan Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) NTT Julie Sutrisno Laiskodat di Kantor BKKBN Pusat, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022). Foto : BKKBN

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kiri) berbincang dengan Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) NTT Julie Sutrisno Laiskodat di Kantor BKKBN Pusat, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022). Foto : BKKBN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sumberdaya alam (SDA) melimpah di satu wilayah tidak menjamin bahwa penduduk nya sehat dan sejahtera. Bahkan di wilayah yang kaya sumber protein terdapat angka stunting yang tinggi. Hal itu terungkap saat Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat bertandang ke Kantor BKKBN Pusat, Jakarta Timur, Kamis (3/2/2022). Julie Sutrisno diterima oleh Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) dan membahas percepatan penurunan stunting di NTT.

“Angka stunting di NTT masih sangat tinggi dan mempengaruhi kualitas SDM nantinya. Kita tahu bahwa stunting dan gizi buruk itu mempengaruhi kecerdasan seseorang. Dengan demikian, kami PKK lebih fokus dan berkomitmen bagaimana mencegahnya supaya kasus stunting dan gizi buruk tidak mengalami kenaikan,” ucap Julie.

BacaJuga:

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Dia mengatakan, saat ini SDM nya butuh untuk menaikkan strandar, walaupun alamnya luar biasa, kaya baik sumber protein dan kekayaan alam lainnya. “Saya melihat kelemahan pendidikan dan kesehatan di NTT. Saya mempunyai program yang sudah berjalan tiga tahun. PKK juga sudah ada dua tahun berturut-turut itu buat menu untuk sarapan bersama mulai dari tingkat PAUD, SD di seluruh Desa. Model ini juga sampai ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Itu selama dua tahun dan itu bagus, gizinya dan perkembangannya untuk mencegah stunting baru,” imbuh Julie.

Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K) sangat menyambut baik komitmen TP PKK NTT dalam rangka percepatan penurunan stunting. “Kita ini betul-betul membutuhkan PKK, dengan Perpres Nomor 72/2021 yang saya usulkan ke Pak Presiden bahwa harus ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mencari solusi. Unsur PKK, Bidan dan ada penyuluh KB ini istilahnya tiga serangkai yang ada di desa,” sebut dokter Hasto.

“Kita harus kerja sama full dengan PKK, sekarang ini yang sudah kita siapkan, yaitu regulasi, Pak Gubernur menjadi ketua pengarah. Kemudian di dalam regulasi itu, Pak Wakil Gubernur menjadi ketua pelaksana, namun kebijakan full ada di Pak Gubernur. Ibu PKK menjadi salah satu unsur ketua di sini, kemudian Kepala Perwakilan BKKBN NTT saya bisa jadikan sekretaris tim itu,” tambahnya.

Untuk menggerakkan semua tim percepatan penurunan stunting di Provinsi maupun Kabupaten dan Kota, NTT harus menggunakan special treatment. “Jadi untuk dorongan anggaran sudah kami taruh di Kabupaten dan Kota di Dinas KB nya. Untuk memudahkan pelayanan, sekarang ini kan alat kontrasepsi, baik susuk maupun IUD dan yang lainnya mau berapa pun kita cukupi. PKK ini ditetapkan sebagai unsur ketua tim percepatan penurunan stunting,” pungkas Hasto. (ney)

Tags: bkkbnkeluargastunting

Berita Terkait.

Pemilu
Nasional

Tuai Perdebatan, Putusan MK Nomor 135 tentang Pemilu Nasional dan Lokal Harus Dikaji Ulang

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:06
Kereta-Api
Nasional

Tingkatkan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api, BRIN Dorong Inovasi Pelat Karet dan Sistem Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:15
Yusril
Nasional

Yusril Soroti Judul Film ‘Pesta Babi’, Nilai Potensial Munculkan Aneka Tafsir

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:21
Ibadah-Haji
Nasional

Jelang Puncak Ibadah Haji, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Energi dan Jaga Stamina

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40
Film
Nasional

Yusril: Pemerintah Ambil Pelajaran dari Film Dokumenter ‘Pesta Babi’

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:29
sturman
Nasional

Baleg DPR Kebut RUU Satu Data Indonesia, Fokuskan Interoperabilitas Data

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.